SUDDENLY FALL IN LOVE

SUDDENLY FALL IN LOVE
8. SFIL



" Eh gw mau cari buku disana " Kata Adell menunjuk salah satu sudut toko buku di salah satu Mall tempat hangout mereka. Mereka memang hobby menghabiskan waktu untuk membaca buku baik itu buku yang berhubungan dengan mata kuliah maupun yang lainnya.


Suasana toko buku langganan Anna dan Adell selalu ramai seperti biasa apalagi hari ini weekend banyak ABG yang akan mengunjungi toko buku ini.


" Oke Dell gw juga mau cari buku tentang akuntansi " Ucap Anna disertai anggukan dan melangkah ke rak yang berisi buku-buku tentang keuangan maupun akuntansi.


Saat sedang asyik memilih buku, ponsel Anna bergetar dan benar saja terdapat satu pesan dari nomor yang asing.


"Aku tunggu malam ini janjimu Nona Anna Letisia "


Walaupun nomor asing tapi Anna sudah bisa menebak kalau itu nomor Marven. Anna gak habis pikir apa yang sebenarnya ia cari dengan menggangu Anna.


" Dasar menyebalkan " Celetuk Anna kesal dan memasukan kembali ponselnya didalam saku celana jeansnya tapi sedetik kemudian yah setelah menimbang akhirnya ia membalas chat dari Marven walau dengan ekspresi kesal dan bibir manyun.


"Kirim saja alamat dimana kita akan makan malam " Balas Anna singkat kemudian mengganti mode silent dan memasukan ponselnya ke tas.


Marven calling.....


Marven calling...


Setelah membayar beberapa buku dikasir Anna dan Adell mampir ke supermarket yang ada dilantai bawah.


Adell membeli beberapa keperluan sedang Anna juga ingin membeli buah untuk stok dirumah.


Ketika badan Anna berbalik untuk menimbang buah apel yang telah dipilihnya tubuhnya bertabrakan dengan sosok kekar didepannya, kepalanya membentur dada bidang lelaki didepannya dan ketika kedua mata mereka bertemu Anna shock melihat Marven dihadapannya dengan keranjang penuh dengan belanjaan.


" Derita orang berhutang seperti ini yah...dikejar-kejar terus " Pekik Anna lirih yang masa bodo didengar Marven.


" Kebetulan sekali bertemu disini Nona Anna, setelah kamu mengabaikan panggilan teleponku " Kata Marven sedikit berbisik ditelinga Anna hingga membuat bulu kuduknya merinding. Wangi tubuh Marven begitu menyengarkan seperti campuran mint dan musk.


" Siapa laki-laki ganteng ini Ann " Celetuk Adell


" Hai..aku Marven..pacar Anna " Kata Marven yang membuat Anna melotot tak terima dan menginjak sepatu Marven.


" Aww..." Suara Marven terdengar menahan injakan dari kaki Anna


" Wow pacar Anna...aku Adell sahabat Anna" Adell tak kalah kaget


" Ann..lo berhutang cerita ke gw " Adell melotot ke Anna


" Gw bisa jelaskan nanti Dell " Jawab Anna kacau.


"Emm...bolehkah aku menculik pacarku?" Kata Marven kemudian dengan tangannya menggandeng Anna posesif.


" Tentu saja...silahkan " Ekspresi Adell benar-benar ingin mengacak-acak Anna.


" Terimakasih Nona Adell " Ucap Marven menang.


Adell tak hentinya tersenyum karena semua belanjaannya dibayar oleh Marven, beserta belanjaan Anna yang cuma 2kg buah.


" Tau gitu gw tadi belanjanya agak banyakan " Celetuk Adell disela Marven sedang membayar belanjaan dikasir dan Anna tak sanggup berkata apa-apa.


" Ayo aku antar sekalian Dell " Anna tambah kesal karena Adell dan Marven baru kenal beberapa menit sudah sok akrab.


" Gak usah den Ven...aku bawa motor tadi " Tolak Adell " Makasih loh sudah dibayarin, dan selamat berpacaran yah " Goda Adell sambil menjinjing belanjaannya.


" Dan lo Ann berhutang penjelasan ke gw " bisik Adell lagi sebelum benar-benar menghilang di parkiran.