Rivalyn & Anggara

Rivalyn & Anggara
Bab 9. Murid baru



tidak lama kemudian bel berbunyi yang menandakan bahwa mata pelajaran pertama akan segera di mulai


para siswa dan siswi yang sedang berkumpul di sudut-sudut lorong berhamburan memasuki ruang kelas mereka masing-masing


*di kelas Angga


guru mapel pertama datang seperti biasanya, namun tampak di belakang guru itu diikuti oleh tiga orang siswi yang nampak asing dengan gaya khas anak kota


guru memulai pembicaraannya


"selamat pagi semuanya"


ibu guru menyapa para murid di kelas angga


"pagi Bu," serentak para murid menjawab


"hari ini kita kedatangan murid pindahan dari kota, ibu harap kalian bisa berteman dengan baik. kalau begitu silahkan murid baru bisa memasuki ruang kelas kemudian perkenalkan diri kalian masing-masing"


guru mapel itu mempersilahkan ketiga murid baru untuk memasuki ruang kelas dan mempertahankan diri mereka kepada teman-teman barunya


seorang siswa yang berambut cokelat memulai perkenalannya


"hai semua, perkenalkan nama ku Sivia folf biasa di panggil via, aku datang dari kota bersama ke dua temanku ini, mohon bantuan kalian semua untuk kedepannya. terimakasih" gadis itu mengakhiri perkenalannya, kemudian gadis berambut hitam panjang memperkenalkan diri


"hai teman-teman, nama ku Monika Germany kalian bisa memanggilku Moni, aku juga datang dari kota, kuharap kita bisa berteman nantinya"


dilanjutkan gadis berambut pirang bergelombang


"hai teman, aku Anaya Sovanka panggilanku Nana aku juga datang dari kota, kami bertiga adalah murid pindahan. semoga kita semua bisa jadi teman "


ketiganya sudah memperkenalkan diri


"baik, kalian boleh duduk di kursi yang kosong"


ibu guru mempersilahkan mereka duduk di kursi yang kosong


"terimakasih Bu" mereka bertiga menjawab serentak


ketiga gadis itu berjalan menuju kursi yang kosong, kebetulan kursi kosong itu terletak di barisan paling depan sehingga para murid yang masih berada di luar bisa melihat mereka dari luar


"baik, sekarang saya akan mulai pelajaran seperti biasanya"


guru itu pun memulai mengajar serta para murid yang tenang dan memperhatikan pelajaran.


setelah empat jam mengikuti pelajaran pertama kemudian


teng teng teng..


bel istirahat berbunyi, kemudian guru mapel pertama mengakhiri pelajarannya


"kalau begitu, pelajaran pertama sampai di sini dulu, selamat istirahat"


guru mapel meninggalkan kelas diikuti beberapa anak yang hendak pergi ke kantin. terlihat ketiga murid baru itu langsung populer di dalam kelas, banyak anak-anak gadis yang mencoba untuk berteman dengan mereka dan juga beberapa anak cowok yang tidak ketinggalan.


Rival, Angga dan teman-teman satu tongkrongannya pun keluar meninggalkan kelas tanpa sedikit pun melihat ke arah ketiga siswi itu, mereka tampaknya tidak tertarik dengan gadis-gadis baru itu


*saat di kantin


seperti biasanya, mereka memesan empat mangkuk mi ayam langganan


setelah pesanan mereka datang, mereka pun menyantap mi ayam yang sudah dipesannya sambil ngobrol santai


"gue kira ada yang bagus dari mereka , ternyata nggak ada apa-apanya" Angga memulai gosipnya


"iya, gue juga kaga tertarik sama mereka. gue pikir anak kota itu bakalan cantik spek bidadari, ternyata laga ada bedanya sama anak desa" Dika membalas perkataan Angga


"ah elu Dika, kayak pernah liat bidadari aja"


"beneran za, bahkan kalo di bandingin sama adek gue Bila, masih mendingan dia dari pada tiga cewek itu. ya kan val"


"gue aja belom pernah liat tuh adek lu, mana bisa gue bandingin sama murid baru itu"


"mereka itu cuman gayanya aja kayak anak kota, mukanya mah biasa aja" Angga meremehkan


"jangan gitu woi, ntar elu malah naksir lagi sama mereka wkwk"


rival sedikit meledek Angga


"apaan si lu, kaga bakalan lah gue naksir sama mereka, di liat dari gayanya nggak banget. bukan tipe gue"


"emangnya tipe elu kayak apa?"


tanya Dika penasaran


"cewek baik, bener, dan nggak sombong" Angga menjelaskan tipe cewek yang dia suka


"alah, sok-sok an mau dapetin cewek bener, elu aja belom bener. kalo mau dapet yang baik, terus bener, perbaiki dulu diri elu Angga wkwk"


Reza meledek Angga kemudian hanya di balas dengan terapan sinis Angga diikuti tawaan rival dan Dika