Sustainable

Sustainable
Stan Bazar



Event olahraga pun digelar dengan sangat megah, meski setiap semester diadakan tetapi tak membuat antusias para siswa menghilang.


Event tersebut dibuka dan ditutup dengan berbagai pertunjukan dari masing-masing kelas, semua kelas diundi untuk mengisi acara dibagian pembuka dan sisanya dibagian penutup.


Tak lupa juga dibuka sebuah stan bazar dari masing-masing kelas untuk memeriahkan acara, stan-stan tersebut biasanya menjual berbagai makanan, minuman, dan juga kerajinan yang dibuat oleh siswa-siswi. Stan bazar ini di tempatkan di depan sekolahan agar ada orang luar atau masyarakat sekitar yang ikut meramaikan acara ini, karena sebagian hasil dari penjualan tersebut akan disumbangkan ke tempat-tempat orang yang membutuhkan seperti kaum duafa dan anak yatim piatu.


"Guys kita dapan Stan bazar nomer 7, nanti yang bagian perlengkapan segera bawa barang-barangnya kesana, dan ikut membantu menghias stan, dan kelas kita juga dapat penampilan dibagian penutup, jadi kita masih punya banyak waktu untuk latihan dan sekarang kita bisa fokus ke acara bazar" Ucap Acha memberi arahan kepada teman-teman sekelasnya.


"Acha, Gue ada ide untuk penampilan kita diacara penutupan nanti" Ucap Zara memberi usul.


"Tapi aku minta kita semua ikut tampil diatas panggung" Lanjut Zara.


"Kita mau tampil atau mau keroyokan diatas panggung, satu kelas kita aja ada 40 orang, mau kita robohkan itu panggung yang gak begitu besar?" Seru Fatya.


"Iya juga sih, tapi inikan terakhir kali kebersamaan kita menjadi teman sekelas, karena bulan depan kita udah diacak lagi kelasnya, yaa Itung-itung buat kenangan kita" Ujar Zara.


"Apa ide Lho?"


"Drama musikal".


"Hah" Ucap serentak teman sekelas.


"Hey jangan bercanda dong, ngapain kita pilih yang ribet-ribet sih, udahlah kita tampilkan aja Lho sendirian tampil diatas panggung sebagai perwakilan kita, secarakan Lho pinter main musik dan suara Lho juga bagus" Seru Fatya.


"Gue setuju dengan idenya Zara" Kata Acha, dan suasana kelas menjadi hening, karena semua teman sekelaspun tau jika keputusan Acha apapun nantinya pasti menjadi yang terbaik.


***


"Han, Lho gak ada rencana apalagi gitu untuk menghancurkan si Zara dan teman-temannya" Ucap Rima.


"Gue kemarin lihat Zara dan Argha semakin dekat aja dikantin, semakin tidak bisa dibiarin ini" Kata Niken.


"Hah kepalaku pusing sekali, satu sisi ada Si J*lang dan satu lagi ada si pangacau tak tau diri itu" Ucap Hana yang begitu frustasi


"Han, aku ada ide" Kata Niken dan ia segera membisikkan sesuatu ketelinga Hana.


"Ide cemerlang, bukan hanya satu yang tumbang tapi semuanya juga akan ikut tumbang" Hana begitu riang mendapat ide dari Niken.


***


Hari ini dibukanya Event Olahraga, acara ini akan dibuka oleh penampilan tim Cheerleaders yang dipimpin oleh Acha.


Pertandingan hari pertama adalah Karate.


Sedangkan pertandingan hari kedua adalah Panahan, Renang, Bulu Tangkis dan Futsal.


Dan pertandingan hari ketiga adalah Basket dan Cheerleaders.


Beberapa siswa terlihat berlarian menuju gerbang sekolah yang terdapat stan, terlihat kelas 8C nampak gelisah ketika melihat tenda stan mereka terlihat terobrak-abrik.


"Oh Ya Tuhan, Apa yang terjadi" Ucap salah satu siswa kelas 8C.


"Gimana ini sebentar lagi acara akan di mulai, kita harus apa?" Ucap teman yang lainnya.


"Aku akan mencari Ibu ketua dulu" Dua orang berlari menuju ruang ganti tim Cheerleaders, karena Tim Cheerleaders akan membuka acara tersebut dengan berbagai aksi mereka yang menakjubkan dan memukau semua orang, jadi sudah dipastikan tim Cheerleaders tersebut adalah Tim terbaik di seluruh sekolahan.


"Bu ketua ada berita buruk, Stan bazar kita diobrak-abrik seseorang" Bisik siswa dari kelas 8C tersebut.


"Apa!" Wajah Acha nampak gelisah dan ia bergegas ingin melihat stan milik kelasnya tersebut akan tetapi langkahnya terhenti ketika dihadang oleh Hana.


"Kau mau kemana, 20 menit lagi kita akan tampil, kau adalah leader tim ini dan jika kau membuat kesalahan apa kau mau bertanggung jawab" Ucap Hana.


"Ciiih.. Gue yakin ini pasti ulahmu kan?" Ucap Acha begitu kesal.


"Hei, apa maksudmu bicara begitu".


"Ckckck.. Gak usah pura-pura ****, Gue yakin sekali kalo dalang dibalik kejadian ini adalah Lho"


"Baiklah Gue akan cari tau kebenarannya, dan jika benar ini ulahmu maka Gue gak akan segan-segan menghancurkanmu"


"Kamu ngancem aku?, kamu pikir aku akan takut dengan ancamanmu itu"


"Kauu..!"


"Sudahlah bu ketua, sebaiknya bu ketua disini saja biar urusan kelas kita yang atur, seharusnya kita tidak terlalu menyusahkanmu disini kamu menanggung beban yang lebih berat". Ucap teman sekelasnya yang menghentikan perdebatan Acha dengan Hana


"Bu ketua sebaiknya kita pergi dulu, kita harus segera membantu teman yang lainnya"


"Maafkan Gue, Gue benar-benar tidak becus jadi ketua kelas kalian.."


"Tidak apa-apa bu ketua, kami juga mengerti kesulitan yang sedang kau hadapi ini, kami akan kembali ke stan dulu" Mereka berduapun bergegas pergi.


"Hah, jadi sekarang kau bener-bener tidak berdaya kali ini" Ucap Hana dan ia berlalu pergi meninggalkan Acha yang masih gelisah memikirkan nasib kelasnya.


***


"Ra gimana nih, kita juga gak sempet memperbaiki tenda kita yang rusak ini" Ucap salah satu temannya.


"Kita harus ngapain sekarang, waktubkura tinggal sedikit untuk membereskan ini"


"Kalian panggil teman kita yang berada di kelas dan suruh mereka kemari untuk ngebantuin kita" Ucap Zara memberi arahan, karena ketika Acha tidak bisa menjalankan tugasnya maka akan digantikan oleh wakil ketua akan tetapi wakil ketua hari ini ia ikut pertandingan karate, jadi sekarang hanya Zara yang bisa diandalkan untuk memimpin kelasnya, sebenarnya masih ada Fatya tapi ia juga disibukkan dengan urusan OSIS.


Setelah semua berkumpul, Zara dan teman-temannya memindahkan tenda-tenda yang rusak, ia mengubah stan bazar kelasnya menjadi terbuka ia memberi sedikit hiasan disekitar stan tersebut dengan bunga-bunga sehingga terlihat lebih indah, dibelakang stand ia beri tulisan identitas dari kelasnya dengan menggunakan kertas yang ia tempelkan pada pagar sekolah, Zara merenovasi stan tersebut dengan alat seadanya tetapi terlihat lebih elegan dari yang lain dan malah terkesan lebih menonjol.


Karena stan bazar yang berbeda itu akhirnya membuat banyak pengunjung untuk bergerombol disana.


"Maaf semuanya, aku baru dengar kalo stan kita katanya dirusak" Ucap Fatya yang terlihat mengenakan baju khas anggota OSIS.


"Loh Fat ngapain kesini, bukannya lagi sibuk?" Tanya Zara.


"Waaahhh... Siapa yang punya ide ini" Ujar Fatya yang terlihat kagum dengan perubahan stan kelasnya tersebut.


"Ini hasil kerja keras kita semua" Ucap Zara seraya tersenyum melihat teman-temannya.


"Ra Lho tuh udah cocok bersaing jadi ketua dengan Acha tau gak?" Seru Fatya.


"Gue gak mau bersaing dengan Acha, Gue pasti akan mengalah kalo dia pengen jadi ketua dan meskipun hanya Gue satu-satunya sebagai saingan dia" Ucap Zara.


"Hmmm.. Gue salut sama persahabatan kalian dari dulu, entah kenapa Gue sangat beruntung berada ditengah-tengah kalian, Terima Kasih" Ucap Fatya memeluk Zara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


 


\-\-\-***To Be Continued***