
*THUNK!*
Suara besi yang bertemu dengan benda keras terdengar dan suara erangan kesakitan dari Pandemonium dapat terdengar jelas, duo yang tak kenal lelah ini telah menahan Pandemonium selama sejam hingga akhirnya eksistensi Pandemonium dihadapan mereka sudah tidak ada.
Huft... Heh, alat pentungmu boleh juga.
Ucap Sarah nyengir.
Oiya dong! Pentungan sakti nih bos!
Balas Raymond bersemangat sambil membusungkan dadanya dengan bangga.
Tak lama, suara langkah kaki berlari terdengar dan mereka berdua melihat pria berambut hitam dengan beberapa aksesoris armor melengkapi pakaian Haori miliknya.
Laki-laki ini memakai Haori dengan tema musim gugur, sungguh bagus apa yang ia kenakan, sangat cocok dengan armor kecil nya.
Hmph..!! Kiyoshi Mamoru emang rajanya telat, abis kemana aja..
Ucap Sarah sembari menggembungkan pipinya, menatap kearah lain dan ia terlihat kesal dengan orang yang dipanggil Kiyoshi Mamoru ini.
Ahaha, maaf karena aku membantu tuan Cassius dan nyonya Huang di ruang arsip stasiun ini.
Kiyoshi tersenyum dan ia melihat kekacauan yang ada di ruangan ini, agak kaget karena menurut informasi data bahwa di ruangan ini terdapat empat puluh lima Pandemonium kelas elite dan mereka bisa menghajar mereka hanya berdua saja.
Kalian gendeng, bisa-bisanya nekat tanpa aku. Kalau kalian terluka gimana si... Dan kamu, siapa kamu...?
Saat Kiyoshi mulai mengomel, Sarah menutup kedua kupingnya dengan kedua tangannya hingga akhirnya membuka kembali setelah Kiyoshi menanyakan Raymond.
Ahh, dia Raymond.. Emmm... setidaknya gitu kan?
Ucap Sarah dengan kikuk lalu cengengesan.
Aku bukan nanya elu, tapi si dia ini.. Pria yang disampingmu itu, jangan bilang dia ini gebetanmu.
Ucap Kiyoshi dengan santai yang kemudian dibalas Sarah dengan melemparkan kaleng minuman yang entah darimana ia dapat ke muka Kiyoshi, namun sayangnya Kiyoshi hanya menyentil kaleng minuman tersebut dan mental terkena Sarah sendiri.
Aduh.. aduhhh... aaaa hidung mancung ku kayaknya bakal tepos..
Ucap Sarah langsung merosot sambil memegang mukanya yang sakit dan ia merintih.
Namaku, Raymond Castro.. Emmm, kalau kamu? -Raymond.
Namaku adalah Mamoru Kiyoshi, seorang Sky Catcher seperti si pendek ini.
Balas Kiyoshi.
Setelah perkenalan mereka telah usai, hand tablet milik Kiyoshi bereaksi dan Kiyoshi langsung menghubungkan nya.
Halo? Kiyoshi, gimana keadaannya disana?
Suara seorang wanita yang lebih tua dari mereka semua terdengar.
Ga ada fenomena alam yang aneh, mungkin nyonya Huang bisa bertanya kepada Raymond dan Sarah. -Kiyoshi
... Baiklah, kalau begitu datanglah ke ruang arsip II, aku yakin kamu bakal tertarik, disini ada ruang khusus video game.
Ucap Huang dengan bersemangat.
Aku tidak akan tertipu dua kali nyonya Kiyoshi, kamu pernah menipu kami seperti itu saat di dermaga Wu'er di planet Nier.
Balas Kiyoshi sembari melihat kearah Sarah yang juga mengangguk sangat setuju.
Yah, ga asik ahh, kalian ga bisa dijahilin. Tapi serius, aku buruh bantuan kalian, terutama Raymond.
Ucap Huang dan sambungan komunikasi tersebut berakhir, Sarah dan Kiyoshi saling menatap dan mengangguk kepala mereka berdua.
Kata Kiyoshi kepada Raymond yang hanya diam menyimak mereka dengan sorotan mata mengantuk dan malas.
Bolehkah aku tidur dulu? Pinggang ku terasa pegal.
Balas Raymond dengan suara dan wajah memelas. Namun, tangan Raymond sudah di tarik lagi oleh Sarah dan Raymond hanya bisa mengikuti arus, bagi Raymond dan Raymond udah merasakan perasaan tidak enak bahwa ia tidak akan bisa istirahat dengan santai.
Disisi lain, wanita dengan gaun simpel khusus untuk perang sekaligus berpenampilan modis dan rambut yang tergerai bagaikan rambut seorang pengantin berdiri disamping seorang peneliti, ia mengangguk, mengutarakan pendapat lalu ia mendengarkan apa yang di lontarkan dari mulut si peneliti. Wanita itu adalah
Jadi, kita hanya perlu melakukan itu... Agak sulit juga, aku tidak ada pengalaman didalam stasiun dan Cassius juga tidak.
Huang memegang dagunya, ia tampak berfikir keras hingga akhirnya suara pintu terbuka dan ia melihat Raymond dan Sarah juga Kiyoshi muncul.
Ah kalian sudah datang. Sarah, Kiyoshi dan kamu anak spesial, Cassius sudah menjelaskan nya padaku. Kamu terlahir dari energi Pandemonium, energi yang luar biasa, namun kamu perlu diawasi, tapi tenang, kami tidak akan menganggapmu sebagai ancaman.
Ucap Huang panjang lebar, ia menoleh untuk melihat peneliti dan peneliti tersebut melihat Huang dan ia mengangguk.
Huang kembali menoleh kearah trio ini dan mulai menjelaskan tentang apa yang terjadi dan juga kondisi stasiun belum sepenuhnya pulih dan jika tanpa dalam kondisi pulih, seandainya Sky Catcher berangkat keluar akan membahayakan kedua pihak.
Biar aku simpulkan, kamu meminta kami untuk membasmi Pandemonium dan memperbaiki saklar nya? -Kiyoshi.
Huang mengangguk. Hanya menjawab nya dengan anggukan.
Baiklah, kalau masalah saklar serahkan padaku dan Raymond.. Sarah akan mengawasi, bagaimana menurutmu Sarah?
Ucap Kiyoshi lagi dan Sarah berkacak pinggang sambil berkata "Kamu kira aku ini petarung jarak dekat? aku ini seorang Blaster."
Mendengar perkataan balasan Sarah membuat Kiyoshi berfikir lagi hingga akhirnya sebuah ide bagus muncul dari mulut Raymond.
Aku dan Sarah akan menjaga dari sisi berbeda. Ingatanku mengatakan bahwa saklar itu punya sambungan yang saling berdekatan, siapa tau di sisi lain saat mengawas kamu perlu bantuan cepat.
Jelas Raymond.
Kiyoshi dan Sarah memberikan pandangan satu sama lain, mereka sepertinya setuju dan juga tidak ada pilihan lain.
Baiklah, kalau begitu ayo
Setelah sedikit berdebat, mereka pergi meninggalkan Huang dan para peneliti.
Anak muda sekarang, sangat antusias banget ya haha. Aku jadi teringat masa muda saat di sekolah kita dulu dik Huang, hahhh... Zaman telah berkembang pesat.
Salah satu peneliti tua berbicara, suaranya mengandung arti nostalgia.
Kak Albert benar, zaman berkembang pesat. Rasanya seperti kemaren kita berada di sekolah.
Setelah percakapan nostalgia, mereka lanjut bekerja dan disisi lain, disisi Raymond dan lainnya sudah berada di ruangan simulasi menuju ruangan pemeliharaan sistem operasi.
Ruangan ini besar, begitu juga ada Pandemonium yang badannya gede. Bukan raksasa, hanya besar dan buntal, tubuhnya seperti jelly.
Kiyoshi mengeluarkan katana miliknya dan siap untuk bertempur, begitu juga Raymond dan Sarah mempersiapkan senjata mereka.
Mereka mulai berlari, menghindar dan menyerang tiap serangan dan kelemahan akan jeda dari serangan monster Pandemonium tersebut. Raymond memegang kedua sisi tongkat nesi nya dan tongkat tersebut bercahaya dan tongkat tersebut seketika berubah menjadi dua pedang yang terlihat tipis, namun memiliki rantai layaknya nunchaku yang diberi modifikasi dengan pisau maupun pedang.
Dengan akselerasi pergerakan tangan, Raymond memberikan serangan bertubi-tubi dan dengan bantuan Sarah yang memberikan tembakan es yang membuat kaki Pandemonium membeku dan susah bergerak.
Thunder Vision : Slice of Cake
Ucap Kiyoshi dan ia memberikan ratusan sayatan kepada Pandemonium tersebut dan diiringi oleh serangan pamungkas Raymond.
Raymond menyatukan kembali tongkatnya dan ia mengambil ancang-ancang untuk melakukan ayunan keras, ukuran tombaknya seketika membesar dan kemudian dengan sekuat tenaga Raymond memukul Pandemonium tersebut dengan keras, kini wujud Pandemonium tersebut seperti benda yang kelindas oleh kendaraan dan tubuhnya menjadi abu.
Tongkat nya kembali menjadi ukuran normal dan mereka melanjutkan aksi mereka untuk memperbaiki stasiun sesuai apa yang mereka rencanakan.
...Bersambung...