
Para murid mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga bel terakhir berbunyi menandakan bahwa kegiatan sekolah telah usai
murid-murid berhamburan keluar dari sekolah untuk pulang menuju rumah mereka masing-masing, begitu pula dengan rival dan Angga.
mereka pulang bersama-sama seperti waktu berangkat sekolah tadi pagi
*keesokan harinya, Angga dan rival berangkat sekolah bersama seperti biasanya, berangkat bersama-sama menaiki motor Angga
lima belas menit kemudian keduanya telah sampai di sekolah kemudian mereka berjalan menuju ruang kelas, saat sedang berjalan mendekati pintu kelasnya, terlihat seorang gadis yang berdiri di sisi pintu kelas Angga
tiba-tiba saja gadis itu menghentikan Angga
Angga berhenti melangkah. rupa-rupanya gadis itu adalah Mora sang primadona sekolah, ia sengaja datang ke kelas Angga menunggu Angga di depan kelasnya
"hai Angga ?" sapa Mora kepada Angga
"ohh iya, hai" jawab Angga dengan ekspresi wajah yang datar
"aku, sengaja nungguin kamu loh, dari tadi pagi." ucap Mora dengan nada bicaranya yang sengaja ia imut-imutkan
"oh." jawab Angga cuek
"kamu nggak tanya ada urusan apa kah?" Mora sedikit tercengang dengan jawaban Angga
"ada urusan apa nungguin gue di sini" Ucap Angga dengan ekspresi malas
"itu, nanti malem kamu ada waktu nggak? kalo ada waktu, kita jalan-jalan ke mall yuk, temanin aku belanja" ucap Mora dengan wajah memelas dan percaya diri
anak-anak lain berbisik dan melihat ke arah mereka dan mendengar apa yang sedang di bicarakan
"wah, si Angga di ajak jalan nih sama primadona sekolah?"
"kira-kira bakal di tolak nggak ya sama Angga?"
"jangan-jangan orang yang Mora taksir itu Angga?"
"iya deh, kayaknya mereka bakal jadian kalo Angga nggak nolak ajakan Mora"
terdengar suara bisik bisik anak anak yang melihat
sementara itu dalam hati Angga
emangnya gue sedeket itu ya sama ni cewek? males banget gue, padahal gue baru banget liat mukanya tapi udah sungkan banget" batin Angga yang jelas mengatakan bahwa ia menolak ajakan Mora
"gue ntar malem ada janji sama rival, jadi nggak bisa nemenin belanja" ucap Angga dingin di sertai bisik bisik murid lain di sekitarnya
"wah, di tolak nih?"
"parah si, primadona sekolah padahal"
"apa menurut Angga si Mora nggak cantik di matanya?"
"tau tuh, ada bidadari yang ngajak jalan malah di tolak"
"ternyata selera Angga beda ya"
"katanya dia ada janji sama rival, berarti rival lebih penting dari pada cewek cantik mana pun"
suara bisik murid lain terdengar oleh Mora
"oh, gitu ya?" Mora menatap tajam ke arah rival kemudian dia membatin
"ih, apaan si. padahal aku kan cantik. kenapa di tolak sih, aku jadi malu !! banyak anak-anak yang liat lagi. ini semua gara-garanya rival! awas aja lu ya" batin Mora
rival kaget melihat Mora yang menatapnya dengan tatapan tajam
"kenapa malah melototin aku?" gumam rival
"kalo udah nggak ada urusan lagi, gue mau masuk kelas dulu"
Angga berjalan masuk kelas diikuti rival yang bersembunyi di samping Angga dari tatapan mora. Angga meninggalkan Mora yang masih berdiri di depan ruang kelas dan masih menatap rival tajam tanpa sedikit pun berkedip
kemudian dirinya merasa kesal dan pergi berjalan meninggalkan kelas Angga
"kenapa sih si Angga itu? aku kan primadona sekolah, kenapa di tolak? pokoknya aku bakal ngejauhin Angga dari rival terus dapetin Angga " gumam Mora kesal pergi dengan wajah memerah,
Dirinya baru pertama kali dapat penolakan dari cowok.
karena selama ini Mora berpikir bahwa yang hanya berhak menolak atau menerima itu adalah dirinya