
"Hah?" jawab Jennie dan Aaron bersamaan, sudah pasti mereka memasang wajah kaget mereka.
Queen yang melihat ekspresi wajah mereka bingung, mengapa temannya sekaget itu mendengar nama lengkap Bobby, apa yang istimewa pikir Queen
"Co-cooper ?" Ucap Jennie gagap karena masih syok, ditambah Aaron yang juga terkejut.
"Cooper Group kan? " tanya Aaron memastikannya
Bobby yang melihat ekspresi dan pertanyaan mereka hanya berdehem dan menganggukan kepalanya disertai ekspresi datarnya.
"Seriusan? demi apa? Wahh gasalah emang" Ucap Jennie hebohh
Sontak kehebohan Jennie itu menambah kebingungan Queen.
"Kenapa? Ada apa dengan Cooper Group Bobby?" Tanya Queen kepada Bobby sambil menggoyang goyangkan tangan Bobby. Namun seketika Queen bertanya kembali dengan tatapan berbeda.
"Kamu Korupsi yaa?" Tambah Queen dengan tatapan selidiknya.
"Ahh atau kamu bangkrut yaa? Astaga Bobby kenapa ngak bilang sih" ucap Queen dengan nada kesalnya
Bobby yang mendengar penuturan Queen pun memutar malas bola matanya.
"Heh, itu mulut nyerocoss mulu, belum dijelasin juga main sambar aja kek petir" ucap Bobby
Queen yang mendengarnya hanya mengerucutkan bibirnya.
"Mana ada aku korupsi, apalagi bangrut. yang ada sebelum itu terjadi aku udah di omelin kakek sma papih kamu" Jelas Bobby sambil mencolek dagu Queen
Sontak prilaku Bobby itu membuat Queen tersipu malu namun Queen tetap dengan ekspresi cemberutnya. Bobby yang melihat Queen cemberut mendekatkan wajahnya ke telinga Queen dan berbisik ....
"engga usah gitu mukannya, mau aku serang yaa" goda Bobby
Queen membulatkan matanya mendengar bisikan itu, sedetik kemudian Queen langsung mentap tajam Bobby. Bobby yang melihatnya hanya tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Queen.
Jennie dan Aaron melihat tingkah Bobby dan Queen bertanya dalam hatinya.
"sepertinya mereka mempunyai hubungan" isi hati Aaron
Setelah bertanya dengan hatinya masing masing, Jennie memecahkan keheningan itu.
"wah Queen bener bener yaa ngak ngasih tau Kita" ucap Jennie disertai gelengan kepalanya
Queen yang melihatnya hanya melongo karena bingung dengan ucapan Jennie. Dia merasa begoo sendiri di percakapan ini.
"Dia CEO Cooper Group kan ?" - tanya Aaron
Queen hanya menjawab dengan anggukan dengan ekspresi bingungnya.
"nah itu dia masalahnya, CEO Cooper Group jarang ada yang tahu Gimana bentukannya" ucap Jennie sebari melihat Bobby untuk meminta pesetujuan melanjutkan percakapannya
"Sorry nihh, emng bnerkan?" sambung Jennie
"berita tentang lo selalu baik, ga pernah ada berita miring tentang lo. dan katanya lo CEO muda yang masih lajang" ucap Aaron memastikan
Bobby melihat Queen, dalam hati Bobby berkata "sepertinya aku tidak lajang, karena aku punya Queen"
"Iyaa semua berita itu benar, Karena gw yang minta. Soalnya ribet kalau udah berurusan sma wartawan,harus bikin klarifikasi lah apalah, apalagi bahas soal hubungan " jelas Bobby
Queen bertanya disela-sela pembicaraan "Terus permasalahannya?"
Jennie yang mendengar itupun hanya menepuk jidatnya, Bobby dan Aaron? sudah pasti mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat kepolosan Queen.
"dia kan pembisnis nomor 2 setelah keluarga kamu Queenna" ucap Jennie penuh penekanan karena kesalnya
"Iya emng, Cooper Group dibawah naungan Lynelle Corp. Karena mereka itu anggota Lynelle juga" ucap Queen lalu melihat Bobby " benerkan Bi? sambungnya untuk memastikan.
"Iyaa Quenna" ucap Bobby
"Teruss?" tanya Queen
Lagi lagi Queen mempertanyakan dan itu membuat Jennie Kesal tetapi tidak bagi kaum pria karena ekspresi Queen sekarang jangan lucu.
"Hadeuhhh tau ah, Pinter sih tapi lemot" ucap Jennie kesal