Rivalyn & Anggara

Rivalyn & Anggara
Bab 6. Tentang surat



tidak lama kemudian


Teng teng teng..


*suara bel pertama menandakan pelajaran akan di mulai


*pada saat yang sama di kelas lain yang jaraknya agak jauh dari kelas Angga


seorang siswi terlihat sedang merasa senang, rupanya dia itu adalah cewek yang tadi pagi memberikan hadiah dan surat kepada Angga


"kira-kira, apa si Angga udah makan cokelatnya? terus suratnya udah di baca belum ya?


kalo ketemu nanti, aku harus menghindar apa di sapa aja ya?"


batin cewek itu dengan hati yang merasa gembira sambil senyum senyum sendiri


melihat kelakuan teman di sebelahnya yang aneh, Safa pun menyadarkannya dengan sedikit menepuk bahu cewek itu


pukk


"woi Tiara !, elu kanapa senyum senyum sendiri kaga jelas?"


"hehe, nggak ada apa-apa kok fa"


"nggak mungkin lah, coba jujur " Safa mencoba membujuk Tiara untuk jujur kepadanya


"itu, tadi gue ngasih surat ke Angga, sama cokelat. kira-kira udah di baca belum ya sama Angga " jelas Tiara kepada Safa sambari sedikit tersipu malu


"Angga ? maksutlu Anggara Govalo? cowok itu?. kenapa harus dia sih Ra, kan ada cowok lain" selidik Safa sambil menekuk dahinya


"loh, emangnya kenapa? elu juga suka sama Angga ?"


" bukan gitu, tapi masa elu nggak tau sih, dia itu kan nggak *doyan* sama cewek" jelas Safa sedikit menekan nada bicaranya pada kata doyan


"maksut lu? gue nggak tau apa-apa sumpah"


"makanya jangan gegabah woi, liat aja, ntar, gue tebak surat elu nggak bakalan di baca sama Angga. kalaupun di baca, palingan udah di buang tuh"


"kok elu gitu si, elu nyumpahin gue bakalan di tolak?"


"bukan nyumpahin si, tapi lebih ke ngingetin elu doang, biar nggak gegabah soal cowok"


"nggak tau lah, pokoknya gue udah kasih surat itu, urusan di terima apa nggak


nya itu belakangan"


*beberapa jam kemudian,


teng teng teng


bel kedua berbunyi menandakan jam pelajaran usai dan istirahat telah tiba


Tiara sengaja lewat di depan kelas Angga untuk mencuri pandangan dengan Angga


Dirinya merasa kecewa, dan berpikir bahwa perkataan Safa saat di dalam kelas tadi itu benar, kemudian dirinya berlari kembali ke kelasnya mengadu kepada Safa


tap tap tap


langkahan kaki Tiara membuat Safa sedikit terkejut


"huwaa.. "


"elu kenapa Ra?"Safa bertanya heran


"bener kata elu fa, surat yang gue tulis dengan sepenuh hati di buang sama Angga di tong sampah"


Tiara mengadu sambil menangis tersedu sedu


"tuh kan apa gue bilang,"


mendengar suara tangisan dari dalam kelas, seorang cowok menghampiri mereka berdua kemudian bertanya


"elu kenapa Ra?" tanya cowok itu pada Tiara yang ternyata adalah kakak kandungnya


"kak, tadi gue ngasih surat sama Angga , tapi surat yang gue tulis itu malahan di buang ke tong sampah"


"Angga ? Anggara Govalo maksud lu? "


"iya kak.."


setelah mendengar perkataan adiknya itu, kakak Tiara pergi beranjak keluar kelas menghampiri Angga yang berada di kelas yang berbeda


tap tap tap


*suara langkah kaki


tiba-tiba saja Bukk!


cowok itu memukul wajah Angga dengan tanpa ampun


"woi, woi, ada apaan ini?"


teman teman Angga yang lain berusaha melerai mereka berdua


"jangan pura-pura nggak tau ya, elu udah sakitin adek gue, maksut lu apa? cepet minta maaf ke adek gue!!"


cowok itu berteriak kepada Angga yang tidak tahu apa-apa, kemudian meminta Angga untuk meminta maaf kepada Tiara, adiknya


"udah woi, elu siapa lagi. tiba-tiba aja mukul temen kami yang ngga salah"


"apanya yang nggak salah? jelas-jelas dia udah nyakitin adek gue!"


keduanya berhasil di lerai, tetapi cowok itu tetap saja marah dan berteriak kepada Angga