Remember Me Please

Remember Me Please
Hari yang panjang



Cahaya terang menerangi seluruh ruangan kamarku yang kecil, ku pejamkan mata dan menikmati hangatnya cahaya matahari yang datang dari jendela kamar. Ah, aku masih punya banyak pekerjaan yang membuatku tidak bisa menikmati pagi ini lebih lama lagi. Aku membuka mataku dan bergegas memakai pakaian.


Aku tidak merasa semangat hari ini, karena hari ini akan jadi hari yang sangat sibuk. Sembari memakai kemeja, aku menatap wajahku di cermin, melihat mataku yang terlihat lelah dan kulitku yang kering serta pucat, membuatku muak melihat wajahku ini. Aku malas melihat wajahku yang terlihat tidak sehat, dan aku tidak bisa mengubah wajahku yang menyedihkan ini,karena aku tidak punya banyak waktu untuk merawatnya. Belum selesai aku merapikan bajuku, handphone ku berbunyi, ternyata itu rekanku yang telephone, aku segera mengangkatnya.


"hei, selamat pagi, aku harap hari ini berjalan lancar" ucapnya


"ya, terimakasih, aku butuh beberapa file untuk dikirim. Jadi segerakan ya" ujarku sembari membenarkan dasi


"*ah sebenarnya aku akan menemui CEO siang nanti, ada hal yang ingin dia bicarakan. Jadi mungkin ada keterlambatan, apa tidak masalah? *" suaranya terdengar tidak jelas


"hmm, ada urusan apa dengan CEO? aku harap semuanya bisa selesai hari ini, kita sudah terlambat dua hari. Kita sudah batalkan meeting tiga kali dan mereka akan membatalkan penawaran jika kali ini file masih kosong dan meeting tidak bisa diundur lagi, apa kau mengerti? "


Aku tidak mendengar suara apapun selain suara angin kencang, terdengar sangat berisik dan mengganggu.


"Hei, kau masih disana? jawab aku, pikirkan yang aku katakan tadi..."


Tetap tidak ada jawaban selain suara angin.


"sudahlah aku harap kau mengerti yang aku katakan, sampai jumpa"


aku menutup telephone nya karena merasa tidak nyaman...


Tidak lama kemudian, aku mendengar benda berat jatuh dari basement..


Aku terkejut bukan main, karena penasaran aku secepat mungkin menuju pintu basement.


Kini aku berdiri tepat di depan pintu basement, bulu kuduk ku merinding mendengar suara gesekan logam yang terdengar sangat jelas dari sini. Lagi-lagi suara benda berat dijatuhkan, ah apa ini? ini lelucon ya? siapa yang masuk ke basement ku? apa dia orang jahat? sial, badanku gemetar. aku membayangkan banyak hal menakutkan. Aku mundur beberapa langkah, aku memperhatikan langkahku agar tak bersuara.


Ini apa sih? siapa yang ada disana? gimana dia bisa masuk? aku ingat semua pintu udah aku tutup tadi malem.


Aku mengumpulkan keberanian dengan berdiri didepan pintu basement lagi. Rasanya punggungku dingin, tenggorokanku kering dan badanku berkeringat karena seluruh badanku terasa panas.


Aku memegang gagang pintu, bibirku berulang kali mengucap doa. "mudah mudahan itu bukan apa apa" ucapku.


Aku membuka pintu itu perlahan-lahan. Menuruni anak tangga yang semakin membuatku bergemetar


Dan aku...


Sangat ketakukan...


Setelah melihat apa yang ada didepanku...


****HAI TEMAN (。’▽’。)♡


MAKASIH YA UDAH BACA NOVEL INI♡


SAYANGNYA EPISODE


"Hari Yang Panjang" CUMA SAMPE SINI:')


KELANJUTANNYA AKAN ADA DI EPISODE


"Hari Yang Panjang (2)"


Selamat Membaca :)


THANKS FOR YOUR SUPPORT ♡♡