
Sebagai gantinya Alkaf tidak pingsan, mereka meminta untuk tinggal dirumahnya yang berupa pemberian dari Grim. Alkaf pada akhirnya pasrah dan membolehkan mereka untuk tidur dirumahnya.
“Kalian semua ******** emang” gerutu kesal Alkaf.
“sudahlah terima saja, itu juga salahmu gak pingsan. Setidaknya minimal pura-pura pingsan gitu” ucap Rinsoul menepuk punggung sambil tersenyum.
“Ya mana bisa gitu!?” lanjut Alkaf yang masih tidak terima.
Terus Nouranqy tiba-tiba mengomentari ruangan rumah Alkaf. “kotor bau lagi, rumah apa kandang ini. Yah lagi pula kau sendiri aja bau tanah”
“Nouran emang top global roasting” ucap Misa sambil mengacungkan jempolnya.
“udah numpang komentar lagi!!!” gerutu Alkaf semakin kesal.
Blaky dan Raphalia kembali dari belakang rumah. Mereka berniat untuk mengambil air dari sumur buat bahan masakan, tapi diluar dugaan sumur itu kering.
“Oi Kaf, sumurnya kering tuh?” ucap Blaky heran.
“kering?” balas Alkaf yang juga heran.
“eh gak ada air? aku butuh air buat masakan nanti soalnya” Tanya Misa.
Alkaf berpikir sejenak.
“Kalau mau bisa sih ngambil di sungai, tapi harus keluar dari hutan dulu”
Raphalia dan Alkaf langsung sergap menolak, “oke, kita putuskan untuk kelaparan. Deal?”
“loh loh kenapa!?” tanya Alkaf keheranan.
“Haizz, keluar dari hutan dulu berarti harus lawan monster-monster itu, ogah aku” jawab Misa sambil menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba Rinsoul menyadari sesuatu, kemudian ia berjalan kearah Alkaf dan merangkulnya. lalu Rinsoul menatap Blaky dan Misa lalu menggerakkan alisnya seakan-akan menunjuk Alkaf.
“ha?” Misa dan Blaky kebingungan.
Alkaf menatap Rinsoul dengan wajah bagaikan menatap orang gila.
Rinsoul gemas sedari tadi tidak ada yang memahami maksudnya.
“astaga lemot sekali otak kau…” ujarnya sambil menepuk dahinya.
“Kan ada Alkaf, dia Tank bro…” lanjut Rinsoul sambil menunjuk Si Alkaf.
Dan semuanya langsung paham apa maksud Rinsoul. “oh!!”
Alkaf kesal dan menolak, “Ha!? Udah numpang, ngehujat sekarang nyuruh!? Ogah ah ambil sana sendiri”
“ayolah Kaf, aku ini capek. Barusan datang kesini udah disuruh jemput kamu” ujar Rinsoul menatap Alkaf dengan tatapan memelas.
“ya salah sendiri kesini, lagian ngapain kesini??” tanya Alkaf penasaran.
Misa juga baru menyadarinya, “iya juga, ngapain kalian kesini?”
Blaky, Raphalia, Rinsoul dan Nouranqy langsung saling bertatapan dan mengangguk.
“Ini waktu yang tepat…” ucap Rinsoul.
Alkaf dan Misa kebingungan dengan maksud Rinsoul.
Rinsoul mengulurkan tangannya kepada Misa dan Alkaf sambil berkata, “Kalian berdua… aku mengajak kalian ikut bersama kami, untuk membangkitkan kembali Guild PHANTOM”
Misa dan Alkaf seketika terkejut.
“Jadi, kalian kesini bermaksud untuk mengajak ku dan Alkaf bergabung bersama kalian??” tanya Misa.
“Iya”
Lalu Misa dan Alkaf nampak termenung sejenak.
“awalnya hanya aku, Raphalia dan Blaky saja. Lalu kita mengajak Nouranqy untuk bergabung. Dan sekarang, kita mengajak kalian berdua. Kumohon” lanjut Rinsoul.
Misa menghela nafas dan berkata, “baiklah aku akan bergabung dengan kalian”
Rinsoul, Raphalia, Nouranqy dan Blaky seketika nampak senang.
“tapi, setelah misi yang diberikan kepada Grim. Karena Grim sudah sangat membantuku, jadi aku ingin membalas Budi sebelum pergi” lanjut Misa.
“Tentu saja!” ucap Rinsoul bersemangat dan senang.
Misa pun tersenyum.
“terus bagaimana denganmu Kaf?” lanjut Rinsoul bertanya.
Alkaf masih terlihat berpikir. Lalu dia membuka mulutnya, “sebelumnya aku ingin tanya dulu, apa kau yakin bisa membangkitkan PHANTOM kembali?”
Rinsoul yang mendengar itu tersenyum tipis dan berkata, “emangnya itu mustahil? Selama kemungkinannya tidak 0%, itu sudah lebih dari cukup!”
Alkaf yang mendengar jawaban itu seketika teryakinkan.
“baiklah, aku akan bergabung dengan kalian. Lagi pula menjadi arkeolog selama setahun membuatku menjadi lemah, bisa-bisa nanti Rank S+ ku menertawaiku” ujar Alkaf tersenyum.
Rinsoul, Blaky, Raphalia dan Nouranqy sekali lagi senang mendengar jawaban itu.
“Aku tak sabar bertempur bersamamu lagi rekan” ujar Rinsoul sambil menjabat tangan Alkaf.
“Ya” jawab Alkaf tersenyum.
Lalu tiba-tiba Raphalia mengubah suasana.
“nah mumpung kalian gak sabar bergelud bareng, pergi sana ambil air” ujar Raphalia dengan nada bercanda.
“Haha…ha” Rinsoul dan Alkaf tertawa pasrah.
Pada akhirnya Rinsoul, Alkaf dan juga Blaky pergi menuju sungai. Sedangkan yang lainnya membersihkan rumah. Misa mempersiapkan dapurnya karena ia ahli memasak.
Keesokan harinya mereka berkumpul di balai kota. Lalu Grim keluar menemui mereka dan menjelaskan misi yang ia maksud kemarin.
“aku ingin kalian masuk kedalam Gua Kenangan. Gua itu disebelah barat darisini dan masih dalam area hutan jadi hati-hati” ujar Grim menjelaskan.
“Emangnya masuk kesana untuk apa?” tanya Rinsoul yang bingung dengan tujuan masuk kedalam gua itu.
“aku ingin kalian mengambil item bernama 'Air Mata Tiada Tara'. Ayahku dulu sebelum pergi meninggalkanku dia berpesan jika ada masalah menyuruhku untuk pergi ke Gua Kenangan. Tapi ayahku juga berpesan untuk hati-hati karena disana penuh dengan teka-teki dan jebakan, karena itu aku membutuhkan si Arkeolog ini” lanjut Grim menjelaskan.
“item apa itu Grim?” tanya Misa penasaran.
“Mungkin kalian sudah tau tapi air di kota ini entah kenapa menyusut dengan cepat, kurasa itu karena migrasi Gajah Selang tapi itu cukup membuat kota ini bermasalah. Lalu item itu bisa memberikan kita air tanpa henti” jawab Grim.
Seketika mereka semua langsung merasa terjelaskan.
“Owalah pantes airnya tiba-tiba kering” ujar Rinsoul.
“Sebenarnya aku ingin ikut dengan kalian tapi aku sibuk menenangkan para warga. KalauKalau begitu kalian bergegaslah kesana, kota ini membutuhkan bantuan kalian” ujar Grim tegas.
Kemudian berangkatlah mereka menuju Gua Kenangan. Sesampainya gua itu disarangi oleh Serigala Merah. Lebih tepatnya ditempat masuk mereka bersarang oleh karena itu tempat masuknya terhalangi.
Mau tak mau mereka harus menyingkirkan para Serigala Merah itu dan menghancurkan sarangnya.
Tak butuh waktu lama untuk mereka menyingkirkan para Serigala itu dan bergegas masuk kedalam gua.
Saat sedang berjalan lurus kedepan dikegelapan gua, mereka terhentikan oleh 2 jalur berbeda.
“Lewat yang mana nih?” tanya Rinsoul kebingungan.
“Kita bagi 2 tim aja, satunya ke jalur kiri dan satunya lagi ke jalur kanan” ujar Alkaf memberikan saran.
Merekapun terbagi menjadi 2 tim. Alkaf bersama Misa dan Blaky, sedangkan Rinsoul bersama Raphalia dan Nouranqy. Tim Alkaf kejalur kiri dan tim Rinsoul kejalur kanan.
Tak jauh tim Alkaf melangkah, mereka menemui jalan buntu dengan papan 9 tombol yang tertempel di dinding didepannya. Tiap tombol di papan itu memiliki simbol masing-masing.
“Hm… kurasa ini teka-teki” ujar Alkaf melototi papan itu.
“Tapi maksudnya apa? Tidak ada petunjuk juga” tanya Misa kebingungan.
“menurutku ini terhubung dengan papan yang satu lagi” ujar Alkaf mengutarakan pemikirannya.
“papan yang satu lagi? Apa jangan-jangan di jalur kiri tempat Rinsoul?” tanya Misa.
Alkaf mengetuk dinding didepannya dan merasa ada jalan untuk kedepan.
“tidak salah lagi, kurasa kita harus menekan tombol-tombol ini bersamaan dengan papan yang satunya lagi” ucap Alkaf merasa yakin.
“tapi bagaimana bisa kita melakukan itu bersamaan??” tanya Misa yang masih kebingungan.
“Rinsoul memiliki skill bernama 'long sense', dan aku memiliki pendengaran yang tajam, ditambah lagi kita tak jauh melangkah dari sana. Kurasa aku bisa berkomunikasi dengan Rinsoul” sahut Blaky tiba-tiba.
*Long sense adalah skill pasif dari job class samurai. Skill ini membuat indra penciuman, pendengaran dan juga penglihatan sedikit lebih tajam.
Sedangkan disisi lain saat menemukan jalan buntu dan juga papan. Rinsoul, Raphalia, dan juga Nouranqy kebingungan.
“ha? Apa ini? Jalan buntu?” ujar Nouranqy heran.
“Berarti jalur kiri yang bener” lanjut Nouranqy.
Tetapi Rinsoul tidak merasa seperti itu, ia merasa ini sebuah teka-teki.
“Kurasa ini teka-teki Nouran” ucap Rinsoul kepada Nouranqy.
Papan itu memiliki 9 tombol dengan masing-masing memiliki simbol tersendiri.
“teka-teki?” tanya Nouranqy.
“Iya, kurasa ini teka-teki. Tapi aku tak paham maksudnya”
“kalau ini teka-teki seharusnya ada petunjuk tapi gak ada sama sekali” lanjut Nouranqy.
Disaat yang sama, Raphalia merasakan sedikit jejak sihir. Lalu ia memejamkan matanya dan memfokuskan diri terhadap jejak sihir itu. Raphalia melihat aliran sihir dari papan itu menembus dinding disebelah kiri.
“Kurasa ini terhubung dengan papan yang satunya lagi” ujar Raphalia tiba-tiba.
“maksudnya?”
“Aku melihat aliran sihir dari papan dan itu mengarah ke kiri menembus dinding” lanjut Raphalia menjelaskan.
“Jadi maksudmu papan ini terhubung dengan papan yang ada dijalur kiri tempat Alkaf?” tanya Rinsoul.
“Iya, dan kurasa tombol-tombol ini harus ditekan bersamaan dengan papan yang satunya sesuai dengan simbolnya. Maksudku jika kita menekan tombol yang bersimbol ini, yang satunya juga harus menekan tombol dengan simbol yang sama tapi harus bersamaan” ujar Raphalia menjelaskan.
“Tapi bagaimana caranya kita berkomunikasi dengan Alkaf dan yang lainnya?” tanya Nouranqy kebingungan.
Lalu tiba-tiba Rinsoul mendengar suara Blaky, “oi Rin, kau mendengarku?”
“Tunggu diam sebentar, aku mendengar suara Blaky” ucap Rinsoul mendadak kepada Raphalia dan Nouranqy.
“Iya, aku mendengarmu” jawab Rinsoul kepada Blaky.
Blaky memberitahu Alkaf dan Misa bahwa cara itu berhasil. Lalu Alkaf menyuruh Blaky untuk memberitahu Rinsoul simbol yang harus ditekan secara bersamaan.
“Rin, simbol yang harus ditekan dari awal simbol berbentuk rumput, lalu sungai, naga, angsa, pohon, gunung, rumah, bayi, dan yang terakhir bulan”, ujar Blaky memberitahu Rinsoul.
“Kita hanya perlu menghitung agar bisa menekan secara bersamaan” lanjut Blaky.
Rinsoul paham maksud Blaky lalu menghitung bersamaan dengan Blaky. Secara perlahan mereka menekan tombol agar tak terjadi kesalahan dan pada akhirnya, dinding didepan yang buntu itu terbuka.
Mereka semua terkejut melihat sesuatu dibalik batu itu.
“eh!?”