
Hai guys... Kembali lagi di lapak saiaa~
Sebelum membaca alangkah baiknya jika like terlebih dahulu ya. Yang mau aja kalau enggak mau juga gak papa ( aku gak maksa nih )
WOKEEE LANGSUNG LANJUT AJAAA!!
...࿐...
...SALAM GATENDA!!...
...꧁ ✿ Happy reading ✿ ꧂...
...❀❀❀❀...
( POV OFF )
Di koridor sekolah yang terang dengan adanya sinar matahari pagi. Menghadirkan tujuh orang pria berwajah tampan beserta tubuh atletisnya. Ada yang bersenandung, gelak tawa yang terdengar dimana-mana, dan ada yang sibuk berpacaran dengan gadisnya.
Yang paling depan diantara semuanya, adalah Riga. Si pria berhidung mancung lengkap dengan kedua matanya yang tajam dan berbulu mata lentik. Bola matanya yang berwarna cokelat. Bibirnya yang berwarna merah muda. Kedua alisnya yang tebal. Tubuhnya yang tinggi dengan otot yang melekat di lengannya. Pria berhead band merah didahinya itu sontak menghentikan langkahnya ketika seorang perempuan cantik bertubuh mungil berdiri dihadapannya. Riga menatap tajam seseorang ini.
"Ngapain lo disini?" Ujarnya dengan sorot mata yang dingin seolah mencengkram kuat seseorang dihadapannya.
Semuanya diam. Ke-enam orang itu fokus dengan seorang perempuan yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat para rakyat penghuni Galaxy Internasional School. Seseorang pria dibelakang Riga memberi syarat pada Anes dengan menggelengkan kepalanya supaya Anes tidak mengganggu waktu Riga. Namun sepertinya Anes tetap kekeuh dengan tindakannya.
Perempuan itu tersenyum hangat. "Ini untuk Rigaa!" ujarnya dengan penuh harapan agar Riga menerima bunga mawar yang sengaja di tempel diatas kotak bekal berisi roti isi dan potongan buah. "Hari ini Riga latihan basket kan? ini gue bawain bekal tapi gak ada minumnya maaf ya gue lupa bawa minumnya. Besok gue bawain deh tenang aja! Ini sebagai ucapan terima kasih gue karena kemarin lo udah nolongin gue" tambahnya.
"PIWIIITTT!! SO SWEET BANGET NEENGG!! ABANG KAPAN DIBAWAIN JUGA?" Ujar salah satu teman Riga yang bernama Gibran, si cowok cerewet yang tidak lagi jomblo alias sudah mempunyai pacar.
"SSTTT!! DIEM LU MUKA PANTAT!" ujar salah satu teman Riga bernama Leo. Anes tidak memperdulikan Gibran dan Leo. Perempuan itu tetap tersenyum menatap Riga begitupun dengan pria itu yang membalasnya dengan tatapan tajam seperti elang.
"Ini untuk Riga. Gue buat sendiri Ga. Terima ya? Ini sebagai ucapan terima kasih gue" ucapan Anes terpotong. "Gak usah. Gue gak butuh" balas Riga datar lalu melangkahkan kakinya menuju kelas meninggalkan Ames yang menunduk sedih. Seseorang menghampiri Anes dengan senyum yang mengembang.
"Hehe! Jangan sedih! Gue Melvin. Sekelas dengan Riga. Sini biar gue aja yang ngasih ke-dia" Pria bertubuh gendut dengan perut yang membuncit itu tertawa kecil. Pipinya yang gembul membuat Anes gatal ingin mencubitnya. Kemudian Anes tersenyum sumringah.
"Oh iya iya! Kenalin gue Anes! Tolong ya kasih ke Riga. Jangan dimakan ya Vin! Gue udah capek-capek buat untuk Riga. Makasiihhh bangettt sebelumnyaa" ujar Anes bersemangat.
"Hehe! iya iya! Gue bagian dari Gatenda pasti lo tau dong masa kaga. Ya walaupun gue bukan atlet sih hehee! Kalau lo mau tiap hari ngasih ke Riga bilang aja sama gue. Gak bakal gue makan kok suerr!" ujar Melvin terkekeh kecil.
"Gue merasa kebantu banget sama lo Viiin! Makasih ya! Jangan sampe bunganya jatuh ya. Pokoknya bunga, bekal, kalau lo punya duit tolong beliin Riga minum dong Viin. Pasti dia kehausan. Apalagi hari ini dia latihan" ujar Anes memohon dan diangguki oleh Melvin.
"Okeee!! Dah sana lu masuk kelas. Yang ini biar gue yang kasih. Percaya aja sama gue" ujar si pria bertubuh besar itu.
"Iya-iya makasih ya Viinn!"
...❀❀❀❀...
"Ga!" Panggil Melvin berjalan tergopoh-gopoh menuju meja Riga dengan bekal makanan Anes yang dibawanya. Riga yang melihat kotak makanan itupun langsung membuang muka tidak suka.
Riga menoleh kebelakang menatap Leo dan Bagas yang saling berlawanan main stick kayu. Riga lalu menoleh kesamping tempat dimana teman sebangkunya duduk tepat disebelahnya, Devan tertidur pulas. Riga menoleh kesamping Devan. Gibran sibuk pacaran dengan pacarnya yang merupakan teman sebangku Gibran. Lalu dibelakang Gibran ada Julian yang sedang menggambar anime hent*ai. Riga menghela nafas kali ini dia tidak bisa kemana-mana.
"Ga! Nih dari Anes buat lo" ujar Melvin menarik satu bangku. Stop! lalu mendudukinya. Riga lagi-lagi menghela nafas panjang.
"Gue gak laper" ujar Riga berbohong. Padahal perutnya belum diisi sejak tadi karena dirinya telat bangun tidur.
"Hah? Gak mau? ya udah buat gue ya? Mumpung ada... Ada berapa nih?" tanya Melvin membuka kotak bekal berisi roti isi yang dibuat oleh Anes.
"Satu... Dua... Ada empat Ga! Makan yok. Enak nih. Ini isi apaan aja ya? Oh isi keju semua. Makan Ga! Enak lho!" ujar Melvin melahap satu roti berbentuk bulat lingkaran yang digoreng sampai warnanya kecoklatan. Ketika Melvin melahap roti isi itu, Riga lantas menelan salivanya sendiri karena Melvin. Riga merogoh saku celananya dan.
Gue gak bawa duit lagi. Laper, batin Riga berkata.
"HMMMM NYUMMYY!! ENAAAKK! Masih enak. Woi pada mau roti isi goreng ga? Enak banget sumpah masih angeett lagi" ujar Melvin melahap roti goreng itu dengan penuh semangat.
Ketika mendengar perkataan Melvin. Semua bagian Gatenda langsung menyerbu meja Riga dengan perut yang siap diisi.
"Gila wangi banget. Anes yang bikin ya? Minta cuyy!" ujar Bagas dengan semangat 45!
"Waaaahh!! Di gorengnya pasti pake perasaan cinta yang membara nih. Liat aja sampe coklat keemasan gini" ujar Julian memanas-manasi Riga.
"Eh Ga? gak makan lo? Gue minta ya?" ujar Leo.
"Yang itutuh.... Gileee tidur mulu tuh orang. Tiap jamkos pasti tidur. Gak mau makan apa? Yok ayankk makan dulu yok mumpung belum ada guru yang masuk" Ujar Gibran mengajak pacarnya untuk memakan makanan yang dibawakan oleh Anes.
"Kapan gue bilang boleh?" Ujar Riga bernada dingin dan tajam. Semuanya lantas mundur dari tempatnya masing-masing ketika mendengar ucapan Riga.
"ELAAAHH!! TADI GAK MAUU SEKARANG MAU! GENGSI AJA GEDEIN TEROSSS!!" Ujar Leo benar-benar tepat sasaran. Namun Riga pura-pura tidak mendengarnya dan sibuk mengunyah roti goreng isi.
"Ah elah bos! Udah seneng-seneng dikasih makanan malah diambil. PHP bener dah!" ujar Bagas menggaruk kepalanya gatal.
"IH BAU BANGET RAMBUT LO? KECEMAK *** AYAM LU YA?!!" ujar Gibran menutup hidungnya sendiri dengan yang paling heboh.
"Hah? Eungghh ***? *** apaan? HOAAAMMMM!!" Devan meregangkan otot-otot di tubuhnya dengan kedua mata yang sayu.
"Enak aja lu kalau ngomong! Mana ada gue kecemak *** ayam? Lu kali yang kejatohan *** burung" balas Bagas tidak terima.
"Burung? Burung mana bisa ngeluarin ***? Kan bisanya cuma ngeluarin pipis" ujar Gibran.
Devan melirik kearah Riga yang melahap roti goreng isi tanpa minat. Pria itu memakannya tanpa semangat sedikitpun. Setelah Devan lihat ternyata rotinya isi keju. Pantas saja Riga terlihat tidak suka dengan makanannya. Karena Devan tau jika Riga tidak menyukai keju.
PLAAAKK!!
"ADUH GA AMPUUNNN!!"
...❀❀❀❀...
...( SEDIKIT BAGIAN DARI PART SELANJUTNYA )...
Riga membelah jalanan ibu kota yang basah terguyur hujan deras. Riga mengendarai motornya menuju rumah. Namun kedua matanya tak sengaja menangkap seseorang yang tengah meringkuk kedinginan dibawah atap halte bus. Riga memberhentikan motornya dan menurunkan standar untuk menahan motornya.
"Mau pulang bareng?"
"Hari ini kita putus"
...❀❀❀❀...
Mari kenalan dengan anggota Gatenda!!
ARIGA ADAM GARDAPATI, Ariga atau yang biasa dipanggil Riga ini adalah pimpinan dari kelompok Gatenda. Sifatnya yang cuek berhasil menambah kesan dingin yang dipancarkan saat berjalan diantara banyaknya para kaum hawa. Tak heran jika dirinya masuk kedalam kategori cowok idaman para perempuan di Galaxy Internasional School, karena wajahnya yang tampan, tubuhnya yang atletis, dan jangan lupa jika dirinya mempunyai banyak uang dan kekuasaan yang besar. Jadi tak heran jika Riga digandrungi banyak perempuan.
DEVAN RAVINDRA, yang merupakan pria idaman atau incaran bagi sahabat Anes, yaitu Vira. Walaupun Devan memiliki kebiasaan unik yaitu sering tidur pada saat guru datang atau jamkos, tapi herannya Devan selalu mengerti dengan apa yang diajarkan oleh gurunya.
GIBRAN AREGAN BASYIR, tak lagi jomblo dan memilih setia pada kekasihnya yang bernama RANIA CHRISTINE. Sudah 2 tahun dirinya menikmati masa indah saat-saat pacaran dengan Rania. Selama itu banyak badai menghadang namun keduanya tetap kompak dan setia meski mereka berdua berbeda agama.
“Se-amin tapi gak se-iman itu sakit ya?”
#Gibran
BAGAS AL-FATIH, Si pemberani yang satu ini merupakan atlet kebanggaan sekolah yang mengembangkan sayapnya dibidang bolling. Ototnya? Jangan ditanya! Kulit yang paling putih dimenangkan oleh Bagas. Yup! Bagi perempuan pecinta sixpack dan pria berkulit putih, Bagas pasti menjadi incaran kalian.
LEONARDO ASLI MANADO, Si pria tangguh yang setia dengan Tuhan Yesus. Telah diberkati dengan bakatnya di bidang renang. Menghasilkan otot-otot yang melekat ditubuhnya dan tak lupa, Leo juga diberkahi ketampanan yang melebihi batas dan kepintaran diatas rata-rata.
JULIAN MAHARDIKA, sama dengan Leo. Julian juga penganut agama Kristen. Walaupun dirinya dikelilingi oleh teman-temannya yang beragama Islam, namun bukan berarti dia tidak bisa menghargai teman satu kelompoknya yang berbeda. Oh ya! Lian diberkahi kemampuan yang kaya akan seni lukis dan wajar saja jika pria itu banyak mendapatkan piala emas di bidang seni.
MELVIN WIDYATJAYA, si gendut berhidung mancung dan berpipi chubby. Sebangku dengan Lian membuatnya menjadi belajar menghargai seseorang yang berbeda keyakinan dengannya. Melvin yang dikenal sebagai pria yang bertanggung jawab dan terkenal ramah itu menjadi pria yang sangat baik dan banyak disukai semua orang karena sifatnya yang berbeda dengan Riga yang terkenal cuek. Tak hanya itu Melvin juga sangat pintar dibidang matematika dan IPA. Tak heran jika dirinya masuk dalam kelas unggulan pertama.
Oke segini dulu ya.
Aku tunggu ya komenan dari kalian 🤧
Menurut kamu berapa nilai untuk part kali ini? 1-10
Terima kasih yang sudah like dan support terus novel ini. I love you paling gede dari paus biru 💕
^^^Next??^^^
...ANISA G. HATTA...