Slowly Destroyed

Slowly Destroyed
Early



Rafa Handayani adalah seorang anak perempuan dari keluarga kaya yang sangat bahagia pada awalnya. Orang tuanya begitu sayang dan perhatian kepada Rafa. Rafa tumbuh dengan penuh kasih sayang. Namun keluarganya terkena guncangan ekonomi yang dikarenakan ayahnya yang suka berfoya-foya dengan selingkuhannya. Ibunya yang tidak terima jika dia diduakan pun menggugat cerai ayahnya. Mereka resmi bercerai dan hak asuh terhadapku jatuh kepada ayah.


Awalnya ayah mengira bahwa setelah cerai dari istrinya dia bisa menikah dengan selingkuhannya namun tidak selingkuhannya meninggalkan ayahnya karena sudah tidak kaya lagi. Semenjak itu ayah depresi sekali dan menitipkan aku ke panti asuhan.


Saat di panti asuhan Rafa tidak pernah mendapatkan kabar dari ayahnya. Rafa takut terjadi ada hal buruk yang terjadi pada ayahnya. Setelah lama Rafa tidak mendapatkan kabar dari ayahnya akhirnya dia mendapatkan kabar tentang ayah dari ibu panti asuhan. Kabar itu membuat Rafa sangat terkejut karena ayahnya telah meninggal dunia dengan cara bunuh diri.


Rafa merasa sangat sedih dan hancur karena kepergian ayahnya. Rafa merasa sangat hancur karena ditinggal oleh orang yang dia sayang.


Suatu hari Rafa diangkat oleh pasangan suami istri. Dia mengira saat dia mendapatkan keluarga baru dia akan bahagia. Namun kenyataannya tidak mereka malah menjadikan Rafa seperti budak dirumah mereka.


Rafa selalu disuruh mengerjakan pekerjaan rumah. Kerap kali Rafa melakukan kesalahan dia akan mendapatkan hukuman dan siksaan dari ibunya.


Kehidupan Rafa hancur dengan perlahan-lahan. Dari awalnya perusahaan ayahnya yang harus gulung tikar, ayah yang selingkuh, ibu yang menggugat cerai ayah, ayah depresi, dan sekarang hidup dengan orang tua baru yang sangat jahat dan kejam.


Sekarang Rafa benar-benar harus beradaptasi dengan hal-hal baru. Rafa harus menerima kenyataan bahwa kehidupannya tidak seperti dulu sekarang keadaannya sudah berbeda. Rafa dituntut untuk berdamai dengan keadaan namun keadaan menghacurkannya dengan perlahan.


Walaupun orang tua barunya tidak pernah menyayangi Rafa tapi dia selalu berusaha untuk membuat mereka bangga. Rafa ingin sekali membuat mereka sadar bahwa Rafa itu bisa menjadi orang yang sukses dan membanggakan mereka. Dia berusaha untuk membangun kembali dirinya lagi.


Rafa berusaha bangkit dari keterpurukannya dia tidak mau terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Namun, setiap kali Rafa bangkit dan berusaha mengokohkan tembok tapi orang tuanya selalu menghancurkan dan merobohkan tembok yang Rafa bangun.


Suatu ketika orang tua baru Rafa pindah rumah dan Rafa pun terpaksa pindah sekolah. Lingkungan yang baru lagi yang mengharuskan Rafa beradaptasi lagi.


Rafa sekolah di sekolah yang terbilang bagus. Rafa harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan teman baru.


Sekolahnya memang bagus tapi dibalik itu banyak sekali keburukan siswanya. Banyak siswa yang tawuran, melakukan pemalakan, melakukan pembullyan.


Karena Rafa adalah anak baru dan Rafa juga anaknya pendiam Rafa pun jadi korban kejahatan teman-temannya. Rafa selalu diejek, dihujat, dibully, dan dipalak. Tapi walaupun dia tidak pernah dihargai oleh temannya Rafa menunjukkan bahwa dia bisa menjadi orang yang akan mereka butuhkan. Rafa tumbuh menjadi kuat walaupun dia sering merasa sangat jatuh dan terpuruk.


"Jangan jadikan keterpurukan sebagai alasanmu untuk jatuh, jadikanlah keterpurukanmu sebagai alasan untuk bangkit dan membuktikan bahwa kamu bisa."


Yuk simak terus kisah Rafa supaya tau kelanjutannya!