
Happy reading...
•••
Most wanted sekolah? Apa kalian pernah mendengarnya? tujuh orang pria dengan wajah yang tampan dan tentunya memiliki dompet yang super tebal. Mendengar teriakan yang menggema dengan pujian mengatasnamakan namanya sudah biasa terdengar ditelinga. Mungkin bukan lagi hal tabu.... Dan juga bukanlah hal yang aneh. Jika para kaum hawa begitu banyak menyukai tujuh atlet kebanggaan sekolah itu.
Aku.... Adalah salah satu dari para perempuan itu. Namaku bukanlah nama yang cukup terkenal di sekolah. Begitu beda dengan namanya yang bahkan setiap hari ada di mading sekolah, yang sering membanggakan nama tempat ini. Tujuh orang pria yang begitu banyak digandrungi para perempuan. Berbeda denganku yang hanya manusia biasa yang bodoh dan juga ceroboh.
Ariga Adam Gardapati, si tampan yang merupakan anak pemilik sekolah ini. Hidungnya yang mancung dan bulu mata yang lentik, kulit eksotis dan kaki yang jenjang. Tepat 1 tahun aku menyukai pimpinan dari geng atlet itu. Tapi sayangnya dia tidak pernah mengenalku. Jangankan mengenalku, meliriku saja dia tidak pernah melakukannya. Mengetahui aku hidup saja dia tidak tau. Ya itu benar... Di sekolah seluas ini yang mana rata-rata semua perempuan pasti berlomba-lomba ingin menjadi pacarnya. Aku hanya salah satu diantara mereka.
"BAAA!!!" Kejut Vira. Tentu saja aku tersentak kaget ketika sahabatku ini tiba-tiba mengejutkanku. "Kenapa lo? oh lagi liatin Riga. Udah pulang juga tuh orang-orang ganteng. Siap-siap aja nanti dipajang lagi pialanya" ujar Vira. Yup! Riga dan teman-temannya itu memang baru saja pulang dari Jakarta setelah menyelesaikan lomba tingkat Nasional di bidang olahraga. Aku menghela nafas panjang.
"Coy kantin yok! Laper banget nih gue. Kruyuk-kruyuk mulu bunyinya. Sekali-kali napa ya kapan laper lagu BTS yang di puter. Kan jadi enak gitu dengernya" ujar Amel si penggemar setia boy band Korea.
"Mimpi aja lo. Mana ada perut laper bunyinya lagu BTS. Ngaco" ujar Vira geleng-geleng kepala.
"Eh lu pada ada yang mau main TOD gak? Truth or Dare?" tawar Amel diangguki semangat oleh Vira. "BOLEH BOLEH!! Gabut banget gua hari ini sumpah. Mana habis ini pelajaran Gatot lagi... Bikin ngantuk aja tuh orang" ujar Vira.
"Lagi males banget gue... Lu pada aja deh" Aku menunduk lesu dengan menghela nafas pasrah. "Lu mah kaya gituu... Diajak main kaga mau. Diajak makan kaga mau. Lama-lama gue masukin tiktok aja lu biar viral!" ujar Vira.
"Ga to the je. Gaje! Mending makan odading Mang Oleh biar jadi ironmen" ujar Amel.
"Ba to the cot. Bacot! Yuk ah main. Tarik sisss!! Semongko! Ayok dong semangat Nes! Lu mah lesu banget" ujar Vira dengan penuh semangat yang membara.
Akhirnya aku mengalah. Huftt... Cuaca yang panas terik gini lebih enak tidur di kamar dikipasin sama Panasonic kan?
Aku menjulurkan tanganku diatas tangan mereka berdua. Ketika sudah siap kami segera memulai permainan.
"HOM PIM PA ALAY IUM GAMBRENG!!!" Teriak Vira dan Amel dengan suaranya yang cempreng.
"LU LU LU!!! TRUTH OR DARE!! PILIHH!" ujar Vira paling semangat.
"Truth aja lah guee" jawabnya. "Setiap kali lu berak. Warnanya coklat muda, coklat tua, atau kuning?" tanya Vira si manusia paling jahil.
"Coklat tua. Enak tuh kalau dimakan!" ujar Amel membuat aku dan Vira mengernyitkan dahi kami kompak.
"Dih lo mah makanan mulu yang dipikirin" ujarku dengan geleng-geleng kepala mendengar jawaban Amel.
"Hehekk ya maapp!" balasnya. "Ya udah ya udah! Lanjutt!" ujar Vira.
"HOM PIMPA ALAY IUM GAMBRENG!!!" Teriak keduanya. Sedangkan aku masih santai-santai saja karena yang mendapat giliran adalah Vira.
"TRUTH OR DARE?!!" Teriak Amelia penuh semangat.
"AH ELAHH!! TRUTH AJA DEH GUEE!" ujar Vira memutuskan untuk memilih kejujuran.
"Sekarang lo masih suka gak sama Devan? Pokoknya harus jujur, sesuai fakta, dan FAKTUALL!!" Ujar Amel. Vira mengendikkan bahunya sembari melihat ke samping memberi jawaban jika dirinya tidak tau.
"Jawab yang bener Ra!" suruh Amel.
"DEVAAANNN!! ADUH WOI! DEVAAANNN VIRA MASIH SUKA SAMA LOOO!!!" Teriak Amel sekencang mungkin karena kelas XI IPA 1 berdekatan dengan kelas XI IPA 4 yang merupakan kelasku, Amel, dan Vira. Aku tertawa lepas ketika mendengar dan melihat semua ini.
"SSHUUTT!! DIEM GAK LOE?! AMEEELL!!" Teriak Vira dengan kekesalan yang memuncak.
"HAHAHA!! SORI BANGET YE KALAU SI ATLET ITU DENGEERRR!!" Teriak Amel membuat Vira kesal.
"Ah lo mahh!!" Vira memanyunkan bibirnya lalu kembali duduk di sebelahku. Aku yang tak bisa berhenti tertawa pun langsung di jitak tepat sekali di dahi oleh Vira.
"YOK YOK YOK LANJUT AJAA!!" ujar Vira berusaha untuk mengatur degup jantungnya karena ulah Amel. Perempuan itu berusaha untuk mengalihkannya.
"HAHAHA!! IYA-IYA MAAP NIHH!" ujar Amel dengan tawa yang lepas.
Ketika aku menjulurkan tanganku.
"HOM PIM PA ALAY IUM GAMBRENG!!" teriak keduanya kompak dan tentunya bersamaku.
"MAMPUSS AKHIRNYAAA!!"
"DAPET JUGA KAN LOOO!!"
Hufttt... Kali ini aku yang menjadi gilirannya.
"TRUTH OR DARE?!!" Ujar keduanya kompak dengan penuh semangat yang berapi-api.
Apakah aku harus memilih kejujuran atau tantangan? hmm... sepertinya tidak lagi karena... Amel dan Vira telah memilih kejujuran. Akan terasa kurang seru jika aku juga memilih kejujuran. Alhasil aku memilih.
"Gue dare aja deh!" jawabku singkat. Sontak aku langsung mengerutkan keningku heran ketika Vira dan Amel saling bertatapan dan tersenyum lebar.
Apa yang direncanakan oleh kedua manusia itu?
"KIRIM SURAT CINTA UNTUK RIGA!
SEKARANG!!"
•••
HALLOOO!!!
Kuch kuch hota hai~
Likenya likenyaa
Terima kasih yang sudah support terus novel ini. I love you paling gede dari Paus Biru~
^^^Next??^^^
ANISA G. HATTA