Silly Wedding

Silly Wedding
bab 3 Mencoba Menjalani



Normal pov


Mataya bingung ingin menjawab apa, dia hanya menunduk dari tadi. Dia tidak tahu ingin menolak atau tidak. Disisi lain sepertinya Mataya juga sudah mulai goyah dengan pertahanannya. Seharusnya rencananya tidak seperti ini. Kenapa keluarga Pradipta menyusulnya kemari?


"kalo kamu diem aunty anggap setuju loh" Mataya pun langsung menatap Arabelle.


"oh god, tolong bantu aku...." desis Mataya dalam hati.


"Okelah, kamu diam aja dari tadi. Aunty anggap setuju aja okey? Baiklah besok kamu sama Axel pergi ke butik ya? Kalian lakukan fitting disana. Sekalian pendekatan" ucap Arabelle dan tersenyum. Axel sontak terkejut dengan ucapan mommynya.


"Sebenarnya aku tidak mau menikah aunty..." lirih Mataya. Arabelle pun melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan. "kenapa sayang? Kenapa kamu tidak mau menikah? Aunty butuh alasan yang jelas" potong Arabelle.


"Aku dari dulu memang tidak ingin menikah aunty, pacaran saja aku tidak pernah..." Arabelle langsung tahu arah pembicaraannya kemana. "Iya, aunty ngerti. Aunty tahu kok kenapa, tapi tidak semua lelaki itu sama sayang. Siapa tau kamu sebenarnya berjodoh sama Axel. Axel itu anak yang baik kok sayang. Dia tidak akan akan seperti itu" Senyum Arabelle menyakinkan Mataya. Mataya pun hanya diam, dia sudah kehabisan kata-kata untuk membuat alasan. Dan kini sepertinya pertahannya sudah hancur.


Arabelle mengangkat Mataya dan mendudukkan tubuh Mataya di samping Axel. "Hehehehe, kalian memang cocok kalau menjadi pasangan. Aku menjadi tidak sabar lihat kalian berdua nikah nanti. Bagaimana kalau pernikahannya kita adakan 1 bulan lagi? Apa kau setuju sayang?" tanya Arabelle kepada Adhitama. Adhitama membalas dengan tersenyum dan mengangguk. Sedangkan Mataya dan Axel spontan terkejut.


Sekarang hanyalah tinggal 3 orang saja di dalam Villa, yang bukan lain adalah Mataya, Chairu, dan Adzkiya. 1 jam yang lalu keluarga Pradipta sudah pamit untuk pulang ke penginapan mereka. Mataya kini sedang menyesali perbuatannya kemarin, kalau saja dia tahu kalau kejadiannya bakal seperti ini, mending ia lebih baik dia tidak usah kabur kemanapun. Dia pasti bakal tetap di mansion ayahnya. Ditambah sekarang Mataya sedang kesal dengan Adzkiya dan Chairu, pasalnya kedua sahabatnya itu selalu menggoda dan mengejek nya sejak kepulangan keluarga Pradipta tadi.


"Ahayyy, siapa ni ya yang entar lagi bakal punya suami? Ntar kalo udah ngitu sama lakimu kasih tau rasanya kayak mana ya" goda Adzkiya.


"Hahahaha, mana nih ya yang dari dulu selalu bilang ga pengen pacaran. Eh taunya sekarang malah mau jadi istri orang. Mana sebulan lagi acaranya." ejek Chairu. Mataya hanya memelototi mereka berdua secara bergantian.


🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶


Mataya kini telah siap, dia hanya tinggal menunggu Axel menjemputnya. Aslinya ia tidak ingjn pergi, namun Arabelle selalu saja mengirim chat ke Mataya dan selalu menyuruhnya untuk bersiap-siap.


...Tante Arabelle...


...online...


Sayanggg


Kamu udah siap belumm?


Kalo belum cepetan siap-siap


Axel udah siap nihh.


Tinggal jalan aja dia


^^^udah siap kok Tante, oke.^^^


^^^read^^^


Bagusss


Coba liat foto baju yang kamu pake


Aunty kepo


^^^Send a picture^^^


^^^read.^^^


Suara bel pun akhirnya berbunyi, dan Mataya juga sudah tahu siapa yang memencet bel. Dia langsung membukakan pintunya, dan langsung pergi bersama Axel.


Canggung, ya kata inilah yang sedang dialami oleh Mataya dan Axel. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju butik."Ekhem, Kak.." panggil Mataya, Axel pun langsung menoleh, "kenapa?" jawabnya


"Apakah kakak mengharapkan pernikahan ini?" tanya Mataya ragu-ragu. Axel hanya mengehala nafasnya saja.


"Aku juga tidak tahu, tapi kucoba pikir-pikir lagi juga tidak apa. Coba saja jalani dulu, siapa tahu kita memang berjodoh. Kemarin mommy bilang seperti itu kepadaku. dan lagipula aku pun merasa kau perempuan yang benar-benar, jadi mari kita lakukan saja dulu bersama-sama. Kalau kita memang tidak berjodoh kita tinggal berpisah saja, aku akan langsung membuat surat penceraian kita dan membuat suatu alasan ke mommy." terang Axel panjang lebar. Mataya pun langsung tersenyum, sepertinya memang tidak ada salahnya untuk mencoba dulu.


"Ah, Benar juga. Baiklah, mari kita coba jalani bersama-sama kak. Mohon bantuannya" Axel pun membalas senyuman Mataya dan mengangguk.


...---...


Tidak terasa 3 jam sudah berlalu, sekarang Axel dan Mataya sedang makan siang di restoran yang ada di dekat butik. "Hey, kenapa kau tidak ingin berpacaran?" tanya Axel penasaran.


Mataya yang mendengar pertanyaan Axel hanya mengangkat bahunya. "Ntahlah, semenjak awal masuk SMP aku memang sudah tidak punya niat untuk berpacaran dan menikah" jawab Mataya, memang benar adanya juga kalau dia tidak ingin menikah dan berpacaran semenjak SMP. Mataya hanya tidak ingin menceritakan masalahnya keluarganya ke orang yang baru dia kenal. Lagipula kalau Mataya menceritakan masalah keluarganya itu pasti hanya akan menjadi aib. Axel hanya manggut-manggut pertanda ia mengerti.


"Ah iya, bisakah kau habis ini ke penginapanku? Kata mommy dia ingin bertemu denganmu" tanya Axel. Mataya pun mengangguk. "Tentu saja boleh, kenapa tidak?"


🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶


"Halo sayang, selamat datang" sambut Arabelle dengan hangat, lalu memeluk Mataya.


"Hai aunty" jawab Mataya sambil mengasih kue yang ia beli saat dalam perjalanan kemari. Arabelle pun melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahuku sambil menatapku, "Kok kamu masih manggil aunty sih, ayo panggil mommy. Sebentar lagi kan kamu mau jadi menantu aunty".


"uhm- hai Mommy" ucap Mataya malu-malu. Axel dan Adhitama yang melihat tingkah mereka berdua pun tertawa.


"Bagaimana jalan-jalan kalian tadi? Menyenangkan tidak?" Tanya Arabelle kepada Axel dan Mataya. Mataya menatap Axel lalu tersenyum dan mengangguk.


"Baik kok mom, semuanya berjalan dengan lancar. Aku dan Mataya udah milih yang cocok tadi bajunya. Tenang saja, aku senang kok" kekeh Axel. Arabelle yang mendengar akuan anak lelakinya itupun tertawa senang.


"Baguslah kalau seperti itu, mommy senang mendengarnya. Bagaimana kalau pernikahan kalian mommy percepat menjadi 1 Minggu lagi? Mommy jadinya tidak sabar lihat kalian menikah dan mempunyai anak nanti" celetuk Arabelle. Sontak Mataya yang sedang minum pun tersedak.


"Bukannya itu sangat cepat mom? Mana sempat kalau acaranya dipercepat menjadi 1 Minggu lagi" sanggah Axel. "Apanya yang tidak sempat? Dikamus mommy tidak ada kata seperti itu kau tahu itu kan? Ck, jangan pura-pura bodohlah Axel. Aku tinggal menyuruh anak buahku untuk mengerjakannya. Apa yang tidak sempat?" Axel yang mendengar itu hanya berdecak, sedangkan Mataya hanya diam tidak berani protes.


...---...


Malampun menyambut. Mataya kini masih berada di penginapan keluarga Axel, Arabelle masih menahannya agar tidak pulang. Bahkan dia sempat menyuruh Mataya untuk menginap saja di penginapan mereka, namun ditolak oleh Mataya. Karena alasan dia ingin menghabiskan waktu berlibur dengan sahabatnya itu. Sebab, besok Mataya akan pulang kembali ke Palembang. Dia tidak bisa meninggalkan tokonya lama-lama.


"Ayolah sayang, apakah kau yakin tidak ingin menginap saja disini? Mommy ingin lebih lama lagi mengobrol bersamamu" rengek Arabelle, namun Mataya masih bersikukuh untuk menolaknya. "Maaf mommy, Mataya besok sudah akan balik ke Palembang. Nanti kalau mommy sudah pulang, mommy bisa mampir ke toko kue ku, kita bisa berbicara sepuasnya disitu. Atau tidak aku yang nanti akan ke mansion mommy nanti".


"Apakah kau lupa kalah 1 Minggu lagi acara pernikahan kalian akan diadakan? Kalau kau sudah menikah dengan Axel pasti kau akan sibuk dengannya" protes Arabelle kepada Mataya


"damn, gw lupa" batin Mataya. "Tentu saja aku tidak lupa mom" jawab Mataya. Arabelle pun mau tidak mau mengalah saja.


TBC


Jangan lupa like, comment, rating, and vote! thank u❤️


^^^Kay/Lex^^^


^^^@kyl_1310^^^