Story Of The End

Story Of The End
masa lalu zenon



Zenon dan tamika yang berjalan mereka pindah tempat untuk bertahan hidup karena banyak musuh di situ.


"uh mana yang bagus untuk kita tidur." kata zenon yang sambil berpikir melihat peta.


tamika pun melihat ke zenon.


"bagaimana kalau kita ke sini aja." kata tamika yang menunjukkan di suatu tempat yang mempunyai tanda aman.


zenon pun melihat tanda itu.


"ya emang aman tapi dari Monster bukan para peserta." kata zenon.


Mereka pun tiba-tiba menemukan temple .


Zenon pun melihat struktur temple itu.


"temple ini cukup bagus bagaimana kita masuk." kata zenon dan menatap muka Tamika.


"sepertinya ini agak bahaya tapi bukannya kau tidak mau ikut dalam masalah juga?." kata tamika yang khawatir jika masuk ke temple ini.


"santai kalau aku sudah penasaran jadi boleh." kata zenon yang flashback masa lalu dia.


Flashback suatu hari di tempat rahasia yang di jaga tempat oleh peneliti ada seorang perempuan berumur 23 tahun bernama Asuka dan seorang profesor bernama Karim.


"so ini pekerjaan mu cuma merawat sang akhir so bagaimana ini demi keselamatan umat manusia dan seluruh makhluk di dunia ini." kata karim ke Asuka


Asuka yang juga takut tapi dia butuh pekerjaan juga dong.


"tapi apa yang terjadi kalau aku menolak pekerjaan ini." kata Asuka ke Karim.


"ingatan mu akan kami hilangkan supaya tidak ingat tempat ini." kata karim.


Asuka yang lagi pikir pikir pun setuju karena butuh pekerjaan.


"ya aku menerima pekerjaan ini." kata Asuka ke Karim


Karim pun senyum dan mereka berdua pun jabat tangan.


"tugas mu adalah beri ku laporan sebulan sekali tentang si akhir oh dan nama si akhir bisa di panggil zenon shilvaed ok." kata karim yang berjalan ke tempat zenon berada.


Mereka pun sampai di Cell nya.


"ok ini tempat nya dan sekali ku peringatkan jangan buat dia marah." kata karim dengan serius.


"siap pa." kata Asuka yang langsung siap.


Dia pun masuk ke Cell zenon dan melihat rumah besar sangat modern, punya kolam renang juga.


Asuka yang berjalan ke rumah ini dengan gugup dia pun melepas sepatu dia saat di teras.


"tenangkan diri mu Asuka tenang." kata Asuka yang memenangkan dirinya.


Dan Asuka tiba-tiba di tabrak oleh anak kecil rambut hitam.


Asuka yang terjatuh dan marah.


"hei bocah lihat jalan." kata Asuka yang marah.


Bocah itu pun menatap maid robot nya.


"hei maid dia siapa." kata anak itu.


"dia adalah pengasuh mu zenon sang akhir." kata maid.


dan Asuka yang mendengar maid itu zenon sang akhir dia pun seketika ketakutan parah cuma dengar namanya di langsung tidak bisa bergerak.


Zenon pun melihat Asuka dengan melihat tubuh dia dan senyum.


"oh kamu pengasuh ku ya hore berdiri lah." kata zenon dan Asuka langsung berdiri


Zenon pun memeluk dia.


Asuka langsung senyum seketika ketakutan dia hilang.


"ya aku pengasuh baru mu." kata Asuka.


"aku emang anak umur 7 tahun beruntung bertemu dengan mu." kata zenon dengan senyum dia.


"ah ok zenon jadi mari kita mulai kisah senang senang kita." kata Asuka.


pada suatu hari 1 Minggu setelah zenon dan Asuka bertemu mereka lagi jalan jalan di sekitar kota jakarta kok.


Zenon pun melihat sebuah taman bermain di sekolah terbengkalai.


"wah Asuka boleh aku ke sana untuk bermain sampai sore." kata zenon ke Asuka.


Asuka pun berpikir.


"ya namanya juga anak-anak ya gapapa dulu ah tinggal kan zenon sini sendirian." kata Asuka di pikiran nya.


"ok kau boleh main zenon tapi hati hati ya." kata Asuka dan mengelus kepala zenon.


zenon pun bermain tapi seketika ada anak kecil muncul di belakang zenon dan memperkenalkan dirinya.


"hallo apa kau baru di sini nama ku raysa Amelia." kata gadi itu berambut hitam seperti zenon.


"ya aku baru di sini mau main bersama dan nama ku zenon." kata zenon ke Amelia


"ok zenon mari kita main." kata Amelia.


Mereka berdua bermain dengan ceria dan Amelia juga memperlihatkan permainan yang lebih seru setelah berapa menit berlalu.


"hei zenon mau masuk ke sekolah angker itu." kata Amelia.


Zenon dengan tanpa curiga pun menjawab.


"ok baiklah mari kita masuk ke situ." kata zenon masuk bersama Amelia masuk sana setelah Mereka sampai ke kelas dan zenon terkejut ada guru dan anak seumuran mereka lagi hendak makan.


Zenon pun bicara di pikiran dia.


"bagaimana ada murid dan guru di sekolah angker ini ya." kata zenon di pikiran dia.


"ayo zenon duduk di sebelah ku ada nasi goreng loh." kata Amelia ke zenon.


Zenon pun senyum Karena dia suka nasi goreng.


"ok gas mari kita makan." kata zenon dan duduk di sebelah Amelia makanan pun habis dan zenon hendak kembali ke rumah.


"terimakasih untuk makanannya ya." kata zenon.


Dan suara suara yang mengerikan pun mulai bicara.


"kau tidak bisa keluar karena sudah menjadi bagian kita kau sudah mati." kata suara.


Zenon pun merasa tidak nyaman saat dia sudah di gerbang keluar suara itu pun tertawa.


"haha kau tidak bisa pergi keluar kau sudah bagian dari kami." kata suara.


Zenon yang bingung mencoba keluar dan berhasil tanpa masalah.


"emang kenapa pintu nya kan gak di tutup." kata zenon ke suara itu


Suara itu pun terkejut mereka tidak percaya zenon bisa keluar.


"sepertinya tempat kalian ini mengerikan." kata zenon, zenon pun menggunakan kekuatan seketika sekolah angker ini lenyap bersama taman bermain nya.


"yang penting tempat mengerikan ini hilang." kata zenon yang pergi menemui Asuka


To be continue.