Silly Wedding

Silly Wedding
bab 1 Kabur



"Aku ingin menikahkan mu dengan anak sahabat ibumu, aku tidak ingin mendengar penolakan darimu" tegas Danny Rusady-Ayah Mataya. "Ck, kalau saja ibumu tidak membuat janji aneh-aneh dengan keluarga Pradipta dulu, aku tidak akan serepot ini. Bahkan ibumu sudah mengatakan untuk lupakan saja janji lama itu, tapi keluarga Pradipta bersikeras untuk menikahkan anak lelakinya denganmu. Ah ya siapkan dirimu, besok saat jam makan malam mereka akan kesini dan sepertinya mereka ingin langsung melamarmu. Oh god, bisa-bisanya aku dibuat repot oleh mereka..." lanjutnya sambil memijat keningnya.


"Hey! Aku bukannya dari dulu sudah bilang bahwa aku tidak mau menikah, pacaran saja aku tidak pernah apalagi menikah. stop your jokes dad!" protes Mataya. Dia tak habis pikir dengan ayahnya ini, apa-apa selalu seenaknya saja, suka sekali membuat keputusan yang bahkan tidak memikirkan pendapatnya terlebih dulu.


"Gezz, bukankah sudah kubilang tidak ada penolakan? Aku bahkan tidak bisa menolak mereka, kau tahu Pradipta Corp bukan? Kau tahu kan seberapa besarnya kekuasaan mereka itu? Ck, jangan buat aku kesal Mataya!" hardik danny yang masih memijat keningnya, mau bagaimana lagi, mereka adalah keluarga Pradipta. Siapa juga yang berani menentang mereka?


Danny bahkan pusing bagaimana bisa mantan istrinya dapat bersahabat baik dengan Arabelle Hyuna-Nyonya Pradipta, terlebih bisa-bisanya membuat mereka membuat janji konyol bahwa anaknya dan anak lelaki keluarga Pradipta akan menikah saat sudah besar nanti.


Mataya hanya diam dan pergi keluar dari ruang kerja ayahnya. Saat ini di otaknya hanya bagaimana caranya dia membatalkan pernikahan ini.


Tiba-tiba saja ada suatu ide yang terlintas di otak Mataya, Mataya langsung membuka grup chat nya dengan kedua sahabatnya itu


...MAC geng...


^^^Hey^^^


^^^kalian jadi mau ke Bali gak?^^^


•Chairu•


Jadilah. gw berangkat besok pagi


•Adzkiya•


2in


Taya, lu yakin ga mau ikut kita


berdua? Kalo mau ikut gw langsung


booking tiket nih...


"Nahhh, tuhan pasti berpihak kepadaku. Syukurlah, sepertinya besok pagi aku kabur ke Bali boleh juga nih..." celetuk Mataya.


...MAC GENG...


^^^boleh dehh, gw berubah pikiran nih^^^


^^^jam berapa besok pesawat?^^^


^^^Ah ya Adz, tolong booking dulu^^^


^^^tiketnya yaaa, besok duitnya^^^


^^^gw transfer okeyy?^^^


•Adzkiya•


OKEEEE, SIAP BOSSS. besok


pesawatnya jam 10an ya.. Pastiin


jam 8an besok udah di bandara ya.


Biar nyantai. ahahahaa


"YESSSSS!, aku bisa kabur" ucap Mataya dengan girang, dia langsung diam-diam mengemasi perlengkapan yang akan dia bawa besok.


🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶


"Axel, mommy berencana ingin menikahkan mu dengan anak sahabat mommy. Kau mau ya?" rengek Arabelle Hyuna-Mommy Axel kepada sang anak


"What? Are you kidding mom? No, aku gak mau. Mommy tahu sendiri kalau aku saat ini belum ada niatan sama sekali untuk menikah?" tolak Axel dengan cepat.


"Ayolah Xel, mommy yakin perempuan yang mommy pilih tidak salah. Dia gadis yang baik, kau tahu? Diumur 18 tahun ia bisa mendirikan sebuah toko kue, kau tahu Taya's Cake bukan? Dialah perempuan yang ingin mommy nikahkan denganmu" bujuk Arabelle Hyuna "ah sudahlah, sebenarnya mommy juga tidak terlalu peduli dengan alasan-alasan yang kau buat itu. Besok saat jam makan makan kita akan melamar Mataya, jangan mencoba untuk kabur, kau tahu akibatnya bukan?" Axel hanya berdecak mendengar kata-kata sang mommy. Axel mencoba menatap daddynya dengan tatapan memohon bantuan. Daddynya pun tahu maksud dari tatapan anaknya itu.


🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶


Keesokan paginya pukul 7 pagi, Mataya sudah bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Tapi sebelum ke bandara ia mau mampir sebentar ke toko kuenya untuk mengambil kopernya. Ya, semalam Mataya menyuruh pegawai tokonya untuk mampir diam-diam membawa koper Mataya ke tokonya, agar ayahnya tidak tahu bahwa dia ingin melarikan diri.


"Mau kemana kau? Pulanglah sebelum malam, ingat!" pesan Danny.


"Mau ke toko, ya...." pamit Mataya, Mataya pun langsung bergegas pergi ke tokonya.


Mataya tiba di Bandara setelah 30 menit perjalanan dari toko kuenya ke bandara. Mataya langsung check in dan segera mencari 2 sahabatnya itu.


"hey Taya, akhirnya lu datang juga...." sapa Adzkiya dan Chairu sambil menepuk pundak Mataya dari belakang. Mataya pun membalas sapaan mereka dan tersenyum melihat 2 orang sahabatnya.


"Ah ya tay, kenapa lu berubah pikiran? tumben-tumbennya, kemaren bilangnya ga bisa ikut gara-gara banyak pesenan kue?" tanya Chairu, Mataya hanya menggaruk tengkuknya dan menunduk. Chairu dan Adzkiya yang melihat itupun sudah bisa menebak, bahwa Mataya pasti ada masalah lagi dengan ayahnya.


"yaaa, kalian sudah taulah ya... bisa nebakkan? ck, gw lagi kesel bgt, lagi-lagi dia seenaknya ga memikirin pendapat gw. Bahkan nih ya, dia nyuruh gw nikah sama anak temen ibuku, terus malem ini katanya keluarga cowok yang dijodohin sama gw mau ngelamar gw di mansion ayahku, ntar pas jam makan malem. Gw dijodohin sama dia cuma gegara janji lama ibuku sama sahabatnya dulu" gerutu Mataya. Kedua sahabatnya pun bingung untuk menanggapi ceritanya, mereka berdua seketika kehilangan kata-katanya.


"what? Oh my.... Ayahmu memang sudah gila Tay" protes kedua sahabatnya bersamaan. Mataya hanya mengangkat bahunya dan tertawa.


4 jam berlalu, kini Mataya, Chairu, dan Adzkiya sedang berbincang-bincang hal yang tidak penting namun seru untuk dibicarakan menurut mereka. 3 orang itu masih dalam perjalanan menuju Villa keluarga Adzkiya.


"Oi taya, ntar kalo udah nyampe villa lo ceritain semua yang jelas kejadian lu Ama ayahmu yang semalem Ama kita" tegas Chairu, Mataya hanya menaikkan alisnya pertanda bahwa dia setuju.


Kini mereka bertiga sudah bersantai-santai di Villa keluarga Adzkiya. Beberapa jam yang lalu Mataya sudah menceritakan semua dari awal sampai akhir kejadian semalam.


Sekarang sudah pukul 5 sore, pertanda malam akan datang. Sudah banyak sekali panggilan tak terjawab di handphone Mataya, sudah jelas yang menelepon itu ayahnya. Namun, Mataya tidak menghiraukannya


flashback


"Taya, lu ga mau ngabarin ayahmu kalo lu lagi di sini?" tanya Adzkiya "Gw kepo nih sama reaksi ayahmu. Coba chat ayahmu, atau gw aja yang chat?" tawarnya, Adzkiya sangat kepo dengan reaksi ayahnya Mataya saat dia tahu kalau sebenarnya Mataya sekarang berada di Bali. Bukan Adzkiya namanya kalau tidak kepo. Tanpa menunggu jawaban dari Mataya, Adzkiya langsung merebut handphone Mataya.


...Danny Rusady...


...online...


^^^ayah^^^


^^^Aku skrg lg ada di Bali^^^


^^^bareng Adzkiya & Chairu^^^


^^^read^^^


damn


pulang ga kamu sekarang?????


...↖️ missed voice call...


...↖️ missed voice call...


...↖️ missed voice call...


"ahahahhahaa. Liat nih, panik banget tu kayaknya. Mampus, keluarga Pradipta bakal ngamuk kayaknya sama ayahmu nanti malam" ledek Adzkiya sambil menunjukkan chat yang ia kirim ke Danny kepada Mataya dan Chairu.


TBC


Jangan lupa like, comment, rating, and vote! thank u❤️


^^^Kay/Lex^^^


^^^@kyl_1310^^^