
keesokan harinya zenon dan tamika lagi makan pagi.
"enak seperti biasa." kata zenon yang lagi makan.
tamika juga enjoy dengan makanan dia.
Zenon pun melihat ke tamika.
"tapi kau tidak apa apa kan setelah tadi malam ciuman mu emang manis." kata zenon yang mengatakan dengan casual.
"ya tapi kaki, dan pinggang ku sakit zenon itu pertama kali aku loh bajingan ya kau." kata Tamika yang mengeluh dia kesakitan.
Zenon dengan muka datar.
"ya tidak apa-apa udah ayo siapkan bahan bertahan hidup." kata zenon.
Zenon pun selesai makan dan berdiri.
"ayo tamika kita bersantai saja." kata zenon.
"ah ok ok mah." kata tamika.
Setelah makan pagi mereka pun melakukan hal mereka masing-masing zenon lanjut tidur dan tamika lagi bermain video game zenon yang di bawa dari dunia sebelum.
Setelah berapa menit ada suara ledakan terjadi zenon bangun dan tamika keluar melihat ke ledakan itu.
Zenon berjalan keluar.
"apa itu tadi?." kata zenon yang bingung.
"tadi ada ledakan mari kita kesana zenon." kata tamika.
"tapi..." zenon pun ditarik berlari kesana.
Mereka pun melihat empat orang melawan empat orang lain nya.
"shhh diam zenon ada orang lagi bertarung nih." kata tamika.
Zenon pun melihat pertarungan itu.
"jadi kita ngapain di sini?." kata zenon yang bingung.
"ayo kita lihat pertarungan nya." kata tamika
di pertarungan itu.
Seorang bocah umur 17 seperti zenon rambut hitam, muka tampan tapi gak tampan
Dia adalah Hajime Isnanta
Lagi menghindari serangan.
"oi siapa kalian berani nya melawan kandidat Sage special dari Sage Alicia." kata Hajime yang marah.
Laki laki dengan rambut hitam nya, di muka nya ada goresan habis bertarung menjawab.
"karena ini ujian bertahan hidup jadi bebas." kata orang itu.
"oh ya nama ku ihalas sistem ku adalah mengubah keberuntungan jadi milik ku." kata Ihalas dengan senyum jahat dia.
Ihalas pun menghindari nya dan sementara Hajime dengan teman sekelas lain nya lagi bertarung di sini ada Ilya Karim, Rin amiya, Beatrice Kila perempuan semua ya dan Hajime satu satunya cowo.
"second fire." Hajime menembakkan peluru dan Ihalas pun menghindari serangan itu tapi serangan Hajime itu membuat pohon dibelakang ihalas hancur.
"waktunya aku yang serang balik." kata ihalas
Ihalas pun menggunakan kekuatan dan membuat dimensi untuk berpindah menyerang Hajime di segala arah Hajime tidak bisa menghindar karena keberuntungan Hajime di ambil oleh ihalas sementara yang lain tidak bisa membantu Hajime karena melawan musuh masing-masing.
"punch fire." kata ihalas dia memukul Hajime dengan pukulan dengan elemen api.
"ahh!!." kata Hajime yang terpental jauh dan terkena batu.
Hajime pun tidak bisa bergerak karena terlalu parah.
"uh...uh." Hajime yang tidak bisa bergerak
ihalas pun muncul di depan Hajime.
"saat nya mati." kata ihalas.
"Hajime tidak!!." kata Ilya.
"Hajime!!." kata Rin
"Hajime!!." kata Beatrice.
Dan ada suara yang terdengar dari udara.
"ah sepertinya aku akan menyelamatkan mu sekarang Hajime." kata orang itu dan langsung menendang ihalas sampai terpental dan di samping orang ada cewe.
Hajime pun senyum melihat orang itu.
"maaf meninggalkan mu zenon di bus untuk kau jadi tumbal untuk Monster." kata Hajime ke zenon.
Zenon pun senyum ke Hajime tamika yang marah kerana tiba-tiba di tarik tangan nya oleh zenon untuk lompat.
"oi zenon aku hampir jantungan gara gara kau menarik ku untuk lompat." kata tamika yang marah.
zenon pun senyum dan mencubit pipi Tamika dan jadi scene imut.
"jangan marah ya." kata zenon sambil senyum.
Zenon pun melihat ke Hajime.
"so bagaimana kabar argil." kata zenon yang menanyakan so argil.
"oh argil dia baik baik saja, tim dia bersama si elzatta rey, Roy Eron, dan Isabella blis." kata Hajime.
"oh ok." kata zenon, zenon pun menatap tamika.
"kau heal zenon aku akan lawan orang itu tamika." kata zenon, zenon pun menatap ihalas itu dengan muka datar karena dia juga ingin cepat mengalahkan dia.
Ihalas dan zenon pun saling bertatapan dengan senyum ihalas dan zenon muka datar seperti orang menyinggung.
to be continue.