Remember Me Please

Remember Me Please
Apa maksudnya?



Aku baru saja menerima panggilan dari orang tak dikenal, mataku masih tidak nyaman ketika menatap layar ponsel.Panggilan itu ku tolak tanpa tahu siapa yang menelepon ku.


Aku merasakan nyeri dilutut dan aku sulit bicara dengan mulutku yang benar benar kering. Ketika aku sedang asyik melamun, aku diherankan dengan wanita cantik yang membuka pintu kamar inapku dengan kasar. Tatapannya nampak biasa saja, dia juga tidak membuang senyum kepadaku. Wanita itu tiba tiba membentakku dengan keras,


"HEI KATAKAN DIMANA KAU MENYEMBUNYIKANNYA?! " kata wanita itu seraya menghampiriku.


Aku semakin heran dengan sikapnya, wanita itu datang dan langsung marah marah seperti itu.


Detak jantungku berdetak lebih cepat ketika dia menodongkan pisau lipat tepat di mukaku.


Hah, dia gila ya.. siapa dia ini


pikirku sembari berusaha mengatur napas.


Wanita itu tersenyum jahat, dia membuang pisau itu ke arah lain. Aku tidak bisa mengeluarkan kata kata saking kagetnya.


Wanita itu mengangkat kepalaku dengan menarik rambutku dengan sangat kasar, sesekali dia tertawa puas.


Tak lama aku mendengar ponsel ku berbunyi, tidak tahu siapa itu.. tapi aku berharap dia membantuku.


aku meringkih kesakitan, badanku yang masih lemas tidak bisa melawan lebih banyak selain menggerakkan tangan dan kaki.


Wanita tak tau diri itu tertawa dengan kejamnya dan mendorongku ke kasur. Ughh Punggungku sakitt...


aku memegang punggungku yang rasanya seperti dihantam benda keras.


"waow ternyata kau ada pacar yang bisa dihubungi ya... hemmm Yondong? " ucapnya meraih ponselku yang berbunyi


Kenapa dia bersikap begini denganku? aku tidak pernah mengenalnya, apa dia gila?


Yondong adalah kakak iparku, dia sering menghubungiku semenjak kematian kakakku, dia merasa ada kewajiban menjagaku.


Ehh bukan waktunya menceritakan dia,


wanita ini menatapku setelah mematikan panggilan itu,


matanya menatapku dengan bencinya.


"kau siapa! siapa kau beraninya memperlakukanku begini!!! " ucapku dengan lantang ke arah nya


dia semakin tersenyum lebar, sampai sampai rasanya dia akan merobek mulutnya sendiri.


"wah wah wah... malaikat pelindung, aku tidak meragukan kebaikanmu. Tapi harus kau ketahui, orang yang kau bantu harusnya ber urusan dengan kami" ucapnya sembari memainkan jemarinya


"kami? apa maksudnya kami? kau ada bawa berapa orang untuk memperlakukan orang sepertiku ha! dan apa yang kau maksud dengan membantu siapa" kuraih bajunya sekuat tenaga yang ada tak jauh dari tempatku berbaring. Dia memalingkan muka dan tersenyum simpul.


Seluruh rasa sakit dibadanku menghilang entah kemana, perasaan ingin menampar wanita ini membuatku kehilangan kesabaran.


"dia siapa? bagaimana kau bisa menyimpulkan orang yang kau cari ada bersamaku?! " aku bangun dari ranjangku,menunjuk wajahnya dengan penuh amarah.


"namanya Thomas, dia yang aku cari" dia mengambil buah apel dan menatapku curiga.


Yang benar saja, dia bahkan tidak ada bukti yang kuat kalau pria bernama Thomas itu ada bersamaku. Tapi dia mantap menyalahkanku.


Dia menggigit buah apel itu lalu membuangnya.


Tanpa sepatah kata apapun, dia pergi begitu saja dengan gayanya yang angkuh.


Kemudian aku mulai teringat dengan pria itu...


semua ini, sangat tidak jelas bagiku.


pria kacamata yang ada bersamaku tadi, bagaimana bisa dia tahu namaku?! ahh aku baru saja memikirkan itu sekarang. Aku tidak pernah mengenal dia. Apa dia yang dicari wanita itu? sudahlah...


aku mencoba untuk memikirkan hal hal yang menyenangkan, aku mengambil handphone ku.


Dan Tadaa...


Aku mendapat pesan dari Yondong,


Yondong:


Hei, kenapa telponnya dimatikan?


ada apa?


hei?


jawab dong.


kau ada dimana?


didepan rumahmu ramai sekali!


Hei, kau juga tidak ada dikantor?!


jangan membuatku khawatir!!


hemmm aku tidak mengerti, tapi dia lebih khawatir dari biasanya. Dan apa aku tidak salah baca?! didepan rumahku ramai?!


aku tidak ingin menanyakan kepada Yondong, kubiarkan pesan itu. Aku tidak berniat menjawabnya.