Silly Wedding

Silly Wedding
bab 4 Pulang



Mataya kini sedang di hadang oleh kedua sahabatnya. Ya, 1 jam yang lalu tepatnya pukul 11 malam, Mataya baru sampai di villa. Awalnya ia ingin langsung tidur, namun Adzkiya dan Chairu selalu melarangnya untuk tidur. Mereka berdua membutuhkan cerita kejadian apa saja yang terjadi saat sedang pergi bersama Axel tadi. Dan dengan menahan kantuknya Mataya menceritakan sedikit saja kejadian saat pergi bersama Axel tadi.


"Waduh gw jadi ini ni cuyyy, gw juga kepengen juga jadi elo tau" keluh Adzkiya, Mataya hanya menatap malas Adzkiya dan berdecak.


"Hmm, cowok langka tuh Tay, Lo harus ngepertahanin tuh cowok. Tau sendiri kan Lo laki-laki jaman sekarang kayak apa. And pas pertama kali gw liat Axel juga udah bisa nebak kalo dia cowok yang baik. Lakuin aja dulu ya Tay, siapa tau emang bener kalian jodoh. Sudah saatnya Lo buang perjanjian yang Lo bikin dulu" pesan Chairu, Mataya hanya mengangguk. Memang kalau ada masalah pasti selalu saja Chairu yang selalu menasehati dan memberi saran kepada dua sahabatnya itu.


Dulu, saat masih SMA Adzkiya pernah di ghosting oleh salah satu pacarnya dulu. Yang pasti dia langsung patah hati, dan bangkit lagi karena dengar nasehat Chairu. Mataya pun begitu, dia dulu pernah datang kerumah Chairu dan langsung menangis sesenggukan karena mendengar perkataan yang menusuk hati dari ibunya. Namun, Chairu langsung menasehatinya, dan menyuruhnya untuk pulang dan bicara baik-baik dengan ibunya.


"Ah ya guys, kalian kapan balik? Gw kayaknya besok bakal balik deh. Kesian pegawai toko gw hahaha, dari kemarin komplain mulu. Katanya besok ada pesenan banyak. Ga keurus kalo gw ga turun tangan. Jadi mau ga mau ya gw musti balik besok" Ucap Mataya. Chairu dan Adzkiya hanya berdecak malas.


"Palingan kita balik 3-5 hari lagi. Itulah lo tuh, kan udah kita bilang kalo lu tuh harus musti nambah pegawai minimal 1 atau 2 orang lah. Kan susah kalo begini, lo jadinya sibuk aja terus Ama kerjaan Lo. Kan bos nya elo Mataya, kok jadi dirimu sih yang sibuk" protes Chairu, Mataya hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Buat apa gw nambah pegawai kalo gw masih sanggup ngerjainnya?" bantah Mataya.


"Alah Lo tuh, alesannya itu Mulu. Ga ada yang laen apa" pungkas Adzkiya. Dia pun ikut kesal.


Mataya memang dari dulu dikenal dengan keras kepalanya. Mataya selalu saja menolak yang namanya penambahan pegawai. Menurutnya buat apa menambah pegawai kalau dia sendiri masih sanggup melakukannya. Padahal toko kuenya bisa dibilang besar. Sehari bahkan dia bisa mendapat pesanan lebih dari seribu loyang. Yang sedangkan pegawainya hanya 10 orang. 6 orang bekerja membuat kue yang orang pesan melalui online dan sisanya untuk membuat kue-kue yang sehari-hari mereka jual.


"Lo yakin mau balik besok? Emang lo udah ijin sama si Axel and keluarganya?" tanya Chairu dan dibalas anggukan oleh Mataya.


...---...


Ting. . .


Ponsel Mataya berbunyi, artinya ada yang mengirimnya pesan WhatsApp.


...Tante Arabelle...


...online...


Matayaaa


Pesawat kamu jam berapa nanti?


^^^Jam 12 siang nanti mom^^^


^^^read^^^


Pesawatnya kamu batalin aja ya


sayang, kamu nanti naik pesawat kita


aja yaa.


Pesawatnya nanti sore. Siangan


dikit nanti Axel jemput kamu yaaa.


^^^read^^^


"Ck, mampus gw. Gimana nih" ringisnya sambil menepuk jidatnya. Chairu yang melihat temannya berbicara sendiri langsung bertanya "Kenapa lo Tay?" Tanyanya


"Nihh, Mommy nyuruh gw cancel pesawat gw ntar siang. Katanya gw ntar naik pesawat nya aja" Chairu pun bingung, Mommy? Siapa?


"Mommy siapa sih?" Mataya langsung berdecak "Mommynya Axel, Aunty nyuruh gw manggil mommy. Soalnya dia bilang bentar lagi gw bakal jadi menantunya, makanya disuruh manggil mommy" Chairu hanya manggut-manggut paham.


🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶


Sekarang Axel berada di perjalanan menuju villa Mataya. Awalnya Axel kaget saat Arabelle menyuruhnya untuk menjemput Matanya dan balik nanti sore. Tapi saat mengingat kalau hari pernikahannya seminggu lagi dia sudah tidak kaget. Sudah pasti mereka harus pulang, waktunya cuma seminggu, tidak ada waktu untuk bersantai-santai lagi. Kini Axel pun sudah menyerah, dia tidak ingin membantah perintah Mommynya kalau dia harus menikah dengan wanita pilihan Arabelle. Toh dia juga bukan orang bodoh yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.


Saat ini Axel sudah berada di depan pintu villa Mataya, Ting Tong. Axel memencet bel. Mataya langsung membuka pintu, Axel pun tertegun dengan penampilan Mataya. Outfit Mataya hari ini yaitu turtleneck sweater berwarna putih yang dilapisi oleh blazer berwarna hitam, dan celana kulot yang berwarna hitam juga. Dimata Axel hari ini Mataya terlihat sangat cantik.


Mataya


"let's go" ajak Axel sambil membawakan koper Mataya.


Sekarang mereka berdua telah berada di mobil, Axel dan Mataya kini sudah tidak merasa awkward lagi seperti kemarin. Karena dua orang itu sudah setuju dengan pernikahan ini, bahkan mereka kalau sedang berdua selalu mendapat topik pembicaraan, mau itu topik yang penting atau tidak.


"Kak, kenapa kakak menerima pernikahan ini? Apakah kakak tidak punya pacar?"


"ehm, kalau aku jujur sebenarnya aku pun tidak pernah berpacaran. Aku sibuk, tidak ada waktu untuk mengurus hal-hal yang berbau percintaan" ungkapnya. "Makanya sepertinya mommy menjodohkan aku denganmu, karena dia tahu aku malas sekali mengurusi hal-hal seperti itu" kekeh Axel.


"Kau sendiri kenapa kau menerima pernikahan ini?" Axel menanyakan balik, Mataya langsung tertawa "Heyy, kakak tahu sendiri kemarin mommy memaksaku. Tapi memang disisi lain aku menerima pernikahan ini untuk menhindari 'dia' hahaha. Tapi tenang saja, aku juga ingin mencoba menjalankan nya kok" ujar Mataya. Axel langsung mengerutkan dahinya. 'dia'? siapa?


🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶


Sudah tidak terasa bahwa hari terus-menerus berlalu, dan hari ini adalah hari yang mendebarkan bagi Axel dan Mataya. Namun sepertinya yang merasakan perdebaran jantung yang hebat mungkin Axel, karena dari 3 hari yang lalu ia terus-menerus menghafalkan kalimat ijab kabul agar tidak salah saat nanti diucapkan.


Sejak pulang dari Bali, keluarga Pradipta dan keluarga Rusady langsung menyebarkan seluruh undangan. Heboh yang pastinya, terutama teman-teman Mataya saat SMP dan SMA dulu. Kemana Mataya yang anti berpacaran dulu?


Chairu dan Adzkiya pun terkejut, karena tiba-tiba Mataya mengirimkan foto undangan untuk mereka berdua. Sebab Mataya tidak pernah bilang kalau pernikahannya dipercepat. Kedua sahabatnya itu langsung cepat-cepat balik dari Bali untuk menceramahi temannya itu.


Teman-teman Axel juga heboh saat mendengar Axel akan menikah. Terutama teman-teman perempuan Axel, sepertinya tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk merebut hatinya. Begitupula dengan teman Axel yang laki-laki, mereka juga kaget mendengar kawannya akan menikah sebentar lagi, padahal dulu Axel selalu dikenal dengan ketidakinginan untuk masuk kedalam dunia percintaan.


TBC


Jangan lupa like, comment, rating, and vote! thank u❤️


^^^Kay/Lex^^^


^^^@kyl_1310^^^