
Zenon dan tamika lagi jalan jalan di temple itu zenon lagi berpikir.
"em apakah temple ini akan seperti di film-film." kata zenon yang berpikir.
"tapi kalau seperti di film-film akan susah dan mengerikan." kata tamika.
Mereka pun lanjut berjalan dan tiba di pintu besar.
"wow besar sekali." kata zenon yang melihat pintu besar.
"wow apa kita harus memecah kan code seperti di film-film." kata tamika.
"ok biar aku maju." kata zenon, zenon pun berjalan ke pintu itu dan menyentuh nya pintu itu pun terbuka dan di balik pintu itu ada emas yang banyak dan artefak pedang yang sangat kuat di tengah nya.
Pedang itu warna putih sangat indah.
"wow pedang itu keren." kata tamika yang kagum ke pedang itu.
"tunggu tamika biasa nya kita harus kalah kan monster seperti di film-film." kata zenon.
Tamika pun berpikir.
"betul tapi harusnya monster nya sudah muncul di pintu itu untuk menjaga pedang dan harta ini." kata tamika, tamika melihat zenon lagi mengambil koin emas.
"lumayan." kata zenon.
Tamika cuma sigh.
"zenon ayo kesini kita ke pedang itu." kata tamika.
"buat apa aku tidak perlu pedang itu juga kok." kata zenon masih mengambil koin emas di lantai.
"ya bener si tapi pedang itu akan jadi milikku." kata tamika.
"oh jadi mau mengambil pedang itu untuk mu ok kau lakukan nya sendirian." kata zenon.
"yang benar saja kau suruh cewe seperti ku untuk ke sana." kata tamika yang marah.
"terus kenapa ini melatih mental mu kok." kata zenon yang masih mengambil koin emas.
"baiklah aku akan mencoba." kata tamika.
Tamika pun berjalan ke pedang itu putih itu dengan hati saat dia sampai di dekat pedang tamika pun menyentuh nya.
Tamika pun seketika mendapatkan kekuatan pedang itu.
yaitu pedang keadilan bisa mengubah hukum berserta keberadaan, konsep, waktu, berserta membunuh makhluk ketiadaan dari pohon of the unirvese sekarang kekuatan tamika cuma setara dengan zenon phase 2 tapi gelembung tak terbatas ini bergabung jadi dimensi yang tak terbatas gelembung sekarang tamika cuma bisa setara dengan 10 dimensi kalau sudah bisa mengendalikan pedang keadilan.
Tamika mendapatkan kekuatan ini langsung terkejut.
"eh wow kekuatan ini sangat kuat." kata Tamika yang merasakan kekuatan baru.
(selamat untuk tamika mendapatkan pedang tingkat dewa) kata sistem tamika
"wow jadi aku bisa apa saja." kata tamika bertanya ke sistem nya.
(kalau full pontensial bisa menguasai atau melampaui 10 dimensi dan dimensi di three of universe itu gabungan dari infinite gelembung berisi high multiverse dengan lapisan tak terbatas.) kata sistem
Tamika pun terkejut.
"heh sekuat ini kah pedang ini wow." kata tamika yang terkejut.
Zenon pun menatap tamika dan kantong baju zenon sekarang full dengan koin emas.
"sudah ku duga pedang ini kuat." kata zenon yang menggunakan kekuatan untuk analisis.
Tamika pun menatap zenon.
"so bagaimana kau melatih ku tentang magic zenon." kata tamika.
Zenon pun menatap tamika dengan muka datar.
"baik aku akan melatih untuk tamika ku ya cantik." kata zenon yang mengelus tamika.
"heh kenapa tiba-tiba kau melakukan ini." kata tamika.
"aku gabut si, aku suka mengelus perempuan kalau sudah dekat dengan ku meskipun sebelum kita ke sini aku pernah mengelus mu." kata zenon.
"tapi kau melawan monster itu dulu." kata zenon dan tiba-tiba patung besar pun hidup.
"eh zenon yang benar saja." kata Tamika ke zenon.
"sudahlah coba dulu kau punya analisis juga kan sama Barrier jadi tidak papa." kata zenon.
tamika dengan gugup berjalan ke patung itu dengan pedang keadilan dia.
"ingat fokus dengan magic dan musuh." kata zenon.
Tamika pun memfokuskan dirinya dan dia pun senyum ke patung penjaga itu.
"mari kita bertarung." kata tamika yang tidak gugup lagi
Tamika pun dengan cepat ke patung penjaga itu hendak memotong patung itu tapi tidak berhasil di tahan oleh Barrier.
"cih Barrier ya." kata tamika
Tamika pun melancarkan serangan cahaya yang terus-menerus.
Barrier pun terbuka tamika dengan cepatnya langsung dibelakang dia dalam satu detik langsung menembas patung itu dengan partikel partikel di sekitar tamika.
Patung itu terbelah dua tamika dengan cepatnya langsung membuat celah besar membuat kedua badan itu terpisah jadi tidak bisa regenerasi.
Tamika melihat patung itu di pedang dia, tamika di dimensi dia mengetahui segalanya, bisa di mana mana di dimensi ini tamika mendapatkan karena pedang keadilan dia tamika di dimensi dia maha tau, maha ada, maha kuat cuma di dimensi dia sendiri.
"mati lah patung meskipun aku baru dapat pedang ini aku sudah bisa mengendalikan pedang ini." kata tamika dan patung itu hilang dari dimensi tamika dan hilang selama lamanya.
Zenon pun kagum.
"mantap sekarang ke sini." kata zenon.
Tamika berjalan mendekat ke zenon.
"yeeeey aku kuat meskipun baru dapat ternyata mudah mengendalikan ini." kata tamika.
"ini hadiah untuk mu." kata zenon dan dia langsung menara mata tamika seketika mata ketiadaan zenon muncul di mata tamika.
Tamika pun merasakan kekuatan luar biasa kuatnya dan temple pun bergoyang.
Proses selesai.
"sekarang tunjukkan mata itu ke aku." kata zenon.
Mata tamika berubah warna merah sangat Merah jika ada seseorang menatap mata tamika orang itu merasakan ketakutan tak terbatas, jiwanya juga akan perlahan menghilangkan jika cuma cuma menatap tapi untuk membunuh orang itu langsung hilang
"lumayan." kata zenon.
"sangat mengerikan dan kekuatan mata itu sangat kaut." kata tamika.
"sebenarnya merah bukan warna asli dari mata ketiadaan." kata zenon.
tamika pun terkejut.
"apa jadi apa warna asli nya." kata tamika.
zenon pun menatap tamika.
"hitam Sangat hitam lebih hitam dari void kalau sudah mencapai tingkat warna itu segala kehidupan, hukum, waktu di seluruh penciptaan akan hilang." kata zenon ke tamika.
Tamika seketika ketakutan.
"mengerikan sekali." kata tamika
"ah sudahlah ayo lanjut jalan." kata zenon.
To be continue.