Romance You And Me

Romance You And Me
PART 1



Hai guys... Kembali lagi di lapak saiaa~


Sebelum membaca alangkah baiknya jika vote terlebih dahulu ya. Yang mau aja kalau enggak mau juga gak papa ( aku gak maksa nih )


WOKEEE LANGSUNG LANJUT AJAAA!!


Happy reading...


•••


Namaku Anesya Olivia. Biasa dipanggil Nes atau Anes. Korban setan bodoh dan ceroboh, itulah aku. Apalagi kalau di bidang matematika. Beeehh! jangan ditanya! Pokoknya secinta apapun aku dengan pelajaran yang satu itu pasti aja jatuhnya nyesek banget.


Vira Athiya dan Amelia Yunizar. Temen yang sama bobroknya denganku. Kepintaran kami jauh dibawah rata-rata. Kalian tau gak? Kami gak lagi jomblo. Kami bertiga udah punya pasangan masing-masing. Yaitu kasur, bantal, dan guling. Intinya kalau bunda udah bangunin kita dari tidur. Alasan yang pertama kali diucapkan adalah...


"JANGAN PISAHIN KAMI! KAMI SALING MENCINTAI!!!"


Tidak ada prestasi, nilai matematika selalu di bawah 70, dan juga pemalas! Itulah kami! Anak-anak di kelas XI IPA 4 memang kaya gitu semua. Yang bikin nyesek itu ketika guru datang dan membandingkan kami dengan kelompok para manusia pintar. Kelas XI IPA 1. Di kelas itulah pujaan hatiku berada. Kelas yang berada tepat disamping kelasku itu begitu hening, terdengar sepi. Tapi disitulah terdapat para atlet kebanggaan sekolah, para siswa-siswi pemenang olimpiade MIPA berkumpul, para murid yang sering mencetak prestasi untuk membanggakan sekolahnya. Begitu berbeda dengan kelasku bukan?


"Ayo cepetan Nes! Itutuh Riga ada disana!" Ujar Vira dengan sibuk mendorongku dengan terus menerus.


Sumpah demi apapun! Jantung ini terus menggila membuatku semakin gelisah di tempat. Aku merasa keringat mulai mengucur deras di dahiku. Yang membuatku meringis adalah perutku terasa mulas!! Tuhan tolong hambamu ini Tuhan!


"Ra... Sumpah mau kentut! Mules banget nih beneran gak boong dah gue!" Aku berbicara tanpa menyelipkan kebohongan sedikit pun. Aku benar-benar jujur!


"Alesan! Ayok Ness buruaann!! Lo bisaaa!!" ujar Vira menyemangati.


"Cepetann!! Mau gue masukin tiktok nih!" ujar Amel dengan menghentak-hentakkan kakinya tak sabaran.


"Woi beneran ini gak boong gue!! Aduhhh mules banget sumpah!" Aku meringis mulas dan keringatku tambah mengucur deras. Namun sayangnya Vira terus mendorongku dan akhirnya...


"ADUHHH!!!"


One kill one shoottt!!


Aku mendongak keatas menatap takut seseorang yang kutumbur tadi. Ketika melihatnya aku refleks langsung menahan nafas.


ARIGA!!


"Eh... Maaff... Gue gak sengaja!" ujarku dengan memejamkan kedua mataku erat. Semua pandangan tajam mengarah padaku bagaikan pisau tajam yang siap mencabik-cabik tubuhku. Batinku hanya bisa berdoa, sedangkan tanganku sudah dari tadi bergetar sambil menggenggam sepucuk surat berwarna pink itu.


Riga mengerutkan keningnya heran. Surat itu tertulis namanya. Apakah ini benar untuknya?


Tidak ada angin tak ada hujan. Riga mengambil surat berwarna pink dengan pita merah yang menghiasinya. Perlakuan Riga berhasil membuatku pipis di celana dalam keadaan takut. Tak hanya orang-orang berseragam SMA yang melihatku, bahkan bibi kantin pun ikut melihat aksi gila-ku itu.


Allahuma bariklana... Eh salah doa! Bismillahirrahmanirrahim. Amin!, batinku berkata.


Aku mendengarnya. Ketika Riga menarik pita berwarna merah itu dan membuka secarik kertas yang telah ku isi dengan kalimat cinta. Aku memberanikan diri untuk melihatnya. Dan benar saja! Dia benar-benar dekat sekali! Bahkan aku bisa mencium wangi parfum mahal yang dipakainya itu. Aku tak berhenti berdoa dalam hati namun....


SRAAAKK!!


Riga melempar kertas itu tepat diwajahku. Riga dengan tatapan dinginnya itu berhasil menusuk mataku hingga tembus ke ubun-ubun! Yang jelas aku tak berani menoleh kemanapun selain menatap matanya dengan penuh ketakutan. Kedua tanganku menggenggam erat seragam putih yang hari ini kukenakan. Ya tuhaann! Aku salah! sepertinya dia sangat marah padaku!


"Ngomong langsung" ujar Riga berbicara dengan nada dingin membuatku tersentak kaget. Jantung dan nafasku sudah tidak bisa lagi dikendalikan. Kedua tanganku benar-benar terasa dingin. Aku semakin gelisah, gugup, takut, pokoknya semua ada!


Aku menggeleng kuat. Dan dia tersenyum najis menatapku. "Segitu doang nyali lo?" ujar Riga lalu melangkahkan kakinya memutuskan untuk meninggalkanku dengan kegugupan yang tiada tara. Namun dengan suara yang lantang aku yang bobrok ini berhasil menghentikan langkahnya dengan mengucapkan...


"ARIGA ADAM GARDAPATI! GUE CINTA SAMA LO!!! MAU JADI PACAR GUE?" Teriakku dengan penuh penekanan.


Jantungku berdetak kencang. Dahiku bercucuran keringat. Nafasku memburu dengan dada yang naik turun tidak sabaran. Namun Riga seolah mencekik jantungku ketika dia membalasnya dengan...


"Gue terima"


•••


HALLOOO!!!


Maaf ya pendek! pokoknya kalau suka langsung aja vote biar authornya semangat terus.


Senada cinta bersemi diantara kita. Menyandang anggunnya peranan jiwa asmara. Terlanjur untuk terhenti. Di jalan yang telah tertempuh semenjak dini.


Sehidup semati.


-Sakura, Rossa


Penasaran dengan kisah selanjutnya?


Be your self and never surrender!


Terima kasih banyak yang sudah vote dan support terus novel ini guys! I love you paling gede dari Paus Biru 💕


ANISA G. HATTA