Sustainable

Sustainable
Kehebohan



**Diruang latihan tim cheers


Hana terpilih sebagai leader, seharusnya orang yang lebih pantas untuk memimpin tim cheers adalah Acha, tapi karena semua orang tunduk pada kekuasaan Hana jadi ia lah yang menjadi leader selanjutnya.


"Terima kasih untuk pembina tim cheers dan juga para senior yang telah mempercayai saya untuk menjadi leader tim cheers selanjutnya, sungguh aku merasa sangat senang" Kata Hana memberi sambutannya.


"Gimana gak mau terpilih, lagian semua juga udah tau kalau dia melakukan cara licik untuk mendapatkan posisi tersebut, dasar gila jabatan" Bisik salah satu anggota tim cheers.


"Pasti setelah ini dia bertindak seenak udelnya sendiri, dan mau gak mau kitapun harus tunduk dibawah kekuasaannya" Salah satu teman yang lainnya pun ikut menimpali.


"Sssttt, sudahlah nanti kalo dia denger bisa habis riwayat kita, sebaiknya kitta ikuti aja dia daripada kita dapat masalah"


"Tapi aku rasa, aku belum pantas menjadi leader tim cheers ini, karena masih ada seseorang yang lebih pantas lagi dari aku, dia lebih berbakat dan juga memiliki pola pikir yang mampu membawa tim cheers kita jadi lebih sukses, jadi untuk itu aku tidak menerima jabatan ini dan sebaiknya jabatan ini diserahkan kepada dia yang lebih pantas yaitu Acha!" Hana menyelesaikan sambutannya.


Seketika semua orang yang berada di ruangan tersebut kaget dengan pernyataan Hana, semua anggota tim cheers merasa sangat senang, karena sebelumnya saat pembina menyatakan bahwa Hana yang akan menjadi leader tim cheers semua nampak muram karena mereka takut jika kedepannya nasib mereka menjadi tak seberuntung sebelumnya karena harus berurusan dengan Hana. Semuanya pun sontak bertepuk tangan dan besorak ria saat Acha maju kedepan.


"Eeemm... Sungguh aku tak tau kenapa Hana dengan rela dan juga ikhlas memberikan posisi ini padaku, karena seperti yang kalian tau bahwa Hana sangat ingin jadi leader tim cheers ini. Tapi untuk itu aku sangat berterima kasih pada Hana karena memilihku menjadi leader, jadi mulai saat ini aku akan berusaha membawa tim cheers ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan untuk semuanya mohon bantuannya dan juga nanti saat aku melakukan kesalahan tolong untuk ingatkan aku, terimakasih semuanya" Sambutan Acha disambut dengan tepukan tangan yang sangat meriah dari anggota tim cheers.


"Han, kamu gak lagi sakit kan?" Kata Niken yang begitu kaget mendengar keputusan sahabatnya itu.


"Kenapa kamu dengan mudahnya membiarkan si anak kampungan itu jadi leader sih, kamu mau diperintah sama dia Han?" Ujar Rima menimpali.


"Kalian gak usah ikut campur urusanku" Kata Hana yang begitu emosi mendengar ocehan sahabat-sahabatnya, kemudian Hana berlalu meninggalkan ruang latihan dan diikuti oleh Niken, Rima, Dini dan juga Sonia teman segengnya Hana.


***


Diruang kelas 8C nampak sudah selesai menghiasnya tepat sebelum bel pulang berbunyi.


"Semuanya terima kasih banyak atas bantuannya, karena ini belum bel pulang dan masih ada waktu setengah jam lagi jadi kalian semua aku traktir makan sepuasnya dikantin" Ucap Argha dengan semangat.


"Argha, kamu beneran mau traktir kita semua makan" Zara masih tak percaya dengan ucapan Argha.


"Kenapa?, kalo kamu gak mau ya udah, biar aku sama mereka saja" Ucap Argha.


"Kita kan jumlahnya banyak banget, kamu yakin mau tetap traktir kita?"


"Sudahlah gak usah banyak tanya lagi, yuk kekantin" Argha menarik tangan Zara dan mengajak semua temannya untuk ikut.


Sesampainya dikantin, semua nampak sedang memesan makanan yang ada dikantin tanpa ragu sedikitpun, suasana kantin seketika menjadi ramai dengan kehadiran mereka.


"Ra, kamu mau makan apa?" Tanya Argha.


"Aku gak lapar, kamu aja yang pesen makanan" Jawab Zara.


"Zara aku gak suka kalo kamu bohong!, Anggap saja ini sebagai tanda Terima kasih ku karena kamu udah mau bantu aku" Kata Argha.


"Baiklah, aku mau makan bakso aja".


"Gitu dong!" Seru Argha sembari tersenyum.


Tak lama kemudian Argha kembali membawa dua mangkok bakso, ketika mereka berdua sedang makan merekabdikagetkan dengan kedatangan Bagas dan Arvind.


"Ga dari tadi gue cariin, ternyata Lho disini asyik pacaran" Kata Bagas yang kemudian ikut nongkrong disebelah Argha.


"Hei,, Kalian mau ikut makan gak, hari ini gue yang traktir" Kata Argha menawarkan kepada kedua sahabatnya,


"Wuiiih itung-itung buat PJ, yuk Vin pesan makan aja dulu" kemudian tanpa ragu lagi Bagas dan Arvind memesan makanannya.


Selang beberapa menit makanan yang dipesan Bagas dan Arvind pun akhirnya datang juga.


"Lho benerankan Ga dengan keputusan Lho yang kemarin" Tanya Arvind.


"Kalo bukan Zara yang maksa, Gue juga gak akan mau jadi anggota tim basket sementara" Jawab Argha sembari asyik menikmati makanannya.


"Kalo gitu, makasih Ra, Lho udah ngebantuin kita untuk membujuk bocah keras kepala ini" Jawab Arvind sembari tersenyum usil.


"Argha sekarang jadi bucin parah gak sih?" Ujar Bagas, dan Argha yang mendengar ucapan Bagas itupun tersedak oleh makanan yang sedari tadi ia nikmati.


"Argha kamu gak apa-apa" Ucap Zara sembari memberikan minuman kepada Argha.


"Maksud Lho apa bicara begitu" Tanya Argha kepada Bagas.


"Emang Lho gak sadar kalo Lho itu udah bucin parah, sampai-sampai sesuatu yang mustahil kita lakukan tapi mudah banget dilakukan oleh Zara, padahal kita udah mati-matian nyuruh Lho untuk gabung ke tim basket kita tapi Lho tetep gak mau" Jelas Bagas.


"Apaan sih" Ujar Argha dan ia melanjutkan melahap makanannya kembali.


"Udalah Gas, ntar dia berubah pikiran lagi gimana, Lho mau membujuk dia lagi" Bisik Arvind.


"Iih ogah banget, Gue udah kapok mbujuki dia sampai sujud-sujudpun gak dianggep tuh ucapan Gue, males deh!"


"Makanya Lho diam aja, ntar kalo kita butuh Argha untuk hal lainnya dan jika dia menolaknya kita bisa suruh Zara untuk bantuin kita jadi kita gak usah susah payah lagi bujuk ini itu, iya gak?" Bisik Arvind kembali.


"Benar juga ucapan Lho, tumben pinter" Jawab Bagas dan keduanya pun terkekeh.


"Kenapa Kalian?" Tanya Argha yang penasaran dengan kedua sahabatnya itu.


"Gak apa-apa!" Jawab keduanya dengan kompak.


setelah menikmati makanan dikantin, mereka bergegas kembali ke kelas dan segera menuju ke lapangan basket.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


 


\-\-\-***To Be Continued***