
hari ini, jam pelajaran pertama adalah matematika.
sebelum pelajaran pertama di mulai, Angga dan yang lainnya terlihat tidak bersemangat karena menurut mereka dan yang lainnya mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang membosankan sekaligus membuat kepala pusing tujuh keliling
setelah guru pengajar memasuki ruang kelas, suara gaduh dari anak-anak yang tadinya sedang asik mengobrol dan bermain tiba-tiba langsung hening
kemudian mata pelajaran pertama pun di mulai
tiba-tiba guru pengajar membagikan selembar kertas putihyang ternyata itu adalah ulangan harian matematika,
"hah?? ulangan harian??" Angga dan teman-temannya kaget karena ulangan hari ini dadakan
sang guru pengajar meminta untuk semua murid mengerjakan ulangan dengan sebaik-baiknya dan di larang untuk mencontek
setelah dua jam ulangan harian matematika, akhirnya selesai juga, para murid terlihat sangat lega
*saat istirahat
seperti biasanya saat istirahat Angga dan teman-temannya pergi ke kantin bersama
"duh, habis mikir ulangan matematika jadi laper ya? butuh asupan makanan bergizi biar nggak lemes nih" ucap Dika
"bikin pusing"
"nggak tau tuh, kenapa dadakan benget si? "
mereka berempat menggerutu kesal karena ulangan harian dadakan tadi
*saat di kantin
karena merasa lapar, mereka jadi memesan nasi di warung Mak Kom
Angga memesankan nasi untuk dirinya dan juga temannya, karena warung Mak Kom hari ini terlihat ramai, Angga mangantre terlebih dahulu
rival dan yang lain mengambil masing-masing satu gelas minuman kemudian mereka berjalan mencari tempat duduk yang kosong menunggu Angga
sementara itu dari kejauhan Mora dan temannya, Lina melihat ke arah rival dengan tatapan tajam. dirinya tidak terima atas kejadian tadi pagi yang sudah di permalukan di depan anak-anak lain.
dirinya berniat untuk membalas rival dengan cara mempermalukannya juga di depan anak-anak lain,
saat dirinya hendek berjalan mencari tempat duduk, kebetulan ia lewat di depan Mora dan temannya
Mora menjulurkan kakinya berniat untuk mengerjai rival dan membuatnya jatuh tersungkur ke lantai kemudian di ejek oleh anak-anak lain yang berada di sana.
Rival berjalan menuju temannya kemudian
dirinya benar-benar jatuh tersungkur ke lantai, minuman yang ia bawa tadi menumpahi bajunya dan membuatnya kotor
mendengar suara orang terjatuh tadi, seluruh murid yang ada di sana menoleh ke arah sumber suara
tak lama kemudian terdengar bisik-bisik murid lain yang ternyata mereka adalah teman Mora yang memang sengaja mempermalukan rival
"kenapa tuh,jatuh ya? nggak hati-hati si hihi"
"makanya kalo jalan pake mata dong"
melihat hal itu, Mora merasa senang karena dirinya berhasil mengerjai rival
"haha rasain tuh akibatnya, siapa suruh cari masalah " Mora tersenyum gembira
Angga melihat dari jauh Mora yang tersenyum dan rival yang masih terduduk di lantai, lalu Angga berfikir bahwa Mora lah yang telah mengerjai rival
Angga pun berjalan menuju tempat rival terjatuh
melihat Angga berada di dekatnya, Mora yang tadinya merasa senang kemudian pura-pura peduli kepada rival, padahal saat rival terjatuh tadi, ia sama sekali tidak berniat menolongnya
"aduh kamu nggak apa-apa val?" ucap Mora berpura-pura hendak menolong rival
Angga melihat Mora dan merasa tidak senang
kemudian Angga membantu rival untuk berdiri
"elu nggak apa-apa?" Angga khawatir
"nggak apa-apa kok, makasih" rival berdiri di bantu oleh Angga
lalu, terdengar murid lain sedang membicarakan rival disertai dengan tawaan yang membuat rival tak nyaman. malihat hal itu, Angga langsung membantunya untuk pergi dari tempat itu
"elu ke toilet dulu val, gue anterin"
Angga meninggalkan tempat itu dan menatap tajam ke arah Mora , kemudian berkata
"gue tau elu yang ngelakuin, nggak usah pura-pura"
Mora kaget, dirinya syok kenapa Angga bisa tau bahwa dia yang melakukannya
setelah mengatakan itu, Angga pergi mengantarkan rival ke toilet untuk membersihkan bajunya yang terkena minuman tanpa mengatakan apa-apa lagi