
Axel, dan kedua orang tuanya kini sedang bersiap-siap untuk pergi ke mansion Danny Rusady. Yaaa, walaupun dengan berat hati Axel menerima pernikahan konyol ini namun, mau bagaimana lagi? Kalau Axel menolak permintaan mommy dan Daddy nya bisa saja namanya dicoret dari kartu keluarga. Mau hidup dimana dia?
"Oh honey, tampan sekali kau malam ini. Mommy senang melihatnya. Ingat saat sudah sampai disana kau harus memasang muka senang mu, jangan kau pasang mukamu yang masam itu. Kalau tidak siap-siap, nanti mommy cubit" ejek Arabelle. Axel hanya membalas dengan senyuman terpaksanya.
🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶
Saat ini Danny sedang mondar-mandir dengan wajah paniknya di ruang tamu. Bagaimana tidak panik, sekarang sudah menunjukkan pukul 16.00 sedangkan keluarga Pradipta akan datang ke mansionnya setengah jam lagi. Danny berusaha terus menerus menelepon Mataya. Namun hasilnya tetap nihil, tidak ada jawaban sama sekali dari anaknya itu.
"DAMNNNNNNNN" geram Danny
Akhirnya tiba juga saatnya hal yang ditakuti Danny, Yap keluarga Pradipta sudah datang ke mansionnya. Danny mempersilahkan masuk Adhitama Pradipta, Arabelle Hyuna Pradipta, serta tokoh utama malam ini Axel Pradipta untuk masuk kedalam mansionnya.
"Silahkan duduk tuan, nyonya..." ucap Danny sambil sedikit membungkuk. "Uhuk, mohon maaf sekali tuan dan nyonya. Anakku, Mataya Yeshika Rusady kabur dari rumah tadi pagi. Saya baru dikabarkan olehnya tadi sore bahwa sekarang dia sedang berada di Bali" akunya dengan ragu-ragu. Axel yang mendengar itu langsung senyum-senyun tidak jelas. Danny ingin sekali rasanya menghilang dari bumi ini, mau ditaruh dimana lagi mukanya saat ini?
"Ekhem, tidak apa-apa Danny. Mungkin dia terkejut dengan hal ini. Bolehkah kami tahu dimana Mataya tinggal di Bali? Besok pagi sepertinya kami ingin pergi ke Bali saja untuk melamar anakmu. Hitung-hitung sekalian berlibur" putus Adhitama. Axel yang awalnya senyam-senyum langsung memasang muka masamnya lagi. Sedangkan Danny ia hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sial dia lupa menanyakannya. Sudah putrinya kabur dari rumah, tapi dia tidak tahu Mataya akan menginap dimana. Buruk sekali.
"Tuan, makan malam sudah siap" ucap seorang Pelayan dengan sopan sambil membungkukkan badannya. Dan diiyakan oleh Danny.
"yes, I'm lucky..." batin Danny bersorak gembira. Danny pun mempersilahkan keluarga Pradipta untuk makan malam. Namun setelah itu dia izin pamit sebentar ingin ke kamar mandi. Di kamar mandi Danny langsung menanyakan dimana Mataya tinggal.
...Mataya Yeshika...
...last seen at 16.32...
^^^Dimana kau tinggal?^^^
^^^read^^^
typing....
Danny langsung senang saat chatnya langsung dibaca oleh Mataya
...Mataya Yeshika...
...online...
kenapa memangnya?
^^^tidak apa, hanya ingjn tahu saja^^^
^^^read^^^
aku menginap di villa keluarga
Adzkiya....
^^^oke^^^
^^^read^^^
Danny langsung mematikan handphone nya, dan langusng berbegas kembali ke ruang makan.
Kini Danny berserta keluarga Pradipta sudah selesai menyantap makanan mereka, dan kini Adhitama menanyakan kembali hal yang tadi sempat terpotong.
"Dan, Mataya jadi di Bali nginap dimana?" tanya Adhitama kembali
🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶
Paginya Axel dan mommy daddynya sudah tiba di Bali, pagi-pagi sekali mommynya sudah membangunkannya untuk segera bersiap-siap ke Bali. Awalnya Axel mengira daddynya hanya asal bicara di depan Danny, rupanya sesuai dengan perkataan daddynya semalam, bahwa besok pagi tepatnya hari ini mereka akan pergi ke Bali. Padahal saat Axel tahu kalau perempuan yang dijodohkan dengannya kabur, dia sudah sangatlah senang, tapi siapa yang sangka bahwa kedua orang tuanya tetap bersikeras menikahkan nya dengan anak perempuan Danny.
Sekarang Axel dan keluarganya sedang dalam perjalanan menuju Villa yang Mataya tinggali. Arabelle terlihat sangat excited karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan calon menantunya itu. Sedangkan Axel sudah memasang muka kesalnya dari awal perjalanan.
🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶🔸🔶
Mataya, Adzkiya, dan Chairu sedang asik bergosip di ruang tamu sambil tertawa. Mereka bertiga sedang menunggu sarapan mereka datang.
Ting tong
Suara bel berbunyi. Mereka bertiga pun saling bertatapan lalu tersenyum.
"YESSSSS, akhirnya gopudnya nyampe juga" sorak mereka bertiga. Chairu pun membukakan pintu dan dia kaget dengan siapa yang datang. Bukan gopud, melainkan 3 orang asing yang berpakaian rapi.
"ehm, halo. Ada yang bisa saya bantu?" sapa Chairu pada 3 orang asing itu.
"Hai, apakah Mataya nya ada? Saya ingin bertemu dengannya. Saya kenalannya" ucap Arabelle sambil tersenyum kepada Chairu. Chairu pun langsung masuk kedalam lagi untuk memanggil sahabatnya itu.
"Oi, ada tamu lu tuh. Ga tau siapa, lupa gw tanya namanya tadi. Ada 3 orang, 2 cowok 1 cewek" lapor Chairu. Mataya pun bingung. Dan alisnya mengkerut.
"siapa? Kenapa perasaanku tidak enak? Ck" batin Mataya. Dia bingung siapa yang ingin bertemu dengan nya pagi-pagi seperti ini. Terlebih lagi dia tidak punya janji dengan siapapun. Mataya pun mencoba keluar untuk melihat siapa yang ingin bertemu dengannya.
"Halo, saya Mataya. Ada yang bisa saya bantu?" sapa Mataya dengan ketiga orang itu. Arabelle yang akhirnya bertemu dengan Mataya pun langsung berdiri dan memegang kedua tangan Mataya.
"Hello honey, aku Arabelle Hyuna. Sahabat mommymu dulu. Kamu apa kabar sayang? lihatlah, kau sekarang semakin cantik saja" gemas Arabelle sambil mencubit pipi Mataya yang terlihat menggemaskan.
Mataya pov...
Aku pun terkejut dengan orang yang ada didepanku ini. Arabelle Hyuna? Buat apa dia kesini. Aku pun melihat 2 orang lelaki yang ada di belakang Arabelle. Aku sudah bisa menebak siapa saja 2 lelaki itu.
"Ahh, halo aunty. Aku baik kok, terima kasih. aunty juga masih terlihat awet muda. Mari masuk.." balasku dan tersenyum. Arabelle hanya tertawa mendengar perkataanku.
"sialan, pantas saja kemarin ayah menanyakan aku tinggal dimana, seharusnya tidak kujawab saja pesannya yang kemarin" gerutu Mataya dalam hati.
"Terima kasih sayang, Ah ya kenapa kamu kabur kemarin? Maafkan aunty yang datang tiba-tiba dan membuatmu terkejut" ucapnya dengan kedua tanganku yang masih dipegang olehnya.
"ekhem, sebenarnya aku tidak ingin menikah aunty..." balasku sambil menunduk.
"kenapa sayang? Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak ingin menikah?" aku hanya diam, aku tidak tahu ingin menjawab apa. Karena aku juga tidak ingin mengumbar masalah keluargaku kepada mereka.
"Ayolah sayang mengapa tidak kau coba jalani saja terlebih dahulu?" bujuk Arabelle dengan tatapan berharap
TBC
Jangan lupa like, comment, rating, and vote! thank u❤️
^^^Kay/Lex^^^
^^^@kyl_1310^^^