Romance You And Me

Romance You And Me
PART 2



Hai guys... Kembali lagi di lapak saiaa~


Sebelum membaca alangkah baiknya jika vote terlebih dahulu ya. Yang mau aja kalau enggak mau juga gak papa ( aku gak maksa nih )


WOKEEE LANGSUNG LANJUT AJAAA!!


Happy reading...


•••


Di lorong sekolah berlantai putih dengan suara teriakan dan bisikan-bisikan yang tentunya mengandung toxic, penuh dengan kalimat-kalimat kebencian. Apakah itu namaku? Yup! Anesya Olivia berhasil mengukir sejarah yang cukup memalukan di Galaksi Internasional School. Menjadi perbincangan hangat untuk para penghuni SMA yang paling terkenal di seluruh pelosok negeri.


Gila ya! Hari ini namaku gak ada habis-habisnya disebut di sana sampe kesini cuma untuk ngomongin hubunganku sama Riga! Ini kuping sampe panas dengerinnya. Gak bosen apa ghibahin aku mulu. Toxic dimana-mana, isinya gak ada yang bagus lagi. Behhh dalam satu hari ini. Aku bener-bener capek terus ditanyain kesana kemari tentang hubungan aku dengan Riga. Oh ya… Riga kemana ya? Dia risih ga dengerin komentar orang?


"Gila ya tuh cewek! Berani banget nembak Riga! Ih murahan banget!" ujar salah satu siswi berbaju putih dengan rok yang bisa terbilang sangat mini.


"Denger-denger ini cewek dari kelas XI IPA 4. Gak cocok banget pokoknya kalau jadian sama Riga. Gak ada bagus-bagusnya mendingan juga Riga pacaran sama gue dari pada sama tuh cewek" ujar salah satu siswi tanpa nama tersebut.


"Sampe sekarang pokoknya gue masih gak percaya dengan apa yang gue liat tadi siang! Kok bisa-bisanya sih Riga nerima cewek kaya gitu. Mending kalau pinter lah ini? Udah keliatan sih bobroknya. Harusnya dia ngaca ya. Udah tau jelek, bodoh, jauh banget dari Riga malah nembak Riga di depan umum. Bikin malu aja!" Ujar salah satu siswi yang aku tau dia adalah anak guru.


"Nes… Ayo Nes semangat jangan dengerin apa kata mereka!" Ujar Vira menyemangati. "Iya Nes… Mereka kan gak tau apa-apa tentang perasaan lo yang tulus untuk Riga. Tunjukkin sama mereka Nes. Lo harus bisa buat Riga suka sama lo!" ujar Amel.


"Bener tuh. Biar tau rasa orang-orang yang gak suka sama lo. Lagian kalau gue jadi lo pasti gue udah lapor ke Riga tentang masalah ini. Sumpah ganggu banget. Berisik lagi. Panas nih kuping gue!" ujar Vira.


"Maaf banget. Gue gak bermaksud untuk malu-maluin. Gue juga udah buat lo pada risih sama omongan orang. Sebenernya dari awal gue udah nebak kalau reaksi mereka bakal kaya gini. Tapi gue gak nyangka bisa seheboh ini. Bahkan sampe ada yang coret-coret dan bakar foto gue di halaman belakang. Tega banget. Padahal gue gak bermaksud jahat" ujar Anesya bersuara lirih.


"Nah dari situ harusnya lo paham. Orang-orang gak semuanya tau tentang lo. Jadi apa yang mereka omong sampe bertindak yang nyakitin hati lo. Ya cuekin aja. Nanti juga mereka bakal capek sendiri ngomongin lo" ujar Amel menasihati.


Vira sama Amel… Beneran dukung aku. Aku jadi merasa bersalah banget. Kelas kami jadi banyak kena omongan orang karena hubungan aku sama Riga. Tapi… Kalian nyadar gak si. Riga bukan siapa-siapa aku. Tiba-tiba aja mau terima aku sebagai pacarnya. Apa Riga selama ini diem-diem suka sama aku ya? Ah gak mungkin lah. Mana ada kaya begitu. Orang kaya gitu mah gak bakal kenal sama aku. Aku yakin dia aja gak tau sama nama aku. Tapi… Eh itu siapa?


Seorang perempuan dengan seragam SMA yang ketat. Rok yang pendek. Rambut yang sengaja di cat berwarna pink. Dan liptint merah. Aku gak tau itu siapa. Tapi... Kaya pernah denger dia itu kakak kelas yang paling galak sepanjang masa. Iya sih udah keliatan dari mukanya aja udah serem.


"HEH! LU BOCAH! IKUT GUE!!" perempuan tak dikenal itu langsung menyeretku ke tempat yang kosong dan banyak jaring laba-laba. Vira dan Amel sibuk berlarian mengejarku namun sayangnya gerakan kakak kelas ini begitu cepat dan kasar! Lenganku terasa perih ketika diseretnya.


Aku kenal tempat ini. Kata Vira, kelas kosong ini merupakan markas dari kelompok yang diketahui anggotanya sangatlah galak dan diisi oleh kakak-kakak kelas bermulut tajam. Baru saja aku ingin berbicara namun…


PLAAAAKKKK!!!


Aku terjatuh tersungkur ke lantai dan memegangi pipi sebelah kananku yang ditampar kasar olehnya. "APA LO HAH?!!! BERANI LO SAMA GUE?!!" bentak seseorang yang dihadapannya ini. Dia begitu kejam. Tatapannya yang menusuk itu berhasil membuatku merinding ketakutan.


"APA YANG LO LAKUIN KE RIGA?!! APA HAH?!! SAMPE DIA NERIMA CEWEK KAYA LO!! CEWEK GAK GUNA KAYA LO?!!" Bentak perempuan itu. Jantungku ini mulai menggila. Tanganku gemetar ketakutan. Air mataku mulai menetes.


"DASAR PEREMPUAN GAK TAU MALUU!! PUTUSIN RIGA SEKARANG ATAU GUE KUBUR LO HIDUP-HIDUP?!!!" Bentaknya. "GUE GAK PERNAH MAIN-MAIN SAMA UCAPAN GUE!! INGET KATA GUE! KALAU LO MASIH PACARAN SAMA RIGA JANGANKAN NGUBUR LO HIDUP-HIDUP. GUE SANGGUP BUAT LO MISKIN 7 TURUNAN!!!" Bentak perempuan itu. Aku memilih mundur. Air mataku tak kunjung berhenti. Hatiku terasa terkoyak oleh ucapan setajam belati itu. Aku harus apa? Tolong aku Tuhan…


"Wah wah... Ada siapa nih. Oh cewek ini? Yok yok berdiri dulu. Oh ini lo ya? Yang nembak Riga terus diterima ya sama Riga? Lo pake pelet apa hm? Eh eh eh kok nangis? Jangan nangis dong sayang… Mana sih gue mau liat sifat pemberani lo itu. Sangking beraninya malah keliatan NORAK DIMATA GUE!!"


BRAAAAKKKK!!!


"Kalian ngapain disini?" Suara dingin itu…


RIGAAAA!!!


Aku menoleh kesamping dengan kedua mata yang membulat sempurna. Pangeranku datang! Dia datang! Jantungku semakin menggila. Nafasku memburu dengan menahan sakit di pipi. Kepalaku terasa pusing tapi seseorang itu berhasil memulihkannya. Riga datang! Pria itu datang untuk menolongku?


"Ah… Eh anu… Ga Riga jangan salah paham dulu. Aku… Aku bisa jelasin semua ini" ujar perempuan itu yang kulihat nicknamenya tercantum nama Sophia.


"Heh! Bulshit" ujar Riga terkekeh kecil namun terlihat jelas jika dia sedang mengejek Sophia.


"Ga percaya sama kita. Kita ga-" ucapan perempuan itu terpotong. Yang ku lihat namanya adalah Bella. Yup! Sophia dan Bella adalah dua kakak kelas yang terkenal galak dan bermulut tajam.


"Keluar" ujar Riga dengan tatapan tajam yang menusuk. Sophia menggeleng menoleh suruhan Riga. "Jangan buat gue ngomong untuk yang kedua kalinya" ujar Riga langsung membuat kedua perempuan itu berlari ketakutan.


Ketika kelas yang sepi tak berpenghuni itu ditinggali oleh dua perempuan berkuku panjang tadi. Aku mencoba untuk berdiri. Aku melihat sorot mata dingin yang dipancarkan oleh Riga. Pria itu tidak melakukan apapun, membantuku untuk berdiri saja tidak. Tapi pria itu terus menatapku dengan kedua tangan yang dimasukkan ke kantung celana. Aku meneguk saliva takut. Aku memilih menunduk karena tak berani menatapnya.


"Gue lakuin ini karena kasian. Bukan karena gue suka sama lo" ujar Riga, lalu pergi begitu saja meninggalkanku sendiri di keheningan pada kelas kosong di kala itu. Walaupun begitu aku tetap tersenyum.


Jika cinta dimulai dari peduli. Apakah peduli dimulai dari rasa iba? Menurutku itu adalah awal dari cinta.


- Anes


•••


HALLOOO!!!


Kalian tim apa nih?


...SALING SUKA...


...or...


...PUTUS??...


Aku tunggu ya komenan dari kalian 🤧


Menurut kamu berapa nilai untuk part kali ini? 1-10


Terima kasih yang sudah like dan support terus novel ini. I love you paling gede dari paus biru 💕


^^^Next??^^^


...ANISA G. HATTA...