
Aku terkejut melihat dia berada didepanku, kita saling bertatap mata. Dia tersenyum penuh arti tanpa mengatakan apapun. Aku terdiam membisu, tak ada yang bisa ku utarakan padanya. Tiba tiba dengan suara beratnya dia membuyarkan diam ku.
"Hei, aku sudah lama tidak melihatmu, karirmu akhir akhir ini semakin meningkat ya"
dia mengatakannya sambil menepuk pundakku
"Ya itu terdengar baik kan? aku senang bisa melihatmu yang sekarang disini" kataku
dia menatapku tajam,
"Aku masih ada urusan yang harus ku kerjakan, good luck. Kalau kau mau, jam makan siang nanti temui aku di Lobby"
dia tersenyum lebar dan meninggalkanku.
Dengan tidak sadar aku tersenyum ke arahnya yang semakin menjauh. Ah baru saja aku melupakan apa yang akan aku lakukan. Aku bergegas kembali ke tempat parkir.
Kini aku berada di jarak 1m dengan mobilku. Tiba tiba saja kepalaku terasa pusing, pandanganku kabur, napasku menjadi panas, dan tenggorokan terasa sangat kering. Dan aku sadar aku terjatuh karena kaki ku lemas, dan lalu aku tidak melihat apa apa.
•
•
•
•
•
Aku terbangun setelah mendengar suara bising yang samar. Ku buka mataku perlahan, kulihat cahaya terang putih menyinari mataku. Aku tidak ada tenaga untuk berkata apapun, pandanganku masih buram.
Ku dengar suara pria yang lembut memanggil namaku, sesekali aku merasa ada yang mengelus kepalaku. Aku bersikeras membuka mataku, dan kulihat seorang wanita paruh baya menatapku sinis, lalu seorang gadis kecil berambut pendek memegang mainannya, dan seorang pria berkacamata yang berada disebelahku.
"kakak ini kenapa tadi bisa ada di jalanan? " kata gadis kecil itu sambil menghampiriku
"aku merasa kasihan, bagaimana bisa ketika kau pingsan begitu, tidak ada yang mempedulikanmu? " kata wanita tua itu padaku sambil menyilangkan tangannya
"nek.. mungkin tidak ada yang tahu dia pingsan, nenek kumohon tidak bersikap seperti itu. Dia baru saja sadar" kata pria berkacamata itu
Pria itu tersenyum miring kearahku, sekilas nampak ramah, namun senyumnya tadi membuatku sedikit takut.
wanita dan anak kecil itu keluar dari ruangan, hentakan kaki mereka terdengar jelas karna ruangan yg benar benar senyap. Udara sekitar mendadak terasa mencekam, pria itu tidak mengeluarkan sepatahkata apapun kecuali hanya menatapku.
Aku dengan susah payah mengeluarkan suara, berusaha mengucapkan sesuatu pada pria itu. Lalu dia semakin menatapku penuh arti, kami saling menatap untuk beberapa detik.
"Jika kau ingin bertanya sesuatu, katakan saja" kata pria itu sambil memundurkan kursinya
Aku merasa merinding, udara menjadi semakin dingin lagi. Suaraku tidak bisa dikeluarkan, yang ada aku malah seperti bergumam.
"si..siapa kau ini pria jangkung(?)" kataku sambil gemetaran
"hemm aku hanya orang yang tidak sengaja membantumu, harusnya itu sudah kau ketahui. Lagian aku membantumu tidak akan tanpa alasan" dia mengatakannya sambil mengangkat satu alisnya
"apa maksudnya, kau ingin aku membayar atas bantuanmu? kalau memang itu, katakan saja, akan aku berikan" kataku
"bagaimana ya... aku tidak bisa memberitahumu keinginanku, mungkin ketika kau sudah lebih pulih. akan aku katakan" ucapnya sembari berdiri
"hei, aku... heemm tidak ada yang menemaniku, aku pikir kau akan menungguku disini"
"aku juga punya pekerjaan, kau bisa tanya no telpn ku ke perawat, lalu hubungi aku saja ok. kondisimu juga tidak telalu buruk, hanya kecapean. Sampai Jumpa" ucapnya sambil tertawa lebar.
Seketika aku merasa, udara dingin menusuk kulit itu hanya ada dipikiranku. Tiba tiba saja badanku terasa hangat.