
Dave Anggara Putra, Seorang kapten basket disekolahnya dan juga salah satu most wanted di SMA High Sky. Saat ini ia dan ketiga temannya sudah melangkahkan kakinya di koridor sekolah mereka.
Lelaki itu berjalan dengan ketiga sahabatnya, Lelaki berkacamata yang berjalan disamping kiri Dave adalah Arkan. Arkan adalah orang yang paling terpintar diantara mereka bertiga. Arkan suka membaca buku , agak cuek, heran mengapa mereka bisa berteman dengan cowo spesies ini.
Disamping kanan Dave sudah berdiri seorang lelaki yang bernama Jessen leonardo. Diantara mereka ber-empat Jessen lah yang paling suka tebar pesona ke para cewe disekolahan. Dan perlu kalian ketahui jumlah mantan Jessen adalah 119 orang! Gilak bayangin aja nih cowo udah pernah pacaran sama 119 cewe yang berbeda.
Dan yang terakhir adalah Gio Cahyo Kusumo. diantara ketiga sahabat Dave. Gio lah yang paling mengerti Dave dan sifat mereka berdua sama. Sama-sama gesrek! Dan Gio sering dibully habis-habisan karena namanya yang begitu medok dari asal daerahnya.
Mereka berempat bersahabat dari awal mos SMA High Sky sampai kini mereka telah berada di kelas 12 dan mereka adalah most wanted di SMA High Sky.
Para siswi disekolah itu asik melihat empat orang cowok ganteng yang sedang tebar pesona dikoridor sekolah.
Jessen tersenyum kepada para siswi yang melihat kearahnya karena diantara Dave,Arkan, dan Gio. Jessen lah yang paling banyak digemari siswi karena wajah Jessen yang blasteran. "Pagi semuanya, cantik-cantik banget sihhh!" Sapa Jessen pada para siswi itu.
Para siswi yang mendengar ucapan Jessen langsung berteriak-teriak tak karuan.
"PASTI GUE YANG DIBILANG CANTIK!!!!" Teriak seorang siswi dengan histeris.
"Pala lo! Gue yang paling cantik disini!!" Sahut seorang siswi yang tidak mau kalah.
"Yaudah sih kalian pada ngebacot tau gak! Udah jelas gue juga yang paling cantik!!!" Teriak seorang siswi lagi dengan heboh.
Keadaan di koridor sekolah itu sangat kacau dengan teriakan yang membahana.
Dave, Gio, Arkan dan Jessen hanya tertawa melihat kericuhan itu.
Tiba-tiba seorang siswi yang memakai kacamata hitam bulat besar, yang sepertinya masih anak kelas 10 karena baju seragamnya yang masih berebeda dari seragam sekolah ini berlari kecil kearah Dave.
"Kak? Boleh minta foto bareng gak?" Ucap Siswi itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Boleh aja sih, tapi gue takut nanti Singa peliharaan gue ngamuk." Jawab Dave dengan santai, 'singa' yang dimaksud oleh Dev adalah Tiwi, kekasihnya.
Jessen tertawa kecil. "Sama gue aja yuk? Gue mah free jadi gabakalan ada Singa yang ngamuk. Lagian gue juga lebih ganteng dari si kunyuk Dave!" Kata Jessen dengan percaya diri.
Siswi itu terlihat kecewa dan menunduk. "Aku pengen fotonya bareng kak Dev.." lirih Siswi itu.
"Yaudah sih sama Jessen aja, pacarnya Dev galak lo sampe-sampe pengen gue tempel di badannya tulisan 'Awas anjing galak' " sahut Gio sambil tertawa kecil.
Dev melirik sinis ke arah gio. "Kampret lo ya, pacar gue lo samain sama anjing." Ucap Dev sambil menjitak kepala Gio dengan keras.
Siswi itu mengenggam tangan Dave dan memohon pada Dave. "Plisss kakkkk, sekali aja foto sama akuu. Ya ya ya?" Ucap Siswi itu dengan mata yang berkaca-kaca.
Dave yang kasihan melihat siswi itu pun langsung mengangguk kecil. "Yaudah sekali aja ya?" Ucap Dev yang dibalas dengan anggukan antusias oleh siswi itu.
Siswi itu mengeluarkan handphone dari saku bajunya dan mulai bergaya didepan kamera bersama Dave.
1!2!Tigaa.. Ucap Siswi itu saat dirinya dan Dave sudah bergaya didepan kamera.
Baru saja siswi itu ingin mengabadikan selfie bersama Dave, handphonenya sudah disambar oleh seorang gadis cantik.
Dave terngaga saat melihat seorang gadis sudah berada didepannya. Tiwi, gadis yang sudah menjadi kekasihnya selama 2 tahun belakangan ini. Mereka berdua kenal karena awalnya Dave dan Tiwi satu kelas pada saat MOS, dan Dave tertarik pada Tiwi karena sikap gadis itu yang feminimย hingga akhirnya Dave mulai berani mendekati Tiwi dan akhirnya mereka berdua resmi berpacaran dan hubungan mereka masih berjalan sampai sekarang ini.
Tiwi tersenyum sinis dan maju selangkah mendekat pada seorang siswi yang wajahnya sudah pucat pasi.
"Mau ngapain lo? Mau foto bareng sama cowo gue?" Ucap Tiwi disertai senyuman sinis andalannya ketika ada seorang cewe yang menggoda Dave.
Siswi itu menunduk takut. "Maaaaf kak..." lirihnya pelan.
Tiwi mengembalikan handphone siswi itu secara kasar. "Nih handphone lo kali ini gue balikin. jangan coba-coba buat ngajakin cowo gue foto bareng lagi atau handphone lo bakalan gue injak-injak sampe ancur!" Ucap Tiwi tegas membuat siswi itu berlari ketakutan.
Lalu Tiwi mendekat ke arah Dave dan menjewe telinga lelaki itu dengan cukup kuat. " lo ikut gue!" Perintah Tiwi pada Dave dan Dave hanya patuh mengikuti setiap langkah tiwi.
Jessen tertawa ngakak saat melihat Dave seperti tikus kecebur lumpur saat bertemu Tiwi. Dave adalah anak yang paling tidak suka bila dikekang, tetapi Dave selalu patuh pada ucapan Tiwi.
"Kasian si Dev, bakalan ada KDRT lagi nih kayaknya." Ucap Gio sambil menggelengkan kepalanya saat Dev dan Tiwi sudah berjalan menjauh.
"Kalo biasanya yang sadis itu laki, sekarang cewe cewe yang sadis. Kita liat aja Dave pas masuk kedalam kelas bentukannya gimana." Sahut Jessen.
"Gue yakin dimasa depan Dave bakalan jadi suami takut istri!" Ucap Arkan yang sedari tadi hanya membaca bukunya.
"Hahahaha sa ae lo upil kuda!" Sahut Gio yang sudah tertawa terbahak-bahak.
Gio, Jessen dan Arkan lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kelasnya. Mereka hanya bisa berdoa agar Dave setidaknya tidak babak belur saat masuk kedalam kelas.
๐๐๐