Romance You And Me

Romance You And Me
PART 5



Hai guys... Kembali lagi di lapak saiaa~


Sebelum membaca alangkah baiknya jika like terlebih dahulu ya. Yang mau aja kalau enggak mau juga gak papa ( aku gak maksa nih )


WOKEEE LANGSUNG LANJUT AJAAA!!



SALAM GATENDA!!


꧁ ✿ Happy reading ✿ ꧂


❀❀❀❀


"HUHUUU!! RIGA MUTUSIN GUE MEL HIKSS HIKSS!!" Anes menangis histeris dengan ingus yang sedari tadi meler hingga kebibirnya. Entahlah sudah berapa tissue dia habiskan. Yang jelas. Banyak sekali tisu yang telah dihabiskannya dan dibuang kesana kemari hingga tak terhitung jumlahnya.


"Ya ya sabar dong Nes. Tenang tenang!" ujar Amel mencoba untuk menenangkan temannya.


"HUHUUU SALAH APA COBA GUE?!! HIKSS HIKSS... DIA PARAH BANGET HIKSS" Ujar Anes menangis sekencang-kencangnya karena merasakan hatinya yang sangat perih akibat ulah Riga.


"Sabar Nes! Itu cowok biar gue kasih pelajaran dah! Besok gue temuin ke kelasnya! Enak aja bikin sahabat gue nangis kaya gini!" ujar Vira memunculkan sifat pemberani miliknya.


"DIA JAHAT BANGET HUHUUU!! GUE GAK ADA SALAH SAMA RIGA HIKSS TERUS... TERUS DIA MUTUSIN GUEEE HUHUUU!! COBA BAYANGIN GUE SALAH APA SAMA RIGAA HIKSS" Ujar Anes berteriak kencang.


"Udah Nes udah. Makan seblak yok!" ajak Amel dihadiahi jitakan dari Vira.


"Lo mah! Orang lagi nangis patah hati malah ngajak makan seblak!" protes Vira. "Ya maap!" ujar Amel.


"Riga gue kesel banget sama loo hikss hikss... Tanggung jawab pokoknyaa hikss hikss... Sakit banget Viiirr... Lebih sakit dari pada ketimpa tangga hikss... Dia gak mikirin perasaan gue apa ya? Sakit banget woii huhuuu" Anes jatuh ke pelukan Vira dengan rasa kesal yang membuncah. Perempuan itu terus menangis sesenggukan merasa hatinya yang diinjak-injak oleh Riga. Amel merasa iba dengan perempuan yang tak lain adalah sahabatnya ini.


"Udah Nes udah... Ikhlasin aja biar tenang. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah.. Aminnn" ujar Amel melawak.


"Ih lo mah Mel! Gak lucu tau!" ujar Vira. "Kan gue menghibur. Kok bisa gak lucu sih. Padahal kan gue bener" ujar Amel menggaruk kepalanya gatal.


"Gue gak pernah bosen ngomong sama dia hikkss... Kalau dia butuh pasti selalu gue kasih. Tapi kenapa sih... Kenapa Ga!! Lo mutusin gue padahal hubungan kita belum genap seminggu!! Hiksss! Lo jahat banget Gaa huhuuu" ujar Anes.


"Udah dong sayang. Jangan dipaksa kalau Riga gak mau sama kamu. Toh mungkin besok-besok kamu bisa dapet yang lebih baik dari pada Riga. Benerkan Mel, Vir?" Tanya bunda Anes.


"Iya bener banget bunda" ujar Amel. "Bener tuh Nes. Udah gak usah sedih. Jodoh mah gak bakal kemana. Jodoh sama rezeki udah ada yang ngatur Nes. Makanya gak usah sedih" ujar Vira bijak.


"Iya Nes bener. Lagian lo jadi gak dibully lagi kan jadinya? Udah bebas dari omongan negative orang" ujar Amel.


"Semua itu ada positif dan negatif-nya Nes. Lo mau tetep pacaran sama Riga ya... Lo harus nanggung resiko. Secara yang kita-kitaan tau, Riga itu famous, pinter, ya berbakatlah ya. Apalagi dia anak pemilik sekolah. Wajar kalau famous luar dalem. Dan kalau lo jadi pacarnya jelas-jelas lo dibully kaya kemarin. Kalau menurut gue ya... Bukannya gue gak suka. Tapi lebih baik lo gak lagi berhubungan sama Riga. Ka-" ucapan Vira terpotong.


"TAPI... TAPI GUE SUKA SAMA RIGAA HUHUU... Gue rela dibully Ra hikss.. Demi Riga gue ikhlas dibully" ujar Anes.


"Lo gitu banget sih Nes. Suka sama orang boleh tapi gak usah kayak gini banget. Lo harusnya ngerti Nes. Riga gak suka sama lo ya udah lo harusnya bisa ikhlas. Lo harusnya bisa berlapang dada kalau...


Dunia menolak hubungan kalian berdua"


❀❀❀❀


"Mang pesen seblaknya tiga. Di bungkus semua ya. Yang dua pedes yang satu biasa aja" Ujar Anes diangguki oleh mang seblak bertopi hitam itu.


"Siap deh neng cantikk" ucapnya dihadiahi senyuman oleh Anes. Saat perempuan itu berbalik badan...


BRUUUKKK!!


"Aawwhh duh sakit" ujar Anes mengusap dahinya yang memerah.


"Eh Anes? Maaf ya. Gue gak liat lo. Sumpah beneran. Sakit gak?" Tanya seorang pria bertubuh jangkung tegap dan bermata tajam itu. Anes mendongak.


"Zayyan? Eh? Gue yang salah kenapa lo yang minta maaf?" tanya Anes kebingungan.


"Ya soalnya... Gua gak liat lu. Jadi ya gitu deh. Maaf ya. Makanya makan yang banyak biar badannya gedean dikit hehe" ujar Zayyan terkekeh geli.


"Apaan sih lo. Ngapain kesini? Lu buntutin gue ya?" Tanya Anes melebih-lebihkan.


"Eh? Kaga. Gue gak ngikutin lo. Ini gue disuruh beli seblak buat mama. Tapi karena ada lo. Jadi... Bolehkan gue makan disini?" tanya Zayyan diangguki oleh Anes.


"Boleh-boleh. Makan aja" jawab Anes. "Boleh duduk dimeja lo?" tanya Zayyan diangguki oleh Anes. "Iya-iya boleh. Dah sana pesen dulu" ujar Anes diacungi jempol dari Zayyan.


Sebenarnya... Zayyan sudah merasa kenyang. Tapi karena ada pacar dari seorang Riga yang merupakan lawannya. Hal seperti kenyang pun bisa Zayyan tutupi dan mengikuti rencana awalnya. Pria itu tersenyum miring.


"Mang pesen seblak dua. Pedes semua" ujar Zayyan. "Yoi broo!" jawab mamang seblak penuh semangat.


"Oh ya mang. Itu... Mbak-mbak yang duduk disitu pesen apa aja mang?" Tanya Zayyan kepo.


"Itu... Oh eneng yang cantik itu ya? Nengnya pesen seblak tiga. Yang dua pedes yang satu biasa. Kenapa bro?" Tanya mamang itu.


"Berapa mang?" Tanya Zayyan.


"Totalnya... Karena pedes dua jadi 12.000 terus yang biasa satu jadi 10.000. Jadi totalnya 34.000" jawab mamang itu.


"Ini mang. Nanti bilangin sudah dibayar ya!" ujar Zayyan. "Widihhh siap broo!! Ciee pepet terus nengnya bro" ujar mamang itu.


"Sipp!!"


Zayyan tersenyum sumringah sembari berjalan kaki menuju meja Anes. Ketika sampai, Zayyan langsung melihat wajah tidak enak yang dipancarkan oleh kedua teman Anes.


Pasti kaget, batin Zayyan berkata.


"Nes... Gue duduk sini ya!" ujar Zayyan. Anes manggut-manggut mengerti. "Iya duduk aja gak papa" jawab perempuan itu.


"Kirain sendiri Nes. Rupanya bawa temen" ujar Zayyan. Amel menelan salivanya berat. Astaga! Didepan mereka ada Zayyan!! Si pria brutal yang terkenal dengan kenakalannya yang amat sadis! Bahkan pria itu sudah membuat temannya hampir meregang nyawa karena kenakalannya. Vira duduk agak berjauhan dari Zayyan. Bahaya sekali! Vira duduk tepat disamping Zayyan!


Vira begitu takut. Jantungnya berdegup kencang. Bulu kuduknya berdiri karena ketakutan melihat seseorang yang ada disampingnya ini.


Mimpi apa semalam aku tuhan!, Batin Vira berkata.


Zayyan menoleh dan mendapati Vira yang nampak kaget dengan tatapannya. Zayyan mengerti. Perempuan itu ketakutan. Namun ketika Vira mundur-mundur menjauh dari hadapannya, gadis itu justru terlihat lucu dimata Zayyan. Pria itu terkekeh kecil.


"Hehehe... Gak papa. Gue gak gigit kok!" ujar Zayyan tersenyum. Vira tambah merinding melihat senyumnya itu. Tambah ganteng enggak tambah serem iya! Hihhh!


"Namanya siapa?" Tanya Zayyan pada Vira. Perempuan itu terlalu takut hingga tak berani untuk berbicara. Karena itu... Ituu... Di saku pria itu terdapat pisau yang sepertinya sangat tajam. Zayyan tetaplah Zayyan yang lahir di keluarga psikopat kaya.


"Hei... Gue tanya nama lo siapa?" Tanya ulang Zayyan dengan lembut.


"Gue... Gue.. Vira. Temennya Anes" jawab Vira gugup. "Ohh gue Zayyan. Salam kenal. Santai aja" ujar Zayyan tak lagi ingin mengobrol dengan Vira karena perempuan itu nampak sangat takut berada didekatnya.


"Hubungan lo sama Riga aman?" tanya Zayyan kepada Anes.


"Gue putus sama Riga" jawab Anes lesu.


"Hah? Putus? Gimana ceritanya bisa putus gitu? Siapa yang mutusin?" Tanya Zayyan kepo.


Duh ni anak, akrab banget sama Zayyan!, batin Vira berkata.


"Dia duluan yang mutusin. Gue juga gak tau apa-apa malah diputusin. Belum juga genap seminggu" ujar Anes lesu.


"Jomblo dong lo sekarang haha" ujar Zayyan terkekeh geli.


"Kurang ajar lo ngetawain gua! Padahal lo lebih parah. Lo pasti gak punya pacar kan?" ujar Anes bercanda.


"Gue jomblo tapi gua lagi usaha. Lagi mau deketin cewek. Doain ya biar jadian" ujar Zayyan.


"Iya. Tapi yakin sih gue. Orang-orang yang ngeliat lo aja langsung ketakutan gimana yang mau lo jadiin pacar? Yang ada pingsan tuh orang. Ya gak Mel, Vir?" Tanya Anes.


"Lo maahh! Gituu! Gue kan mau pacaran juga! Pengen ngerasain indahnya suasana cinta. Dan gue jamin gak bakal kaya pacar lo yang belum genap seminggu udah putus" ujar Zayyan.


"Lu kalau ngomong soal itu. Ngomong sama calon pacar lo. Jangan ke gua" ujar Anes.


"Ya ini lagi ngomong sama calon pacar" Ujar Zayyan membuat Anes melotot kaget. Zayyan yang mendapati hal itu langsung refleks tertawa lepas melihatnya.


"HAHAHA! BIASA AJA DONG MUKA LO!!" ujar Zayyan tertawa lepas.


Setelah seblak sampai, Zayyan menyicipnya dengan tenang tanpa gangguan apapun. Pria itu menatap Anes dengan senyuman tipis yang mengembang di wajahnya. Tiba-tiba timbul ide yang terlintas dikepalanya.


"Eh foto yuk!"


❀❀❀❀


Riga mengusap lembut rambutnya yang berwarna coklat itu dengan handuk putihnya. Pria berotot perut yang berjumlah enam itu mengeringkan rambutnya yang basah karena habis mandi. Tiba-tiba Riga yang sedang bertelanjang dada itu dengan sedikit tersentak kaget ketika teleponnya berdering memunculkan nama seseorang dilayarnya.


...Zayyan mengirimkan foto...


Kening Riga mengerut menyatukan kedua alisnya heran. Zayyan mengirimkan foto? foto apa?


...Foto...


.


Zayyan: Lo udah putus sama Anes?


Melihat itu wajah Riga berubah pias karena sebuah foto yang menampilkan Anes tersenyum senang bersama Zayyan. Tak hanya Anes, perempuan itu juga membawa teman-temannya yang lain. Riga mengepalkan tangannya kuat hingga buku-buku jarinya memutih.


"Bang*sat!"


❀❀❀❀


"Gue ikhlas kok bayarin lu. Oh ya. Lu tinggal dimana? Biar gue anterin" tawar Zayyan.


"Eh gak usah Za. Gue sama temen mau naik taksi aja. Gue mau lanjut jalan-jalan ke mall" ujar Anes.


"Wih! Kayanya hepi banget lu putus sama Riga sampe jalan-jalan gitu ke mall. Borong lu?" ujar Zayyan.


"Gak gitu juga Za. Gue mau jalan-jalan karena untuk ngelupain Riga. Ya... Meskipun gue tau gue gak bakal bisa lupain dia dengan mudah" ujar Anes.


"Kapan lo butuh temen curhat. Sama gue aja Nes. Tadi udah gue simpenkan nomor gue?" Tanya Zayyan dijawab anggukan oleh Anes.


"Iyaaa. Paling gue blokir nanti haha!"


"Yeee lu maahh!"


Ketika Zayyan yang sedang asyik bercengkrama itu. Tiba-tiba saja sebuah pukulan mendarat keras dipipinya yang dilontarkan oleh orang yang tidak dikenal.


BUGH!! BUGHH!! BUGGH!!


"BANG*SAT LO ANJ*ING!!! NGAPAIN LO DEKET-DEKET SAMA PACAR GUE BANG*SATT!!!"


BUGGH!! BUGGH! BUGHH!!


"Aaaaa! Riga stoppp!! Riga!! Astaghfirullah!! Riga udah Gaaa!" Semua pelanggan bakso seblak itu penuh berhamburan keluar dari sana untuk melihat ulah Riga yang sedang murka.


"Udaahhh denn! Sudah! Sabar den Ya Allah!! Itu tolongin temannya berdarah!" semuanya berteriak histeris.


"Eh Riga! Stop Ga sudahh!!"


"Tahan emosi lo Ga!! Rigaaa!! Stoppp!!"


BUGHH!!


Riga memukul kepala Zayyan hingga hidung pria itu mengeluarkan darah yang mengalir keluar cukup banyak. Kini giliran Riga yang dibawah. Kekuatan Zayyan tidak perlu ditanyakan. Walaupun wajahnya sudah babak belur tapi kekuatannya tidak berkurang sedikitpun!


"MATI LO ANJ*IINGG!!!" Teriak Zayyan.


"Za! Udah Za stop!! Pleasee jangan lukain Riga!!"


"Udah bro ya Allah! Kasian broo! Heh udah broo!!"


Mamang pemilik bakso seblak itu berhasil memisahkan Zayyan dan Riga. Di tengah keramaian itu, Anes memeluk Riga dari belakang dengan sangat erat. Anes bisa merasakan. Anes bisa merasakan jantung pria itu yang menggila. Nafasnya begitu cepat hingga dadanya naik turun tidak sabaran. Anes sangat takut. Perempuan itu mengeratkan genggamannya di baju Riga. Anes tidak bisa menghentikannya. Emosi dan tenaga pria ini begitu kuat.


"Udah Ga udah" bisik Anes berkata lirih.


"GUE LIAT LO MACEM-MACEM SAMA ANES. SIAP-SIAP MATI LO ANJI*NG!!" bentak Riga ditengah keramaian itu.


"APA LO HAH?!! GAK TAKUT GUEE!!! SINI LO BERANI SAMA GUE! SINI LO HAH!! GUE GAK TAKUT SAMA LO PENGECUTT!!!" Balas Zayyan tidak terima.


Riga melangkahkan kakinya untuk memukul Zayyan dengan tangan besarnya. Namun Anes berhasil menghalangi niatan pria itu.


Semua orang baik yang dari tempat makan bakso seblak, pengendara motor dan mobil. Keluar semua berkerumun untuk menyaksikan pertandingan seru ini. Ada yang merekam memakai handphone, juga ada yang berpihak pada satu orang.


"LO!! LO YANG SALAH GA!! LO!! APA SALAH GUE KALAU GUE DEKETIN ANES!! SALAH GUE APA HAAAHH!! LO UDAH PUTUSIN DIA!! BEBAS UNTUK DIA JALAN SAMA SIAPA AJA!!!" Ujar Zayyan didukung oleh orang-orang yang ada disana.


"WHOOAA AYO NAK!!"


"AMBIL PACARMU BROO!!"


"DIAAMM!! LO SEMUA GAK TAU APA-APA!!! DAN LO!! IKUT GUE!" Dengan langkah tegap dan pasti. Riga mencengkram kuat lengan Anes hingga membuat perempuan itu meringis kesakitan.


Zayyan melihatnya. Zayyan melihat amarah yang membara di mata pria itu. Dan Zayyan berhasil melakukannya. Semua orang berpihak pada Zayyan. Pria itu tersenyum miring.


Lo liat? Heh! Ini belum seberapa Ga. Nanti sore pas kita tanding. Mungkin... Mungkin gue bakal hancurin lo lagi. Dan gadis itu. Anes bakal gue rebut dari lo! Gue gak bakal kalah dari lo, batin Zayyan berkata.


Lo bakal habis ditangan gue Riga!


❀❀❀❀


Riga melempar tubuh mungil Anes ke dalam mobil. Dan menutup mobil itu dengan kuat hingga menimbulkan suara yang terdengar kencang. Riga mengitari mobil dan masuk kedalam mobil itu dengan amarah yang masih menggebu-gebu.


"UDAH GUE BILANG JANGAN DEKETIN DIA!!" Bentak Riga memarahi Anes.


"LO!! ARGHH BEGOO!! HARUS BERAPA KALI GUE BILANG HAH?!!" Bentak Riga menggusar wajahnya kasar.


"Bukan aku yang deketin dia Ga. Aku bisa jelasin" ujar Anes.


"JELASIN APA HAH?!! GAK PERLU NES! GAK PERLU!! YANG HARUSNYA BUTUH PENJELASAN ITU LOO!!" Bentak Riga.


"Ga please dengerin aku!"


"GAK! LO BIASANYA BIKIN GUE MARAH! GUE MUAK SAMA LO NES GUE MUAAK!! GUE BENCI LOO!" Bentak Riga.


"Hanya karena itu? Riga... Kamu gak bisa gitu... Aku sama dia gak ada hubungan apa-apa. A-" Ucapan Anes terpotong.


"Gue benci lo"


❀❀❀❀


"Mau pulang atau ikut gue?" Tanya Riga cuek. "Kamu mau kemana?" Anes kembali melontarkan pertanyaan untuk Riga.


"Markas" jawabnya. Anes menyatukan kedua alisnya bingung.


"Markas? Markas apa Ga?" Tanya Anes tidak mengerti maksud Riga.


"Masa gitu doang gak ngerti?" Ujar Riga.


"Maaf Ga. Aku gak sepinter kamu" ujar Anes memilih untuk mengalah.


"Makanya sering-sering belajar biar mudah ngerti" ujar Riga. "Sore ini gue tanding lagi sama Gatenda. Gue harus ngatur strategi biar menang" jawab Riga.


"Ohh gituu. Boleh deh ikut Riga" ujar Anes memutuskan.


"Gak jadi. Lo gak boleh ikut" ujar Riga mengingat markas yang penuh dengan temannya yang berjenis kelamin laki-laki.


"Hah? Kenapa Ga?" Tanya Anes bingung.


"Disana banyak orang. Laki-laki semua. Ntar canggung. Lo gak boleh ikut nanti merusak suasana" Larang Riga membuat Anes manggut-manggut mengerti.


"Bener. Kamu pasti gak nyaman ya Ga deket aku?" ujar Anes merasa tidak enak. "Maaf ya selalu deketin kamu. Soalnya aku bener-bener suka sama kamu Ga" ujar Anes jujur tanpa celah untuk berbohong sedikit pun.


"Ngapain lo suka sama gue?" Tanya Riga menelisik.


"Karena kamu... kamu ganteng hehee" ujar Anes tersenyum lebar. "Sayangnya kamu jodoh orang. Bukan jodoh aku" ujar Anes tertawa miris.


"Cuma karena gue ganteng lo jadi rela menurunkan harga diri lo? Rela dibully cuma karena gue?" Tanya Riga.


"Aku memperjuangkan kamu Ga. Aku mau ada terus disamping kamu. Biar kamu gak kenapa-kenapa" ujar Anes semakin membuka luka dihatinya.


"Suka boleh tapi be*go jangan" ujar Riga.


"Maaf ya Ga. Kalau kamu terganggu. Aku gak maksud mau ganggu kamu. Aku... Aku cuma mau mastiin kamu baik-baik aja" ujar Anes. Riga diam bukan karena dia cuek tapi karena Riga kehabisan kata-kata. Ternyata semua perkataan Anes menusukkan banyak luka di hatinya. Entah kenapa bisa begitu. Mungkin karena merasa iba.


"Boleh aku tanya satu hal?" ujar Anes kembali membuka suara. "Hm" balas Riga.


"Kita beneran putus ya Ga? Apa gak ada harapan buat aku jadi pacar kamu lagi?" Tanya Anes memohon dengan mata yang memelas.


"Ada"


"Jauhin Zayyan dan lo jadi pacar gue"


❀❀❀❀


Huhuuu... Dikit banget yang baca novel aku. Ya udah deh gak papa.


Gimana nih? Kalian berada di-tim yang mana?


ZAYYAN & ANES


or


ARIGA & ANES


Anes sama Zayyan aja biar Riga sama aku hahaa!


Yok yok yok! Pada like dulu. Sedih banget aku tuu banyak yang baca tapi like-nya kurang.


Gak maksa kok guys wkwk.


Wokeee sampai sini dulu cuap-cuapnyaaa~


Salam dari ibu negara Gatenda,


ANISA G. HATTA