Sustainable

Sustainable
Kebenaran Acha Dan Hana



"Maksudmu Gue harus berterimakasih karena Lho gak jadi ngeluarin Gue dari sekolah ini gitu?, heh, seharusnya Lho ngaca dong, sampai kapanpun juga Lho gak akan bisa ngancam Gue untuk keluar dari sekolah ini" Ucap Acha.


Sebenarnya saat Acha bersama Fatya, Bagas, dan juga Arvind, ia melihat Hana dan ia teringat ucapan Zara tadi pagi jika Hana yang akan jadi leader selanjutnya dia akan bertindak lebih seenaknya lagi, jadi untuk menghindari itu Acha mencoba untuk menghentikan Hana .


"Dengar ya, jabatan leader ini dari dulu aku sangat menginginkanya, dan aku sudah berusaha mati-matian untuk mendapatkan posisi ini jadi aku gak akan mundur meski kamu mengancam akan memberitahukan kebenarannya kepada semua orang kalau leader tim cheers mengundurkan diri karena aku, aku juga tau kalo kamu gak punya bukti apapun mengenai itu, jadi jangan mempermalukan dirimu didepan orang-orang, karena mereka akan menertawakanmu" Ucap Hana dengan tersenyum bangga.


"Dan nanti saat aku sudah resmi jadi leader akan kupastikan kamu keluar dari tim cheers ini" Ucap Hana menimpali sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Acha.


"Tunggu!" Hana seketika menghentikan langkahnya, kemudian Acha menghampirinya.


"Gue gak akan bilang kesemua orang kalo Lho yang menjebak leader tim cheers sampai dia harus mundur dan pindah dari sekolah ini. Sekarang permainanmu sungguh licik seperti yang dilakukan mamamu kepada Papa, aku tau kalo Papa sekarang juga tidak berpihak kepadamu, dan seandainya Papa tau mengenai masalah ini apa yang akan terjadi padamu selanjutnya ya?" Kata Acha sedikit mengancam Hana,


"Berhenti memanggil Papaku dengan sebutan Papa, karena dia bukan Papamu" Kata Hana dengan kesal.


"Hey, Lho jangan lupa kalo aku itu juga Anak kandung dari Rendra Bramantyo dan juga istri pertamanya Ratih Rosalina" Jawab Acha dengam sedikit menaikkan sudut bibirnya.


***


Flasback on.


Kala itu Rendra yang baru mendapat pekerjaan sebagai asisten pribadi disebuah perusahaan yang cukup besar dikota S, saat pulang kerja ia melihat seorang wanita sedang dirampok, tanpa berpikir panjang ia pun segera menolongnya, kemudian untuk mengucapkan rasa terima kasihnya wanita itu mengajak Rendra untuk makan malam, Rendra berusaha menolaknya akan tetapi wanita itu memaksanya dan akhirnya Rendra menerima tawaran tersebut.


Selama mereka makan malam berdua, wanita itu merasa tertarik dengan Rendra karena dia terlihat tampan dan juga baik akhirnya wanita itupun menyimpan rasa kepadanya hingga suatu hari ia berusaha untuk mendekatinya dan juga mencari tau segalanya tentang dia.


Wanita tersebut sangat merasa kesal ketika ia mengetahui bahwa Rendra telah memiliki seorang kekasih, karena ia sudah terlanjur mencintai Rendra akhirnya ia bertekad untuk mendapatkan Rendra, obsesinya yang sangat besar untuk mendapatkan Rendra membuat ia mau melakukan berbagai cara apapun itu meskipun harus menyerahkan seluruh kekayaannya maupun harga dirinya sendiri.


Wanita itu sengaja datang ke kantor tempat dimana Ayahnya bekerja untuk meminta bantuan, tetapi saat ia berjalan di lobby tak sengaja bertabrakan dengan Rendra.


"Aww.." Teriak Dewi dan Rendra dengan segera memegangi tubuh Dewi karena ia hampir terjatuh kelantai


"Kamu tidak apa-apa" Tanya Rendra.


"Rendra, Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Dewi.


"Aku bekerja sebagai asisten pribadi direktur, lalu kamu kenapa kesini?"


"Aku mau menemui Ayah kebetulan Ayah adalah direktur disini"


"Benarkah??.. Baiklah aku akan mengantarmu menemui direktur"


Sesampai diruangan Dewi menceritakan semua keinginannya kepada Ayahnya agar ia mendekatkan mereka berdua karena akan sangat mudah apabila Ayahnya ikut campur.


Pada suatu hari Farhan (Ayah Dewi) akan mengadakan acara pesta karena keberhasilannya memenangkan Tender, ia mengundang seluruh karyawan perusahaan untuk menghadiri acar tersebut yang akan diadakan disebuah hotel. Dewipun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk bisa mendapatkan Rendra, ia menjebak Rendra dengan memberikan obat perangsang kepadanya sehingga terjadilah sesuatu yang diinginkan oleh Dewi.


Awalnya Rendra tak mau menikahi Dewi karena dia telah menikah dengan Ratih kekasihnya dua minggu yang lalu, Rendra dan Ratih menikah secara diam-diam karena tidak mendapat restu dari orang tua Rendra, karena Rendra sangat mencintai Ratih dan tak mau kehilangannya, akhirnya Rendra memilih menikah secara diam-diam.


Satu bulanpun berlalu dan Dewipun dinyatakan Hamil, mau tidak mau Rendrapun harus menikahi Dewi, karena untuk menjaga reputasi perusahaan Ayahnya Dewi akhirnya disepakati untuk menyembunyikan status pernikahan Rendra dan Ratih, Ratih adalah anak seorang gadis desa yang miskin oleh sebab itu orang tua Rendra tidak menyetujui hubungan mereka, saat Ratih mengetahui bahwa Dewi telah mengandung Anak suaminya ia merasa sangat terpukul karena ia juga telah mengandung buah hatinya dengan Rendra, ia berusaha menerima kenyataan dan ia memilih mengalah dan menerima keputusan yang diberikan oleh suaminya.


Flashback off.


***


"Bagaimana kalau Gue bilang ke seluruh kota ini mengenai Mama Lho yang dulu sangat terobsesi dengan Papa, sampai sampai ia melakukan hal buruk untuk menjebak papa agar mau menikahinya, sungguh tak tau malu" Saut Acha.


"Jangan coba-coba untuk menggertakku"


"Kali ini Gue gak akan main-main dengan ucapan Gue, Gue akan memberitahu semua orang kalo Lho itu sebenarnya anak haram, Gue tau kalo Lho sebenarnya malu mengakui Gue sebagai saudara kandung, iya kan?"


"Sudah cukup" Ucap Hana dengan emosi


"Kenapa, lho takut kalo kebenarannya terungkap?"


"Meskipun kamu bilang kesemua orang mana ada yang akan percaya dengan omong kosongmu itu"


"Lho yakin kalo Gue gak akan dipercaya?, tapi bagaimana jika sebaliknya, lagian Gue juga punya cukup bukti untuk itu, bahwa Gue memang anak kandung dari Papa"


"Dan satu hal lagi, Papa itu sangat mencintai Ibuku, kalo Mamamu itu bisa melakukan hal licik kenapa aku dan ibu gak?, suatu saat aku akan membalas semua perlakuan buruk Mamamu kepada Ibuku". Tanpa menggubris ucapan Acha Hana berlari meninggalkan Acha sendirian.


Baru beberapa langkah Acha akan meninggalkan tempat tersebut, tiba-tiba ia dikagetkan dengan munculnya seseorang yang menghadang didepannya.


"Argha.." Ucap Acha yang begitu kaget melihat Argha berada didepannya.


"Kenapa Lho ada disini?, Apa jangan-jangan Lho tadi sengaja mau nguping pembicaran Gue sama Hana" Tanya Acha


"Terserah Gue mau kesini, emang apa urusannya sama Lho" Jawab Argha.


"Lho sejak kapan disini?" Tanya Acha Kembali


"Sejak Lho membawa Hana kemari" Jawab Argha.


"Jadi Lho udah denger semuanya" Argha hanya menunjukkan wajah datarnya.


"Ok sekarang gak usah basa-basi lagi, mau Lho apa?" Tanya Acha dengan ketusnya.


Argha hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya kemudian berlalu meninggal kan Acha di loteng sendirian.


"Gawat nih kalo sampai Argha memberitahu semua orang, Gue harus cari cara agar dia mau tutup mulut, tapi gimana?" Ucap Acha dalam hati.


***


Diruang kelas nampak ramai, karena memang dalam seminggu ini semua siswa tidak mendapatkan pelajaran atau biasa disebut sebagai jam kosong (jamkos). Memang dalam seminggu ini semua siswa akan disibukan dengan persiapan event olahraga, mereka berusaha membersihkan ruang kelas serta menghiasnya, setelah selesai mereka akan disibukkan dengan latihannya pada masing-masing ekstrakurikuler.


"Guy's maaf ya, Gue sebagai ketua kelas gak bisa ikut membantu menghias kelas karena Gue hari ini mau ikut rapat tim cheers." Acha


"Iya ga apa-apa kok bu ketua, kami berdoa semoga bu ketua bisa jadi leader tim cheers, Ok" Saut salah satu teman sekelas Acha.


"Semangat Bu ketua, karena saat event dimulai pasti semua akan tertarik dengan penampilan tim unggulan seperti tim cheers dan juga tim basket" Jawab salah satu temannya yang lain.


"Cha yang semangat ya!" Kata Fatya memberi semangat kepada Acha.


"Oh iya karena hari ini wakil ketua gak masuk karena dia sakit jadi yang gantiin Gue hari ini adalah Zara, Makasih semuanya Gue pergi dulu ya" Acha pergi meninggalkan ruang kelasnya


"Lho kan tau nanti gue juga gak bisa lama membantu kelas karena Gue juga harus ngurus keperluan event nanti" Jawab Fatya.


"Lagi-lagi Gue ditinggal sendirian, kalian lebih asyik ikut kegiatan ekstra daripada kelas" Ujar Zara kesal.


"Ra.." Tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki terdengar yang berasal dari arah pintu, seketika membuat seluruh orang yang berada dikelas menengok kearah pintu.


"Argha!." Gumam Zara dalam Hati


Dan semua teman Zara nampak kaget akan kedatangan Argha ke kelas, dan seakan-akan rumor yang beredar tentang Argha dan juga Zara pacaran memang benar adanya.


"Argha ngapain kamu kesini" Tanya Zara dengan wajah sumringah dan pipinya terlihat memerah.


"Bolehkan Gue ikut gabung dengan kalian disini" Kata Argha meminta izin.


"Hmm, boleh sih tapi bukannya teman sekelasmu juga lagi menghias kelas, apa gak apa-apa kalo..."


"Gak apa-apa, lagian disana gue juga gak ngapa-ngapain soalnya udah mau kelar menghiasnya" Saut Argha saat Zara belum menyelesaikan ucapannya.


"Ra inget ya, Lho disini gantiin Acha jadi jangan ditinggal pacaran ya" Ledek Fatya.


"Apaan sih Fat" Ketus Zara.


"Ya udah gue mau ke ruang OSIS, karena bentar lagi meeting nya dimulai, dan jangan lupa ya lho harus bertanggung jawab atas keberhasilan kelas kita, jangan ditinggal pacaran melulu" Ledek Fatya kembali sambil berlari pergi meninggalkan Zara yang akan mencubitnya.


"Kamu ngapain sih kesini, jadi gak enak di lihatin temen-temen" Ujar Zara.


"Kenapa?, Aku cuma mau lihat kamu sebentar memangnya salah?" Jawab Argha.


"Hmmm, mulai nih ngegombalnya"


"Aku kesini cuma mau ngingetin kamu untuk nanti sore nemenin aku latihan basket".


" Kamu taukan aku sibuk gantiin tugas Acha untuk mengontrol kelancaran kelas ini, apalagi kelasku juga belum membuat rencana untuk acara penutupan event nanti"


"Aku gak mau ada penolakan, jadi nanti kamu harus datang, lagian waktu kita nge-date kamu yang maksa aku untuk ikut tim basket menggantikan salah satu pemain yang cedera, jadi kamu juga harus menemani aku latihan"


"Argha..."


"Hy Guy's, nanti sore kalian datang ya lihat aku latihan basket, dukungan kalian sangat aku nantikan jadi kumohon kalian untuk datang menyemangati aku ya, meski aku cuma pemain pengganti untuk event ini saja"


"Argha apa yang kamu lakukan, kalo kita semua sibuk lihat kamu latihan entar tugas kelas kita gak selesai-selesai tau" Gerutu Zara.


"Kalo cuma itu masalahmu gak usah dipikirkan" Argha kemudian pergi meninggalkan kelas Zara.


"Apa-apaan sih Argha, kalau urusan kelas ini gak selesai bisa-bisa Gue di sembur sama Acha, duh gawat ini gue harus apa nih" Gumam Zara yang nampak bimbang.


"Ya udah Ra, kita cepetan selesaiin ini sebelum pulang sekolah" Jawab salah satu temannya.


"Kalo urusan penutupan event kita bahas besok aja" Salah satu teman lainnya menimpali.


"Aku gak yakin kalo menghias kelas ini akan selesai sebelum jam pulanh sekolah apalagi ini tinggal 3 jam, sedangkan kelas kita baru terselesaikan setengahnya"


"Aku tadi sudah bilangkan kalau cuma itu masalahmu gak usah dipikirkan" Tiba-tiba Argha memotong pembicaraan, dan terlihat dia sedang bersama teman sekelasnya.


"Argha..."


"Guy's, Gue mohon bantuan ke kalian untuk membantu kelasnya Zara, nanti tepat bel selolah harus sudah selesai ya" Argha berkata kepada teman sekelasnya untuk menyelesaikan tugas dikelasnya Zara.


"Argha apa yang kamu lakukan?" Zara terlihat bingung.


"Dasar bodoh, aku disini mencoba membantumu lah ngapain lagi, dan kamu gak usah khawatir kalo mereka akan mengobrak-abrik kelasmu kalo itu sampai terjadi mereka akan berurusan denganku".


"Makasih"


"Gitu dong, kalo kamu tersenyum terlihat lebih cantik lagi".


"Mulai lagi deh gombalnya"


"Kok gombal sih, aku kan..."


"Kalian mau tetap pacaran disini atau mau ikut bantuin nih" Ledek salah satu teman mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


 


\-\-\-***To Be Continued***