
Setelah dinding terbuka dan yang mereka lihat pertama kali adalah, “padang… rumput!!?”
“eh? Bagaimana bisa ada Padang rumput didalam gua!!?” lanjut Rinsoul terkejut.
Lalu ia keluar dan melihat Alkaf disebelah kirinya. Rupanya Alkaf juga terhubung dengan Padang rumput itu.
“eh kalian? Tapi bukan itu masalahnya, Padang rumput ini bagaimana bisa!?” ujar Alkaf kebingungan.
Lalu saat mereka semua keluar, tiba-tiba jalur tadi menghilang dan menjadi Padang rumput sepenuhnya. Mereka semua terkejut saat itu tiba-tiba menghilang.
“Kurasa kita harus terus maju kedepan, bisa saja ini termasuk teka-teki atau ilusi” ujar Rinsoul menenangkan yang lainnya.
Mereka semua mengangguk dan berjalan kedepan. Mereka selalu siaga sepanjang perjalanan karena tidak tahu apa yang akan menunggu mereka didepan.
Lalu setelah agak lama mereka melangkah, terlihat ada sungai didepan.
Mereka mendekat ke sungai itu dan ternyata ada seorang laki-laki yang terlihat seperti paman-paman berjubah hijau sedang mengobrol dengan seorang perempuan berambut perak mengkilap dengan pakaian gaun indah bagaikan putri kerajaan di seberang sungai.
“Anu permisi, ini dimana ya?” teriak Alkaf bertanya dari seberang mereka.
Tapi mereka berdua tidak menanggapinya dan terus melanjutkan obrolan mereka. Alkaf heran dengan sikap mereka.
“Permisi, saya mau tanya ini dimana ya??” teriak Alkaf lagi.
tapi tetap saja mereka tak menanggapinya sedikitpun. Seakan-akan Alkaf tidak ada.
Alkaf mulai kesal dengan sikap mereka dan menggerutu, “apaan sih, orang tanya kok gak dijawab”
Rinsoul merasa ada sesuatu yang janggal. “ini aneh, meski kita berseberangan dari mereka tapi jarak kita tetap dekat, terus kita juga ada didepannya” katanya dengan wajah curiga.
“Iya, ini cukup aneh. Setidaknya mereka akan menoleh meski sedikit tapi itu tidak. Seakan-akan kita tidak terlihat oleh mereka” sambung Raphalia yang juga merasa aneh.
Blaky mengambil kerikil dibawahnya dan melemparkannya ke laki-laki berjubah dan perempuan itu. Tapi terkejutnya mereka saat melihat kerikil itu menembus mereka berdua.
“Itu!? Menembus mereka!!!” teriak Nouranqy terkejut.
“Sudah kuduga, kemungkinan yang sedang kita lihat ini sebuah memori” kata Wira.
Alkaf penasaran dengan apa yang dikatakan Raphalia. “maksudnya memori?”
“apa kalian tidak penasaran kenapa gua ini dinamakan Gua Kenangan?” tanya Wira kepada yang lainnya.
“sekarang aku paham. Sepertinya gua ini dibuat oleh seseorang dan di dalamnya memuat segala memori sang pembuat” lanjut Raphalia.
Lalu tiba-tiba sang laki-laki berjubah itu berdiri dengan kegirangan sambil berkata kepada sang perempuan, “uwah sayang!? Kau hamil!!?”
Sang perempuan menanggapinya sambil terharu, “iya”
Kemudian mereka saling berpelukan dengan air mata kebahagiaan.
Dan seketika setelah itu, tiba-tiba disekitar mereka menjadi hitam.
“eh kok berubah menjadi hitam?” tanya Nouranqy bingung.
“sepertinya kita akan diperlihatkan memori yang lainnya” kata Rinsoul.
“Hueekkk…. Hueekkk”
Tiba-tiba terdengar suara bayi menangis dan disekitar mereka berubah menjadi ruangan di dalam rumah disebuah kamar.
Perempuan berambut perak itu berjalan dari belakang dan menembus tubuh Rinsoul dan yang lainnya menuju bayi yang sedang menangis itu.
“cup cup sayang… cup cup” kata nya menenangkan tangisan si bayi dipangkuannya.
Si bayi mulai tenang dan berhenti menangis lalu tertidur. Lalu perempuan itu bergumam sambil melihati wajah tenang si bayi, “aku harap kamu bisa tumbuh besar anakku, Grim”
Semuanya langsung tercengang melihat ia memanggil si bayi dengan nama Grim.
“tunggu dulu… itu Grim!?” ujar Nouranqy terkejut.
“kalau dia Grim berarti perempuan ini si Dewi Keadilan Yuri Saterica dong!?” lanjut Nouranqy.
“dan yang laki-laki tadi berarti ayahnya Grim. Sang pahlawan pembunuh raja iblis, Zero Marlin. Sepertinya yang kita lihat sedari tadi adalah ingatan dari orangtua Grim” kata Rinsoul.
“Tidak…” Misa membantah.
“bukan orangtua, lebih tepatnya ayahnya. Masih ingatkan tadi perkataan Grim?” lanjut Misa bertanya kepada yang lainnya.
“jadi begitu, entah kenapa sedikit demi sedikit aku mulai paham” sahut Alkaf.
Rinsoul dan yang lainnya mengikuti mereka bertiga, dan tak lama kemudian mereka keluar dari hutan dan nampak sebuah padang bunga yang sangat indah dan luas.
Banyak sekali kupu-kupu berterbangan kesana kemari membuat Grim kecil bahagia. Zero dan Yuri juga terlihat sangat bahagia.
Lalu scene berganti ke memori lain. Zero terlihat murung di sofa dan stres. Entah apa yang membuatnya sampai segitunya. Ia bergumam tentang istrinya Yuri namun tidak jelas di pendengaran Rinsoul dan yang lainnya.
Scene pun berganti lagi. Terlihat Yuri menangis memeluk Zero. Ia berkata kalau dewa lainnya menentang perkawinan Yuri dengan Zero karena melanggar hukum alam dewa. Yuri diperintahkan untuk kembali ke alam dewa. Tentu saja, Zero tidak mau akan hal itu.l dan berjanji untuk selalu menjaga Yuri dan Grim.
Scene pun berganti lagi.
Waktu melompat setahun kemudian. Para dewa petinggi datang menghampiri rumah Zero dan Yuri dan meneriaki nama Yuri dengan kasar. Mereka marah karena Yuri Saterica yang tidak kunjung kembali ke alam dewa.
Namun pada saat itu Zero, Yuri dan Grim sudah pindah ketempat lain. Mereka pindah ke Padang rerumputan Grats, bertujuan untuk bersembunyi dari para dewa. Namun itu percuma.
Dengan mudahnya para petinggi dewa menemukan lokasi Yuri Saterica dan berusaha mengeksekusinya.
Para petinggi itu mengirim pasukan monsternya. Zero bisa mengatasi itu tapi tidak bertahan lama. Pada akhirnya, Zero menangkap satu dari mereka untuk diteliti. Beberapa bulan kemudian penelitian itu membuahkan hasil. Monster-monster itu memiliki semacam zat yang jika itu menerima sinar matahari akan membuatnya menjadi kuat ratusan kali lipat.
Lalu Yuri memohon kepada para dryd dari hutan di pegunungan Alm untuk membuatkan sebuah hutan disekitar rumahnya.
Karena itu permintaan langsung dari Dewi, para Dryd menerimanya. Dalam 1 Minggu hutan lebat pun jadi, namun itu masih belum sempurna. Zero memperkuat hutan itu dengan sihir miliknya yang melimpah. Dalam 2 hari hutan lebat yang tak membiarkan sedikit cahayapun telah jadi, Zero menamai hutan itu 'Curonne' yang dalam bahasa kuno artinya ‘tertutup' atau 'rapat'.
Keesokan harinya para monster itu menyerang kembali. Dan karena mereka memasuki area tertutup, kekuatan mereka menurun sangat drastis. Zero bisa membantai monster-monster itu tanpa masalah, hingga beberapa bulan kedepan.
Para petinggi dewa semakin kesal. Mereka akhirnya mengirim pasukan terkuat mereka.
Monster-monster itu dapat merusak hutan. Para keroco mulai memasuki bagian terdalam dan menyerang rumah Zero. Zero sibuk memperbaiki bagian-bagian hutan yang dirusak. Sedangkan Yuri menahan para keroco yang banyak itu sendirian.
Untungnya mereka berhasil bertahan hari itu, tapi mereka kelelahan. Mereka sadar bahwa mereka membutuhkan sesuatu untuk memudahkan mereka mengusir para monster.
Yuri akhirnya membuat sebuah artifak dengan tingkat kesucian tinggi. Artifak itu berhasil selesai dalam beberapa jam dengan bantuan Zero.
Keesokan harinya para monster-monster itu tak bisa mendekat karena adanya artifak. Mereka akhirnya bisa hidup damai tanpa terusik sedikitpun. Nnamun tetap saja para monster itu berkeliaran di area hutan yang agak jauh dari rumah mereka. Karena Zero khawatir itu akan berdampak kemana-mana, Dryd mengunci mereka karena permintaan Zero.
Scene berganti. Kepala keluarga Saterica tidak terima dengan tindakan para petinggi yang hendak membunuh putrinya. Akhirnya para dewa membangun sebuah tempat didekat rumah Zero dan Yuri, lalu melakukan konferensi untuk pertama kalinya setelah sekian lama.
Di konferensi itu datang beberapa dewa yang penting dan juga petinggi itu. Mereka membahad mengenai perkawinan Yuri dan Zero. Setengah dari mereka murka dan setengah dari mereka membela. Lalu mereka mengungkit sejarah tentang konferensi beberapa ribu tahun yang lalu mengenai Dewi Bulan Kaguya.
Cerita dramatis Dewi Bulan Kaguya sudah terkenal di masyarakat. Cerita tentang Dewi Kaguya yang mencintai seorang pemuda manusia, namun hal itu dilarang oleh para dewa. Akhirnya Dewi Kaguya memberikan sebotol kecil air keabadian kepada pemuda yang ia cintai, dan pergi ke alam dewa untuk selamanya. Dewi Kaguya memberikan air keabadian itu dengan maksud agar bisa bertemu lagi meski itu akan membutuhkan waktu ratusan ribu tahun atau lebih. Namun pemuda itu tak memahami maksud Dewi Kaguya dan bunuh diri dengan meminum racun.
Dari cerita legenda ini, beberapa petualang terkadang berkelana demi mencari air keabadian yang ditinggalkan oleh pemuda itu.
Kembali ke cerita awal. Hasil dari konferensi, para dewa berjanji agar tidak melakukan hal ini lagi. Zero dan Yuri masih bisa terus bersama. Namun dibalik itu Dewa Kehancuran merencanakan sesuatu. Dia memanfaatkan ini untuk melakukan hobinya. Dia mengutus sebuah naga langit ke rumah Zero berada. Tentunya Zero yang mengetahui hal itu marah dan menantang para dewa. Para dewa sendiri kebingungan, karena diantara mereka tidak ada yang melakukannya.
Disitulah Dewa Kehancuran mengkambing dombakan. Ia menuduh Dewa Gunung karena alasan Naga tinggal digunung. Dan lama kelamaan mereka para Dewa bertengkar satu sama lain.
Ini merupakan sebuah kesempatan emas untuk Dewa Kehancuran. Ia mengirim Naga Penguasa Kegelapan untuk menyerang Yuri Saterica.
Zero telat menyadarinya. saat ia kembali, rumahnya sudah hancur berantakan. Zero syok melihat itu dan langsung bergegas mencari Yuri dan Grim.Tak lama kemudian Zero menemukan Yuri di luar hutan tergeletak terbunuh sambil merangkul melindungi Grim.
Zero terdiam melihat istrinya tergeletak tanpa nyawa.
Perasaan dalam hatinya bergejolak bercampur aduk. Perasaan marah, sedih, bersalah dan perasaan lainnya bercampur aduk menjadi satu.
Lalu tubuh Yuri berubah menjadi serpihan cahaya dan kembali kealam dewa.
Dewa Dewi tidak akan mati jika terbunuh didunia, ia hanya akan kembali ke alam dewa.
Grim menangis ketakutan. Dengan pikiran kosong Zero berjalan ke arah Grim dan menidurkannya. Seketika setelah itu, gejolak perasaan Zero tak tertahan dan itu berubah menjadi ledakan sihir yang luar biasa. Satu dunia terguncang. Zero murka. Ia berteriak kepada para dewa. Ia berjanji, akan membunuh semua dewa-dewi yang ada di dunia ini tanpa tersisa sedikitpun.
Scene berganti. Terlihat Zero membunuh Dewi Bintang di tangannya. Satu lagi dari mereka kembali ke alamnya.
Lalu Dewi air, Dewa langit, dan beberapa Dewa Dewi lainnya menyusul kembali ke alamnya. Para dewa-dewi lain yang mengetahui itu pada akhirnya tidak memiliki pilihan lain, dan kembali ke alamnya dengan sendiri.
Sejak saat itulah para Dewa Dewi meninggalkan dunia. Disaat yang sama Zero melampaui rank tertinggi dan menjadi rank SS yang kekuatannya mendekati dewa.
Kembalinya para Dewa Dewi mulai ditulis dalam sejarah, namun itu berubah sedikit. Zero memanipulasi seluruh manusia di dunia yang mengetahui kebenarannya, dan merubah sedikit sejarah dengan menghilangkan namanya. Akhirnya sejarah mengatakan bahwa Dewa Dewi meninggalkan dunia kareana 'suatu alasan'.
Scene berganti. Rumahnya yang berada dihutan ia rubah menjadi sebuah desa, dan seiringnya waktu desa itu berubah menjadi kota.
Zero sudah mulai menua. Kulitnya mulai terlihat mengkeriput dan beberapa helai rambutnya berwarna putih. Sedangkan Grim sudah mulai beranjak dewasa. Ingatan Grim dirubah sedikit oleh Zero mengenai kematian ibunya.
Beberapa hari kemudian, Zero menyerahkan kekuasaan kota kepada Grim dan berkata akan melakukan perjalanan yang panjang.
Grim tak siap dengan itu. Ia tak mau Zero pergi meninggalkannya sendirian. Tapi Zero tetap memaksa dan pada akhirnya Grim merelakannya. Scene memori itu diakhiri oleh perginya Zero dan Grim yang berlinang air mata menatap punggung sang ayah.