SUDDENLY FALL IN LOVE

SUDDENLY FALL IN LOVE
9. SFIL



Selama perjalanan di mobil Anna masih memasang muka cemberutnya dan ia butuh penjelasan dari Marven. Anna juga tak tau kemana lelaki ini akan membawanya, Tapi dari jalanan yang mereka lalui Anna bisa menebak mereka akan kesebuah apartement mewah di kawasan Jakarta Selatan.


" Ayo dong sayang jangan cemberut terus " Goda Marven yang membuat Anna semakin marah


" Sayang..sayang..pala lo peyang " Pekik Anna Asal.


" Gak boleh ngomong gitu loh..dosa " Marven malah cekikikan.


Benar saja tebakan Anna tepat, mereka memasuki sebuah gedung apartement dan Marven memarkirkan mobilnya di bestman dengan rapi.


Anna yang masih kesal hanya mengikuti saja Marven dibelakangnya, kalau bukan karena perjanjian konyol itu Anna gak sudi dipermainkan seperti ini.


Apartement  Marven terbilang mewah yah memang mewah tentu saja, dia adalah seorang CEO sebuah perusahaan besar tentunya memiliki banyak uang. Tapi Anna tak habis pikir kenapa ia seakan mempermainkan Anna seenaknya.


Anna duduk dikursi tamu selangi menunggu Marven berganti baju, Ia sedikit terkesima melihat penampilan Marven yang hanya memakai kaos putih oblong dan celana pendek, terlihat causal tapi benar-benar membuat dada Anna bergemuruh.


" Mau duduk disitu terus " Perkataan Anna membuatnya bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke Marven tepatnya Anna beralih duduk dipinggir meja makan dan menonton Marven yang sedang sibuk membuat makan malam mereka.


Marven memakai apron warna hitam dan entah kenapa semakin membuat penampilannya menawan,,dada Anna sedikit berdesir namun ia mencoba menghapusnya.


Marven begitu cekatan dalam memasak, bau harum masakan sudah tercium di hidung Anna dan tentu membuatnya lapar.


Marven menyajikan steak wagyu dengan salad sayur dan juga jus alpukat tanpa gula.


" Silahkan dimakan " Kata Marven sesaat menyajikan masakannya


" Baiklah kita selesaikan malam ini " gumam Anna dalam hati


Anna mulai memotong steak buatan Marven yang terlihat begitu lembut dan enak, baru saja akan memasukan sepotong daging dimulutnya ponselnya berdering keras, yah Anna sudah mengganti mode dering di ponselnya selama perjalanan ke apartement Marven.


Mami Calling...


" Hai Mami...gimana Bali Mi...kapan pulang..Anna kangen " rentetan pertanyaan Anna membuat Mami  tertawa


" Iya sabar anak Mami yang cantik, baik-baik ya dirumah,,eh tapi kamu lagi dimana itu Ann " Tanya Mami yang curiga


" Lagi di tempat temen kok Mi " Jawab Anna asal


" Sayang nanti makanannya dingin loh "


Suara Marven mengacaukan semuanya


" loh itu kok ada suara cowok " Mami semakin penasaran. Anna benar-benar bingung harus menjawab apa hingga Marven merebut ponselnya dan denga PDnya ngobrol dengan Mami.


" Hallo Mami,,Kenalkan aku Marven yang akan menjaga putri Mami " tak mau melihat Marven berbicara ngaco Anna langsung merebut ponselnya kembali.


" Anna..Mami butuh penjelasan " Kata Mami lagi yang juga terlihat bingung


" Iya Mami...nanti Anna hubungi Mami ya...Dah Mami " Anna menutup sambungan video callnya.


Anna sudah tidak bisa menahan amarahnya, ia mendekati Marven dan memukul dada Marven dengan membabi buta tapi Marven seperti tak merasa sakit dan malah membiarkan Anna meluapkan emosinya.


Marven memeluk Anna kencang untuk menghentikan emosinya.


" Sudah sayang " ucap Marven lembut


" Maksud kamu apa sama aku " Tanya Anna masih dalam pelukan Marven


" Aku tertarik denganmu Anna Letisia " pernyataan Marven membuat Anna lemas dan melayang.