PHANTOM - The Legendary Guild

PHANTOM - The Legendary Guild
GUA KENANGAN PART 1



Di sebuah hutan yang begitu gelap hingga tak tertembus satu cahaya pun, mereka bertarung dengan monster yang jumlahnya sangat banyak dan juga kuat.


*Slash!


“Cih, gak ada habis-habisnya” ucap Rin dengan nafas yang terengah-engah.


“Hei, masih gak boleh pakai Cross Fire nih?” Ucap Blaky gemas dibelakang.


*Cross Fire, skill khusus job class Archer bertipe area. Berupa panah sihir yang besar dengan kobaran api yang panasnya melebih lava, salah satu skill pamungkas Archer.


Nouranqy sembari bertarung memperingati Blaky, “jangan Blak, nanti skillmu itu bisa membakar pohon-pohon disini! Cahayanya masuk entar kita yang kerepotan”


“Kudengar monster-monster disini kekuatannya tertekan berkat Dryad yang mengurung mereka dihutan ini yang tidak membiarkan cahaya sedikitpun masuk, itu benar ya?” ujar Raphalia bertanya sembari menembakkan beberapa peluru sihir.


“Ya itu benar, berkat Dryad mereka mengurung Monster-Monster ini disini dan menutup jalan masuknya cahaya matahari. Karena jika monster-monster ini terkena cahaya sedikitpun, kekuatannya akan bertambah ratus kali lipat. Karena itu hutan ini dinamakan hutan terlarang tanpa cahaya, Currone” jelas Nouranqy.


*slash!


“Kau tahu banyak ya” ucap Rin yang sibuk menebas para monster.


Kemudian mereka melanjutkan pertarungan hingga berhasil mencapai dibagian terdalam hutan, area yang aman.


Sungguh pertarungan yang sangat melelahkan. Mana mereka hampir habis, lapar dan haus pun mulai menyerang, dan akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.


“Wah gila nih hutan, hosh hosh” ujar Rin dengan nafas terengah-engah.


“Apa yang Misa lakukan di kota itu sampai lewat beginian?? Salut aku” ujar Blaky geleng-geleng kepala.


"untuk ukuran Elf kau juga ogah dengan beginian ya" Ujar Rinsoul yang masih kelelahan.


"para Elf juga menghindari tempat ini jadi wajar" jawab Blaky.


“Padahal dia Warrior loh, meski rank S seharusnya gak bisa lewat beginian sendirian” ujar Nouranqy merasa curiga.


Raphalia yang sedang membuat perapian mencoba berasumsi, “apa jangan-jangan ada Tanker?”


“seharusnya itu tidak mungkin, setahuku segerombolan petualang pernah masuk kedalam hutan ini sekitar 2 tahun yang lalu dan itupun saat kembali hanya beberapa yang selamat. Padahal ada tanker rank S digerombolan itu” ujar Nouranqy melawan opini Raphalia.


“Kalau tanker rank S aja gak bisa, berarti cuman 1 kemungkinan yang ada. Tanker rank S+” lanjut Nouranqy berpikir.


Rinsoul dan Blaky langsung saling bertatapan muka.


“Alkaf!!” sahut Blaky dan Rinsoul bersamaan.


*Alkaf adalah salah satu anggota PHANTOM dengan job class Tanker.



Ia dikenal dengan sebutan 'Adamantite' karena tubuhnya yang sekeras bijih Adamantite. Dia satu-satunya Tanker yang berhasil menembus Rank S+ dibenua Ralva.


“apa iya Alkaf bersama Misa?” tanya Raphalia ragu.


“Tapi cuman itu satu-satunya kemungkinan yang ada” jawab Nouranqy yakin.


“bagus dong ada Alkaf juga. Ada Tanker sekuat Alkaf disisi kita itu bisa bikin kita semakin gampang mencari teman-teman yang lain” Ucap Rinsoul dengan riang.


Raphalia yang selesai membuat perapian pun merebahkan tubuhnya dan berkata, “kuharap itu terjadi”


Mereka beristirahat sejenak lalu berjalan kembali menuju kota.


*Krak


“Oi Raph, bener nih lewat sini?” ucap Rin merasa cemas.


“iya bener, makhluk summonku sudah melihat kota itu dan kurasa kita udah dekat kok” jawab Raph sembari memotong semak belukar yang menghalangi jalan.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di kota suci yang terpencil itu. Kota itu bernama Suosh-Saterica.


*Suosh berasal dari ejaan South yang berarti selatan dan Saterica adalah nama keluarga dari dewa-dewi keadilan. Konon disana adalah tempat bersinggahnya salah satu Dewi keadilan Yuri Saterica, namun sejarah mengatakan dewa-dewi telah kembali ke alamnya sejak lama karena suatu alasan.


Di gerbang kota itu awalnya mereka dihadang oleh 2 penjaga. Tapi kedua penjaga itu akhirnya membiarkan mereka masuk karena dianggap tidak berbahaya.


Saat memasuki kota, dari sudut pandang mereka kota ini tidak secanggih kota suci Sofya yang tak jauh dari ibukota, tempat dimana Dewi Cahaya Layra singgah.


Kebanyakan struktur rumahnya masih tradisional. Jalanan juga masih berupa tanah. Tapi meski begitu, para warganya hidup dengan tentram dan damai.


“ini kota yang bagus” ujar Rinsoul dalam hati.


Mereka berempat berjalan-jalan mengitari kota mencari keberadaan Misa. Lalu tak sengaja melihat seorang laki-laki membawa keranjang yang penuh dengan buah berjalan menuju balai kota. Kebetulan orang itu mirip dengan Misa.


Karena penasaran mereka menghampiri orang itu dan ternyata dia sungguhan Misa.


Misa yang sedang berjalan keluar dari bangunan dikejutkan dengan keberadaan Rinsoul dan lainnya.


“loh loh loh kalian!!? Kok… disini?” ucap Misa terheran-heran.


Rinsoul melambaikan tangannya dan tersenyum lebar sambil berkata, “halo Misa! Pakabar? Hehe”


Sebelum mereka saling mengobrol panjang lebar, Misa membawa Rinsoul dan lainnya masuk kedalam.


"Ehem... Sepertinya telah terjadi reuni yang mengharukan tapi, siapa mereka ini Misa?” Ucap tiba-tiba dari seorang perempuan dibelakang Misa.


"Mereka adalah keempat teman guildku, tidak.. mungkin… mantan guild"


"Hm? Ah apapun itu aku tidak peduli, jadi apa mereka ini ancaman??" Lanjut perempuan itu dengan tatapan waspada.


"Tentu saja tidak, lagian jika mereka orang jahat tidak mungkin mereka bisa masuk ke sini" jawab Misa tertawa ringan.


"Hmm… Benar juga" ucapnya sambil menurunkan kewaspadaannya.


"Kalau begitu, kuucapkan selamat datang dikota ku dasar orang-orang udik, aku menyambut kalian" lanjutnya.


Rinsoul sedikit heran dengan perkataan nya barusan. “kota… ku?”


“oh, sebenarnya dia adalah anak dari Dewi Keadilan Yuri Saterica yang dulunya singgah disini dengan pahlawan legendaris yang membunuh raja iblis dahulu kala.” ujar Misa menjelaskan.


“Yah bisa dibilang dia ini setengah dewa. oh dan juga dia walikota disini” lanjut Misa.


Rinsoul dan lainnya langsung terdiam seribu bahasa.


“aku Grim Saterica. Seperti yang dikatakan Misa barusan, aku manusia setengah dewa” ujar Grim memperkenalkan diri.


“Ah Misa, aku baru ingat. Bisakah aku meminta bantuanmu untuk menjemput arkeolog yang bodoh itu? Sudah seminggu dia tidak kembali, apa yang dia lakukan disana” lanjutnya yang teringat dengan Arkeolog itu sambil menggelengkan kepalanya terheran-heran.


“oh, tidak masalah” jawab Misa


“Kalau begitu bawalah mereka juga. Aku tak bisa memberikan fasilitas kepada orang asing yang mencurigakan” ucap kades dengan tatapan kembali waspada kepada Rinsoul dan lainnya.


“Apa benar dia setengah dewa? Haha... Ha” ucap Rinsoul dalam hati meragukan kebenarannya.


Sesuai perintah dari Grim, Saat itu juga mereka langsung menuju ke Reruntuhan tempat sang arkeolog berada.


"Ngomong-ngomong, kamu tahu dimana Alkaf sekarang?" Ucap Rin bertanya di perjalanan.


Sekali lagi Rinsoul dan yang lainnya terdiam seribu bahasa. “ternyata benar ada Alkaf...” ucap mereka berempat dalam hati.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di reruntuhan. Misa menuntun mereka menuju sebuah ruangan, disana ada sebuah patung retak yang besar beserta banyak kertas yang berserakan. Kertas-kertas itu terlihat sudah keropos dan sangat tua.


"Hey apakah orang itu Alkaf?" Tanya Rinsoul sambil menunjuk seseorang dengan baju lusuh dipojok sudut ruangan yang nampak dengan serius membaca kertas-kertas kuno.


“Hei Kaf(Alkaf), Grim mencarimu!” teriak Misa memanggil.


Alkaf langsung menoleh ke arah Misa dan yang lainnya dengan tatapan seperti orang yang sudah tidak tidur beberapa hari.


"Huh? Oh itu kau” balasnya singkat.


Lalu ia terkejut melihat Rinsoul, Blaky dan Raphalia dibelakangnya. “tunggu, kalian kan…!?”


“hohooo, sekarang kau sudah tua huh? Rambut apa itu yang ada di dagumu?” sahut Nouranqy tiba-tiba menyinggung jenggot Alkaf.


“Tua apanya, aku masih umur 30 tahun!” balas Alkaf tersinggung.


“Umur 30 tahun itu tua bodo, udah berjenggot bau tanah lagi” lanjut Nouranqy mengejek.


Kemudian Alkaf melirik Blaky dengan ucapan mengejek, “kalau masalah tua mah, aku masih jauh daripada Blaky… ya kan?


“Sayangnya untuk ras Elf sepertiku umur 70 tahun masih memasuki awalan masa remaja, jadi secara teknis yang lebih tua ya kau Alkaf” balas Blaky melawan.


*Blaky adalah ras Elf dan satu-satunya di PHANTOM. Oleh karena itu dia sangat ahli menggunakan busur.



“Ggahh!!?” Alkaf merasa barusan hatinya tertusuk.


Nouranqy langsung tertawa terbahak-bahak melihat Alkaf tak bisa melawan perkataan Blaky.


“ngomong Kaf, kertas-kertas ini apaan?” tanya Rinsoul sambil menatapi kertas-kertas yang berserakan.


“Oh ini? Aku baru saja menemukannya 3 hari yang lalu, dan kertas-kertas ini menjelaskan kalau reruntuhan ini dulunya tempat perkumpulan para dewa-dewi. Entah itu untuk diskusi atau yang lainnya” jawab Alkaf.


Kemudian Alkaf berjalan mengarah meja yang terdapat 1 kertas tapi itu sudah robek setengah.


“Tapi sayangnya kertas yang ini robek dan huruf-hurufnya juga agak memudar. Yang kutahu di akhir kalimat sebelum sobekan ini menunjukkan kata 'Dewi Bulan, Kaguya' tapi karena kekurangan petunjuk jadi aku bingung maksudnya” lanjut Alkaf sambil menunjukkan kertas itu.


Tak lama setelah Alkaf sedang asik menjelaskan penelitiannya, tiba-tiba tanah terasa bergetar sesaat.


“apa hanya aku yang merasakan tanahnya bergetar sebentar tadi?” tanya Rinsoul cemas dengan getaran barusan.


“Aku juga merasakannya” sahut Raphalia sambil melihat kebawah.


Belum 1 menit getaran itu terasa lagi tetapi itu seperti menjadi semakin kuat. Lalu disusul lagi getaran ke 3 dan getarannya semakin kuat lagi. Lalu Alkaf merasa seakan-akan ada sesuatu yang besar sedang menghampiri mereka.


Ia langsung berlari keluar ruangan dan ternyata dugaannya benar. Golem Kristal raksasa penjaga reruntuhan terbangun.


Yang lainnya segera menyusul Alkaf yang tiba-tiba berlari keluar ruangan, dan terkejut melihat Golem raksasa itu.


Alkaf dengan sigap langsung memakai perlengkapan dari dimensi penyimpanan miliknya. Dengan gagah berani ia berniat menyerang Golem itu. Lalu Golem itu mengangkat tangan besarnya bersiap menghantam Alkaf dan kawan-kawan.


“Oh sialan…” gerutu Alkaf gelisah saat melihat tangan raksasa itu.


Tiba-tiba Alkaf putar balik badan dan berteriak, “LARI!!!”


Rinsoul dan lainnya terkejut Alkaf menyuruh mereka lari, padahal sikapnya barusan terlihat keren dimata mereka


*DUARR!


Golem itu mengayunkan tangannya dan menghantam mereka. Rinsoul, Blaky, Nouranqy, Raphalia dan juga Misa berhasil menghindar tetapi tidak dengan Alkaf. Karena ia adalah Tanker, pergerakannya sangat lambat.


“Oh tidak Alkaf terhantam serangan Golem itu!!” teriak Rinsoul panik.


Golem itu mengangkat tangannya dan ternyata Alkaf baik-baik saja, bahkan tidak tergores sedikitpun.


“Eh, oh.. aku baik-baik saja?” ucap Alkaf terheran-heran sendiri sambil meraba tubuhnya.


“woi pak tua!! Cepat lakukan sesuatu untuk menahan Golem itu, nanti biar kita yang serang” teriak Nouranqy dari kejauhan.


Alkaf tersinggung dan itu menyulut semangat bertarungnya, “aku masih umur 30 tahun sialan!!!!”


“PROVOKASI!!”


*Skill job class Tank yang memprovokasi targetnya kepada dirinya agar tak menyerang anggota yang lainnya.


“GUARDIAN!!”


*Skill job class Tank yang memberikan perlindungan fisik dan sihir kepada area disekitarnya.


“SANCTUARY!!!!”


*Skill job class Tank yang meniadakan segala serangan disekitarnya dalam kurun waktu beberapa detik.


Disaat bersamaan saat Alkaf menggunakan skillnya, yang lainnya bersiap ditempat untuk bersiap menyerang.


Blaky menggunakan skill 'Slime Shot' nya untuk memberikan efek lambat kepada target. Disusul Raphalia yang merapalkan mantra 'paralyze' kepada target membuatnya lumpuh sesaat.


Di waktu yang sesaat itu lah Rinsoul menggunakan skill 'Three Slash' nya memotong kaki Golem itu sekejap mata agar tak bisa bergerak. Lalu disusul Nouranqy menghancurkan kedua lengan tangan Golem itu. Untuk serangan terakhir, Misa menggunakan skill 'meteor' nya, menghantam Golem itu dari atas dengan sangat kuat dan seketika Golem itu hancur berkeping-keping.


“Fiuh, Untung aku menyimpan pedang di penyimpanan dimensional ku” ucap Misa sambil mengelap keringat di dahinya.


“entah kenapa golem tadi terasa sangat menakutkan… Ha ha” ujar Alkaf merasa sedikit ketakutan.


“Makanya, jangan nolep melulu disini baca kertas-kertas kuno” celetuk Nouranqy mengejek Alkaf.


“kalau begitu ayo kita segera kembali, Grim bar-bar itu pasti sedang menunggu. Entar kalau kelamaan nanti dia marah terus bisa-bisa aku diusir dari sana” ucap Rinsoul agak kesal sambil memikirkan sosok Grim.


Sesuai perkataan Rinsoul, mereka bergegas kembali ke kota. Sesampainya, ternyata Grim sedang duduk menunggu kedatangan mereka dengan urat dimana-mana.


“wah, dia marah ini pasti” ucap mereka dalam hati pasrah.


Grim tiba-tiba berdiri dan menghampiri Alkaf dengan senyumnya yang terlihat mematikan.


*BRUAK


Alkaf dihantam oleh Grim dengan sangat keras hingga masuk kedalam tanah. Seketika yang lainnya terkejut dan langsung menoleh kearah Rinsoul sambil berkata dalam hati, “untung Tanker, andai Samurai kayak Rinsoul langsung meninggal itu”


“Aduh..” ucap Alkaf memegangi kepalanya sambil beranjak keluar dari lubang.


"Uwah... kau bisa menahan pukulanku!? Kupikir kau akan pingsan selama sebulan tadi" ucap Grim terheran-heran.


"Tapi bodoamat. Kalian istirahat saja disini. Terus karena dia(Alkaf) baik-baik aja, besok aku mau minta tolong lagi kepada kalian". Lanjutnya.


Rinsoul, Blaky, Nouranqy dan Raphalia seketika langsung menoleh kearah Alkaf dan memberikan keluhan dalam hati, “Duh!! Pingsan aja sana!!!”


"haha..."