Story Of The End

Story Of The End
zenon vs ihalas



ihalas pun senyum.


"hmm ini aneh ada dua tim berkerjasama loh." kata ihalas ke zenon dengan senyum.


"meskipun beda tim dia masih teman ku." kata zenon dengan muka datar nya.


Ihalas pun tertawa.


"hahaha bodoh dia cuma sampah di special kandidat loh." kata ihalas yang mengejek Hajime.


Zenon pun marah.


"jangan kau bilang dia bodoh dia adalah best friend ku." kata zenon.


"kalau begitu ayo mulai pertarungan." kata ihalas.


Ihalas pun bicara ke sistem nya.


"sistem ambil keberuntungan anak ini." kata ihalas.


(sistem fail karena tidak ada keberuntungan di dekat anak ini cuma ada ketiadaan tak terbatas mengalahkan semua ability pengubah takdir bahkan orang yang mempunyai aspek fundamental tidak bisa bertahan dari serangan dia bahkan mengubah takdir, conceptual, konsep apa pun tidak mudah mengalahkan anak ini) kata sistem ihalas.


Ihalas pun kering dingin setelah tau siapa zenon.


(dan juga concept dia tidak bisa di kalahkan meskipun reality di ubah, melampaui sistem, mengubah takdir itu tidak bisa mengalahkan anak ini meskipun sudah mencapai tingkat dewa, meskipun master itu resist dari mengubah takdir itu tidak bisa apa apa lagi kalau bertemu bocah ini dia bisa mengubah takdir dewa, atau makhluk ketiadaan sekalipun) kata sistem


Dan sebelum ihalas bicara apa pun jiwa dia do hancurkan oleh zenon dan tubuh tanpa jiwa ihalas cuma tubuh kosong.


"lemah." kata zenon dan zenon pun juga menghapus keberadaan dan jiwa tim ihalas juga.


Hajime bersama ketiga gadis tersebut terkejut.


"zenon apa nama sistem mu." kata Hajime.


Zenon menatap Hajime.


"kalau boleh jujur aku tidak mempunyai sistem." kata zenon, Hajime pun terkejut lagi dan lainnya.


"heh terus bagaimana kau masuk ke ujian Sage ini?." kata Hajime yang bingung bagaimana zenon masuk ke ujian Sage.


"pakai sistem palsu." kata zenon.


Hajime pun cuma sigh.


"huh kalau kau tamika." kata Hajime ke Tamika.


"sistem ku asli pure healer.' kata Tamika sambil menyembuhkan luka Luka Hajime.


Ilya, Rin, Beatrice pun berjalan ke Hajime.


"apa kau tidak papa Hajime." kata mereka bertiga Hajime sambil berdiri.


"ya aku sudah pulih terimakasih Tamika." kata Hajime, Hajime tidak seperti dulu yang selalu Gentleman ke tamika karena dia orang mesum tapi karena tau zenon mulai dekat dengan tamika dia cuma senyum dia sudah punya pengganti yaitu tiga cewe ini.


"y sama sama Hajime." kata tamika.


Hajime pun menatap zenon.


"aku akan pergi bersama tim ku dan terimakasih telah menyelamatkan ku." kata Hajime yang berterima kasih ke zenon dan dia tidak mau juga di sini bersama zenon dia mau lanjut berjuang dia tau zenon orang bicara langsung ke intinya tapi orangnya Juga pemalas.


"ya sama sama yang penting teman ku selamat." kata zenon.


Hajime, Ilya, rin, Beatrice lanjut jalan tamika dan zenon kembali ke tenda dan melihat tenda mereka do coret oleh lukisan.


tamika pun marah.


"eh siapa yang membuat ini." kata tamika yang marah.


Zenon pun menarik tamika dan memeluk nya.


"eh zenon kenapa kau lakukan ini?." kata Tamika pipi dia merah.


"tadi ada serangan yang berbahaya." kata zenon.


Zenon pun melihat ke arah serangan itu.


"kalian siapa." kata zenon yang melihat ada dua orang cowo rambut hitam, dan merah.


"perkenalkan kami aku fajar Safiq dan dia Zia Albi." kata fajar.


"kami ingin membunuh kalian jadi berdoa lah." kata Albi.


Zenon pun menatap tamika.


"sepertinya kita harus pindah tempat." kata zenon ke tamika.


"aku setuju." kata tamika


Ke dua orang itu pun bersiap mengeluarkan serangan yang bisa menghancurkan jiwa.


"orang bodoh." kata zenon dan zenon pun menggunakan mata ketiadaan serangan itu pun sekita Hilang bersama fajar, dan Albi hilang dari pandangan zenon dan tamika.


"ok beres." kata zenon, zenon pun menggunakan benda biru di tangan nya untuk membereskannya kemah.


"ok ayo lanjut jalan." kata zenon


Dan mereka pun lanjut jalan


Semenjak itu di kota Jaine lagi di rumah yang disewa zenon dan zenon menggunakan kekuatan dia untuk membuat uang dan uang ini benar benar asli.


"sangat Bosan aku kira dengan uang sebanyak ini bisa membantu aku senang." kata jaine yang malas di rumah.


To be continue