
TOKOH LYODRA TERLALU MEMAKSAKAN!
______________________________________
Jember, 3 April 2020
Hai guys!
Sedikit cerita tentang hari ini..
Jadi.. gue merasa tertantang dan suka ketika ada seseorang mengkritik cerita gue. Artinya, dia adalah orang baik yang mau cerita gue lebih baik kedepannya.
Nah, ada komentar menarik yang mampir di cerita gue..
Kurang lebih isinya begini..
"Kak, ceritanya kok kayak agak memaksakan gitu ya ya. Dari sisi Lyodranya. Sorry."
"Karakter Lyodra terlalu memaksakan kak."
Perlu diingat ya, karakter Lyodra versi asli dan versi cerita ini beda.
Gue akan sangat suka membahas soal ini. Kenapa? Karena gue akan kembali membahas karakter Lyodra. Coba kalian baca ulang bagian Karakter Tokoh. Lyodra lekat dengan sosok yang ambisius, keras kepala, dan semua hal yang dia mau harus didapetin. Gimanapun caranya. Egois gitu lah.
Makanya, Keisha suka banget negur meskipun ucapannya agak kasar, karena gue ciptain temen² Lyodra itu emang untuk saling melengkapi. Keisha itu suka ngingetin dengan kata-kata pedes kalau Lyodra mulai acuh dengan sekitar, bodo amat yang penting dia ngelakuin apa yang dia mau. Padahal itu nggak sepenuhnya bisa dibenarkan.
Lyodra di cerita ini bukan sosok sempurna. Ini realistis aja ya. Dia itu meskipun banyak sisi negatifnya, ada sisi baik lainnya yang belum gue tunjukin karena cerita ini (kapal kita) baru aja memulai jalannya. Setiap manusia memang mempunyai sisi positif dan negatif dalam dirinya kan?
Mungkin terdengar nggak masuk akalnya adalah ketika Lyodra ngejar² Nuca sampai segitunya. Tapi, perlu gue tekankan, Lyodra di tokoh cerita ini adalah sosok yang ambisius dan keras kepala (makanya gue kasih BAB Karakter Tokoh untuk dibaca, biar nggak salah paham).
Terus.. soal Lyodra yang masih berkeinginan untuk dapetin Nuca meksipun udah punya pacar, jadi gini..
orang yang ambisius itu akan melakukan segala hal untuk dapetin yang dia mau, apapun resikonya.
Banyak kan yang lebih parah dari kasus Lyodra?
Ngerebut pacar orang itu udah biasa dan banyak banget terjadi. Jadi, bagian mananya yang nggak masuk akal? Suami Maia Estianti aja habis direbut sahabatnya sendiri. Ini realita loh, bukan fiksi.
Gue dapet sedikit ilmu nih guys, soal pelakor. Baca pelan-pelan dan pahami yaa..
Sumber : cewekbanget.id
Sebagai cewek, kita pasti pernah merasa tertarik sama cowok yang telah menjadi pacar orang lain, tapi kita hanya mengagumi dia dari jauh saja. Atau malah sebaliknya, seorang cowok menyukai cewek yang sudah punya pacar.
Namun ada beberapa dari kita yang memilih untuk mendekati cowok itu, meski tahu dia sudah memiliki pacar. Hal ini disebut mate poaching.
Menurut David M. Buss, profesor psikologi di University of Texas, mate poaching adalah peristiwa di mana seseorang berusaha menarik atau merayu orang lain yang sudah memiliki pasangan.
Kenapa ada orang yang merebut pacar orang lain?
Merebut pacar orang lain bukanlah tindakan tanpa alasan, sebab ternyata ada alasan psikologis di baliknya.
Menurut Crystal Hollenbeck, relationship therapist dari H3 Counseling di Orlando, Amerika Serikat, terdapat tiga alasan di balik orang yang berusaha merebut pacar orang lain.
Pernah mengalami hubungan abusif
Sehingga mereka melindungi diri mereka sendiri supaya enggak lagi tersakiti dengan menjalin hubungan yang enggak serius dengan orang yang sudah punya pacar.
Dengan anggapan bahwa orang yang punya pacar hanya mau bersenang-senang tanpa harus terikat hubungan serius dengan mereka.
(Lyodra mungkin enggak pernah mengalami ini. Jadi, coba baca yang kedua.)
Kepercayaan diri yang rendah
Cewek dengan kepercayaan diri yang rendah biasanya merasa kalau dirinya tidak pantas menjadi kekasih seseorang, karena mereka merasa memiliki banyak kekurangan.
Mereka pun berusaha mendekati orang yang telah memiliki pacar.
Ada rasa kemenangan dan keberhasilan jika mereka berhasil berhubungan atau berpacaran dengan orang tersebut.
Rasa menang inilah yang akan menaikkan kepercayaan diri mereka.
(Untuk point kedua, mungkin ini bukan alasan Lyodra. Lanjut baca yang ketiga.)
Merasa akan mendapat kontrol
Beberapa orang melakukan mate poaching karena merasa memiliki kontrol atas hubungan tersebut, bahwa mereka bisa meninggalkan hubungan itu kapan pun yang mereka inginkan.
Hal ini terjadi karena mereka takut ditinggalkan dan diabaikan.
Peristirwa ini bisa terjadi karena di masa lalu mereka pernah tersakiti akibat ditinggalkan oleh pacar atau diabaikan oleh orang terdekat.
Jadi mereka membutuhkan rasa aman di mana mereka memiliki kontrol pada suatu hubungan.
(Inget nggak? Dulu Nuca cinta banget sama Lyodra. Tapi, dengan entengnya Lyodra pergi. Nggak ngabari. Tiba-tiba dateng lagi kan? Sialnya, keadaannya udah berbeda. Nuca nggak butuh Lyodra lagi. Makanya, Lyodra yang notabene maunya sendiri nggak mau hilang kontrol soal Nuca. Lyodra maunya Nuca 'nurut' dan bergantung padanya. Nah ini pointnya!)
Tapi kak, kok sampe segitunya?
Kalian belum tahu gimana kehidupan Lyodra tiga tahun yang lalu. Alasan dia pindah juga belum jelas. Tunggu aja ya..
Btw, ambisius itu emang sedikit bahaya.
Tapi Lyodra kok jahat ke Tiara?
Gue juga pernah kok sebel tanpa alasan ke pacar doi. Secara gitu, yang kenal doi gue duluan, eh jadiannya sama adik kelas anjxy nggak tuh. Bawaanya pengen marah-marah aja gitu. Jadi, menurut gue sih wajar. Emang kalian nggak pernah ya? Kesel tanpa alasan ke pacar doi?
Sampai sini paham?
With love, Yupi.