PHANTOM - The Legendary Guild

PHANTOM - The Legendary Guild
AWAL DARI SEGALANYA



PHANTOM, guild no 1 di benua timur, benua Ralva. Para anggota guild ini tidaklah main-main. Mereka benar benar kuat, dan handal dalam bertarung. Sehingga mereka di takuti oleh banyak guild dan menjadi guild top teratas.


Mereka memang ditakuti oleh para pemain lain nya di medan perang, namun mereka juga bisa bersikap konyol dan kekanak-kanakan.


“Hei, Rin! Hutangmu bagaimana?” tanya Raph.


“Besok Raph, hehe...” balas Rinsoul yg biasa dipanggil dengan panggilan ‘Rin’.


“Hahh dasar... Selalu ditunda besok-besok terus kalau ku tagih.” ucap Raph jengkel.


Rin pun menuju ke kursi yang kosong dan langsung memesan makanan. “NaN!! Pesan Beef Steaknya dong, satu porsi!”


“Udah minta lagi nih? Yang kemarin aja belom kau bayar, Rin.” ujar Blaky mengingatkan yang duduk disebelah Rin.


“Hahaha.. santuy blak” balas Rin dengan santai.


NaN pun datang dengan membawa nampan berisi Beef Steak pesanan Rin yang masih hangat. “Nih Rin, Beef Steak nya”


“Thanks NaN!” ujar Rin


Tiba-tiba Blaky teringat sesuatu. “Oh iya, ngomong-ngomong katanya misi yang kau terima susah ya Rin?”


“Lumayan sih, disuruh nangkap naga senja” jawabnya sambil mengunyah makanannya.


“Hadiahnya berapa tuh?” tanya Blaky yang penasaran dengan hadiahnya.


“Hmmm... kalau gak salah sih 10 juta Coral”


Blaky terkejut dan tersedak saat sedang minum. “uhuk, uhuk, apa katamu!!? 10 juta!!?”


“Iya sih, tapi karena pajak jadinya cuma dapat 2 juta” jawab Rinsoul dengan wajah tak bahagia.


“Lah, kok bisa!?” lanjut Blaky bertanya yang masih terkejut.


“Biasa, hehe...


Tiba-tiba Raph menyela obrolan Rin dan Blaky. “Biar kutebak...daerah sekitar tempat mu saat menjalani misi rusak, lalu kau dimintai biaya kerugian?"


“Yap, benar sekali” Ucap Rin dengan wajah tidak bersalah.


“Hahh...gak pernah berubah ya kamu Rin dari dulu. Daripada itu mending sekarang bayar utang mu dulu, aku juga butuh duit cuy” ujar Raphalia sambil membuka telapak tangannya meminta uang.


Rin pun mengeluarkan kantung tempat penyimpanan uang nya dan menyerahkan nya kepada Raph. “Iya dehh iya... nih Raph”


“Nah gitu dong” balas Raph puas.


Mereka semua tertawa melihat tingkah laku Rin dan Raph. Di tengah obrolan mereka yang seru, tiba-tiba terdengar suara pengumuman. Mereka Semua pum segera mendatangi sumber suara.


Ternyata sumber suara tersebut berasal dari Oit. Oit, sang leader guild PHANTOM memanggil semua anggotanya. Oit yang sudah berada di atas panggung, berdiri menghadap ke arah para anggota.


“Maaf sudah membuat kalian menunggu. Besok kita akan menuju perbatasan benua timur. Katanya disana ada naga kegelapan yang mengamuk. Dan tingkat misi ini adalah SS+” ujar Oit dengan wajah serius.


Semuanya tampak kaget dan merasa agak cemas. Mereka tampak kurang yakin untuk menjalankan misi tersebut.


“Misi rank SS+ sangatlah langka dan hampir mustahil untuk diselesaikan. Oleh karena itu, syarat untuk bisa menerima misi ini yaitu seluruh anggota guild diharuskan untuk mengikuti arahan leader. Misi ini tidak diwajibkan untuk anggota Rank A kebawah.” jelas Oit kepada para anggota.


“Jadi persiapkan diri kalian, latihlah kekuatan kalian, dan tolong untuk petualang tingat A ke atas untuk mengikuti misi ini.” lanjut Oit sebelum meninggalkan panggung.


“Siap!!” suara semua anggota serentak.


“Baik, pertemuan dibubarkan!” Seru Oit. Tak lama, Oit pun meninggalkan panggung.


“Misi SS+ ya, sepertinya asik!” seru Rin


“Asik jidat mu” celetuk Raph.


“Ya kan musuhnya pasti kuat. Aku kan jadi bersemangat!!” balas Rin dengan riang.


Tiba-tiba, Rin mendengar suara tangis perempuan yang pelan. Ia pun mencoba untuk mencari asal suara tangis itu. Setelah cukup lama mencari, ternyata suara tersebut adalah suara tangis dari Fuyuna, sang Suporter tingkat S.


“Fuyuna!?” teriak Rin kaget.


“Rin? Rinsoul?” tanya Fuyuna yang juga terlihat kaget.


Rin pun kebingungan dan khawatir melihat keadaan Fuyuna. “Kenapa kamu menangis?”


“Ah tidak... Aku tidak menangis. Aku hanya merasa takut kalau kita tidak bisa menyelesaikan misi itu.” Balas Fuyuna dengan wajah khawatir.


“Kenapa? Kita kan 1 guild... Dan semua anggotanya lumayan hebat, sudah pasti kita bisa menang!” ujar Rinsoul menyemangati Fuyuna.


“Tapi Aku takut kalau nanti ada yang mati. Karena aku sangat menyayangi guild ini. Tidak, Aku menyayangi keluarga ini...” Tangis Fuyuna. Tangisan nya membuat air matanya semakin deras.


“Aku tidak ingin diantara kita ada yang mati” lanjut Fuyuna.


“Tenang saja Fuyuna. Tidak akan ada yang mati, aku janji!” Hibur Rin sambil mengelap air mata Fuyuna.


“Terima kasih Rin, berkat semangat mu aku jadi sedikit merasa baikan” tangisan Fuyuna mereda.


“Syukurlah.. aku berjanji padamu untuk melindungi keluarga ini” ujar Rin dengan lega.


Fuyuna tersenyum dan menganggukan kepalanya. Setelah itu Fuyuna pergi dan melambaikan tanganya ke Rin.


“Yosh...waktunya latihan” gerutu Rin yang mulai bersemangat.


Rinsoul berlatih dengan Raphtalia dan Blaky. Mereka bertiga berlatih dengan keras tanpa mengenal lelah. Lalu keesokan harinya Rinsoul, Blaky dan Raphalia berangkat bersama menuju guild.


Setibanya di guild. Suasana sangat ramai, dipenuhi oleh anggota Rank A atau lebih. Tak lama, seorang perempuan dengan jubah magisnya berwarna putih berjalan kearah Rin dan menepuk punggungnya. “Rin... Jangan mati loh ya, hehe”


“Ah NaN.....? Siap!” jawab Rinsoul agak terkejut.


Kemudian NaN pergi untuk menyapa yang lain, dia memang seseorang yang selalu ceria dan selalu membuat suasana disekitarnya menjadi ceria.


“Oke... Karena semua sudah berkumpul, kita akan langsung berangkat. Kita akan langsung teleport ke Sana. Menggunakan bulu teleport. Masing-masing akan dikasih 2.” Ujar Oit ditengah keramaian yang tengah berdiri diatas panggung guild.


“Dan kalian juga akan dikasih crystal invisible. Gunakan ini untuk lari jika kalian dalam keadaan terdesak. Item ini sangat rapuh dan hanya bisa digunakan sekali. NaN berikan mereka semua masing-masing satu.” Lanjut Oit menjelaskan.


NaN membagikan item itu ke semua anggota. Setelah semuanya dapat, Oit memberikan instruksi. “Oke semuanya kita berangkat sekarang!”


“Siap!” serentak semuanya.


Setelah itu Rinsoul menggunakan bulu teleportasi itu. Tapi.. tanganya di tahan seseorang.


“Eh Fuyuna? Ada apa?” tanya Rinsoul agak terkejut.


Kemudian ia melepas tangan Rinsoul dan mengatakan sesuatu sambil tersenyum. “jika kamu percaya pada keluarga mu angkat saja tanganmu seperti ini (membentuk tanda piece)”


Rinsoul membalas senyum nya dan melakukan hal yang sama seperti Fuyuna. “Baiklah. Ayo berangkat” seru Rinsoul.


Fuyuna dan Rinsoul menggunakan bulu teleportasi nya. Dan sekejap mata sudah berada di lokasi tujuan.


“semuanya sudah disini?” teriak Oit bertanya kepada seluruh anggota.


“Sudah!” serempak seluruh anggota.


Kemudian Oit mengingatkan sesuatu kepada seluruh anggota. “jika terjadi sesuatu jangan panik, berpikirlah secara jernih dan tetap tenang”


“Siap!!” jawab seluruh anggota serentak.


Oit membuka pintu besar yang ada dihadapan mereka dengan perlahan. Seketika membuka pintu, semua obor yang menempel di dinding markas naga itu menyala dan menerangi didalamnya. Terlihat Naga mengerikan berwarna hitam keunguan dengan beberapa sisiknya yang meruncing tajam.


Tak lama setelah pintu terbuka, naga itu meraung dengan keras sehingga membuat beberapa anggota tubuh ketakutan.


“jangan panik!! bersiap di posisi, lakukan sesuai formasi!!” Teriak Oit.


“Siap!” serentak seluruh anggota.


“Regu C pergi ke titik yang ditentukan!!” Teriak Oit memberi instruksi.


“siap!” serentak Regu C.


“Rin arahkan pasukan ke route D” lanjut Oit memberikan arahan.


“laksanakan!” teriak Rin berseru.


“Fuyuna Dan para suport, rapalkan brave aura dan suport barisan belakang”


“siap!!” Ucap Fuyuna dengan serius.


“Blaky dan para archer, bersiap lah ditempat!!”


“Oke” ucap Blaky agak santai.


“Raphalia, Tiarara, NaN. Rapalkan sihir 'jeruji' untuk menahan pergerakan naga itu sementara”


“baik!” serentak mereka bertiga.


Kemudian Oit mengangkat tangannya bersiap memberi aba-aba. “para Mage, rapalkan sihir Finale dan arahkan ke target!!”


“Baik!” serentak para mage.


Oit mulai menghitung mundur. “3... 2...1... Sekarang!!!”


Para Mage melepaskan Finale dan muncul lingkaran sihir tepat dibawah naga itu yang perlahan mengeluarkan cahaya putih terang. Saat lingkaran sihir putih itu hendak meledak.


*ROOOOOAAARRRRRR


Naga itu lepas karena sihir jeruji yang dirapalkan NaN tiba-tiba melemah. Dan sihir Finale yang dilepaskan meleset.


“sial!!” gerutu Oit panik.


“Batalkan rencana A, laksanakan rencana B!!” Lanjut Oit memberikan arahan.


Tapi terlambat. Sang Naga memberontak sehingga sihir 'jeruji' Raphalia dan Tiarara ikut terlepas. Lalu ekor naga tersebut menampar mengenai pasukan baris belakang yang merupakan para Supporter dan Healer. Untungnya tidak mengenai seluruhnya, tapi itu mengenai Fuyuna dan beberapa tim supporter dan Healer.


*BRUAAKK


Fuyuna terpental dan membentur dinding dengan sangat keras dan pecahan bebatuan menindihnya.


Seketika itu semuanya melihat ke arah Fuyuna terutama Rinsoul.


“Fu....Fu...FUYUNAAAA!!?” teriak Rinsoul terkejut melihat Fuyuna tertindih.


Ia langsung melesat ke arah Fuyana secepat kilat.


“Fuyuna. Oi fuyuna, kau tidak apa apa?” tanya Rinsoul dengan eskpresi panik dan juga sangat khawatir.


Namun Fuyuna menjawabnya dengan nada sangat lemah. “R..Rin..?”


Tanpa basa basi Rinsoul langsung mengambil sebotol potion penyembuh dari tas kecil di pinggangnya.


Rinsoul berusaha memaksakan Fuyuna untuk meminum Potion penyembuhnya. “kumohon minumlah”


“Rin..pergilah... Tinggalkan aku.. aku akan menutup jalannya” ucap Fuyuna sambil memegangi tangan Rinsoul menolak untuk meminum Potion.


Rinsoul mulai meneteskan air matanya. “tidak... Kamu harus tetap hidup kumohon”


Tak lama kemudian Blaky berlari menghampiri mereka berdua.


“Oi Rin apa yang kau lakukan!!? cepat sembuhkan dia” teriak Blaky heran dengan tindakan Rinsoul yang tidak segera menyembuhkan Fuyuna.


“Blaky... tolong.... bawa Rinsoul pergi dari sini...” ucap Fuyuna terputus-putus.


Blaky terkejut dengan ucapan Fuyuna barusan. “jangan bilang kamu...”


“Kumohon...” ucap Fuyuna memelas tanpa tenaga.


“Tidak tidak akan Fuyuna.. Blak kumohon bantu aku mengangkat bebatuan ini” ucap Rinsoul sambil berusaha mengangkat bebatuan besar yang menindihi Fuyuna dengan air mata yang tertahan.


Blaky terdiam sejenak karena dibingungkan oleh pilihan. Pada akhirnya ia memutuskan untuk membawa Rinsoul sesuai permintaan Fuyuna.


Rinsoul terkejut dengan tindakan Blaky dan berusaha memberontak. “Oi blak.. apa-apaan kau ini.. oi..!!”


Air matanya yang tertahan mengalir deras. Ia terus menerus memegang tangan Fuyuna.


“Blak tolong lah blak oiii” Ucap Rinsoul semakin bersedih.


Blaky tak mempedulikannya dan berhasil mengangkat tubuh Rinsoul dan berlari menjauhi Fuyuna.


Dari kejauhan dengan suara senyap Fuyuna berterimakasih kepada Blaky karena sudah mau menerima permintaannya. “Terima kasih.... Blaky”


Kemudian dalam keadaan tertindih, Fuyuna mengangkat tangannya dan merapalkan suatu sihir. Muncul segumpal cahaya berwarna merah diatas tangan Fuyuna. Ia berencana untuk mengubur sang naga didalam ruangan ini dengan cara meledakkan dirinya.


Rinsoul yang dibopong oleh Blaky berlari menjauh tak bisa mengalihkan pandangannya dari Fuyuna. “FUYUNA-“


*BOOMMMMMM


Tepat didepan matanya Rinsoul melihat Fuyuna meledakkan dirinya.


“FUYUNAAAAAA!!!!” teriak Rinsoul shock.


Tak lama, puing-puing mulai berjatuhan dan tanah bergetaran.


*ROAARRRRRRR sang naga meraung marah.


“semuanya mundur!.. misi dibatalkan....mundur...!” teriak Oit mengarahkan anggotanya menuju jalan keluar.


Sesaat sebelum meledakkan diri. Dari kejauhan Rinsoul melihatnya. Melihat gerakan bibir Fuyuna yang seperti sedang mengatakan sesuatu. Tetapi Rinsoul tau apa yang sedang dikatakan Fuyuna di waktu yang sesaat itu. “selamat tinggal Rin... berjanjilah untuk menjaga keluarga ini.... aku... mencintaimu”


Ditengah-tengah hujan batu itu, Rinsoul menutupi wajahnya dengan tangannya dan menangis lepas. Lalu Blaky berhasil keluar dari ruangan itu dengan Rinsoul dipundaknya dan kemudian bebatuan besar langsung menutupi pintu masuk dari dalam.


"Semua nya kembali ke guild!!" Teriak Oit memerintahkan para anggotanya untuk menggunakan bulu teleportasi.


Blaky langsung meraba tas pinggangnya dan mengambil bulu teleportasi. Sembari membopong Rinsoul yang sedang menangis, Blaky menggunakannya dan seketika berada di ruangan guild.


Keheningan pun mulai memenuhi suasana didalam kedai. Suasana antara satu sama lain terasa canggung dan sedih, karena baru saja kehilangan rekan, teman atau mungkin sahabat. Tidak ada yang berani berbincang karena masih merasakan kesedihan akan kehilangan sesuatu yang berharga.


Sementara itu NaN yang terlihat sedang merenung itu tiba-tiba beranjak dari duduknya dan mengatakan sesuatu. "Ini salahku.."


"Huh?" Tanggap Nouranqy.


"Ini salahku, harusnya aku lebih fokus" lanjut NaN menyalahkan dirinya.


"Ya itu salahmu" sahut member lain membenarkan perkataan NaN.


"Itu benar! karena kelalaianmu sihirmu itu menjadi lemah dan membuat naga sialan itu memberontak!!" Sahut member lain membela satu sama lain.


Raphalia yang tak tahan mendengar itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan membela NaN. “seharusnya kalian melihat diri kalian masing-masing”


"Melihat diri kami masing-masing? Harusnya kamu juga melihat diri mu sendiri, kalau saja kakinya tidak terlepas harusnya prajurit garis belakang dan supporter tidak akan terluka". Respon anggota itu dengan wajah tak bersahabat.


"Sudahlah. Itu bukan salah kalian, ini salahku karena aku yang memberikan kalian misi SS+ rank ke kalian, maka aku lah yang harus bertanggung jawab, aku minta maaf Karena memberikan kalian misi yang berada diluar kemampuan kalian" ucap Oit berusaha melemparkan kesalahan orang lain kepada dirinya.


"Bertanggung jawab? Bukan kau yang harus bertanggung jawab Oit, tapi yang seharusnya bertanggung jawab adalah NaN" sahut member itu lagi berusaha menyalahkan NaN sekuat tenaga.


Disaat bersamaan Rinsoul memandangi telapak tangannya. Ia masih menyesal karena saat itu ia melepaskan genggamannya dengan Fuyuna. Ia masih menyalahkan dirinya, karena tidak bisa memenuhi janjinya dengan Fuyuba sebelum Raid dimulai. Dan juga tidak bisa menyelamatkan Fuyuna.


Kemudian Rinsoul menyela perdebatan Oit dengan yang lainnya. “itu salahku. Andai saja aku lebih kuat… andai saja aku lebih kuat Fuyuna dan lainnya tidak akan-“


*Plak


Tiarara menampar Rinsoul karena tak tahan dengan sikap lemahnya itu.


"Tidak akan apa? Mati? Harusnya kamu tau Fuyuna mengorbankan dirinya agar kita selamat, lalu ini yang kamu lakukan? Harusnya kita mendoakan nya agar dia tenang disana, bukan malah menganggap kematiannya adalah suatu hal yang sia-sia!!” teriak Tiarara kesal dan kecewa terhadap Rinsoul.


Rinsoul pun merenung kembali. Ia masih kecewa terhadap dirinya sendiri. Meski sudah ditampar begitu keras dan diberi nasihat oleh Tiarara, rasa bersalahnya tidak akan bisa hilang begitu saja. Ia ingin sekali rasanya menangis. Namun mengingat kembali perkataan Tiarara, Rinsoul merasa itu ada benarnya dan memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. Meski itu meneteskan beberapa tetesan air mata.


Dan NaN mulai tak tahan dengan situasinya. Ia kembali menyalahkan dirinya lagi. "Kalian tau siapa yang harus disalahkan? Itu adalah aku"


"NaN...? Tenanglah" ucap Blaky berusaha menenangkan NaN.


"Kalian tau yang harus dibenci? Itu adalah aku" lanjut NaN dengan tatapan kesal.


"Kalian tau siapa yang harus bertanggung jawab? Itu adalah aku" lanjutnya lagi dengan tatapan kesal.


Kemudian NaN berjalan ke arah papan member dan meletakkan bukti persatuan nya disana, setelah itu berjalan kearah pintu keluar dan membanting pintu dengan sangat keras. Keheningan pun mulai muncul kembali. Rasa kecewa bercampur rasa sedih meninggalkan bekas yang mendalam untuk mereka.


Tak lama setelah NaN pergi, Blaky berlari mengejar NaN berniat untuk membawanya kembali. Tetapi Oit menahannya. "Biarkan dia pergi. Ketetapan hatinya telah memutuskan, kau tidak akan bisa membawanya kembali kesini" ujarnya sambil menggelengkan kepala.


Blaky hanya bisa menuruti perkataan Oit, dan menatapi NaN dari balik pintu berjalan menjauhi guild.


Oit lalu berdiri menghadap ke arah seluruh anggota dan mengatakan sepatah kata. “besok kita akan kembali kesana”


Kemudian ia berjalan meninggalkan ruangan. Para anggota masih kebingungan dengan perkataan Oit yang sederhana barusan. Mereka menjadi salah paham dan mengira Oit mengirim mereka lagi kesana untuk mati. Tetapi Tiarara menjelaskan maksud dari perkataan Oit, bahwa mereka semua akan kembali kesana dan menguburkan para rekan yang sudah gugur.


Kerusuhan mereda dan mereka semua kembali bersedih.


Keesokan harinya, beberapa dari mereka ditugaskan untuk mencari jasad mereka yang telah gugur. Disana mereka menemukan banyak mayat yang gosong akibat efek dari sihir Fuyuna.


Disaat yang lainnya tengah sibuk mencari, Rinsoul berdiri meratapi tempat dimana Fuyuna meledakkan dirinya. Lalu Blaky yang bekerja keras melihat Rinsoul yang hanya berdiri saja disana membuatnya kesal dan pergi menghampirinya.


“woi malah diam2 Baek, bantu lah…” Ucap Blaky terhenti saat melihat tatapan sendu Rinsoul.


*Sigh


Rinsoul menghela nafasnya dan merespon ucapan Blaky yang kesal. “itu, tempat dimana Fuyuna menyelamatkan kita semua”


Blaky menoleh ketempat yang Rinsoul maksud dan itu membuatnya teringat kembali. Seketika ia langsung merasakan kepedihan yang dialami Rinsoul. Lalu ia memegang pundak Rinsoul dan mengatakan sepatah kata. “sabar ya”


Rinsoul kemudian menutup matanya dan saling menempelkan kedua telapak tangannya. “semoga kamu tenang dialam sana dan juga………”


Blaky mendengar sesuatu yang begitu tenang dan indah diucapkan oleh Rinsoul. Tetapi ia lebih memilih diam tanpa komentar dan ikut mendoakan Fuyuna.


Setelah beberapa jam terlewatkan, pencarian mereka hanya sebatas 5 supporter garis belakang dan 2 warrior garis depan.


“fiuhh, rasanya cukup melelahkan” ucap Blaky kelelahan sambil mengelap dahinya yang basah karena keringat.


Disaat yang sama Rinsoul merasa ada yang menjanggal dihatinya dan menoleh kesana kemari.


“ada apa?” tanya Blaky penasaran.


“Eh ngomong-ngomong, mayat naga itu, kok gak kelihatan ya”, ucap Rinsoul heran.


“Bener juga, tapi mungkin disana” ujar Blaky sambil menunjuk tumpukan puing-puing bebatuan yang menggunung.


Dalam keadaan normal Rinsoul ingin melihat mayat naga itu. Tapi ketika melihat tumpukan puing-puing yang menggunung itu, ia pun pasrah. Meski begitu masih ada sesuatu yang membuat Rinsoul terganggu. Tetapi dia mengabaikannya karena berpikir itu karena hari ini dia melihat begitu banyak mayat orang dan membuat tubuhnya terasa tidak fit.


Setelah mayatnya dikremasi, mereka kembali berkumpul dengan yang lainnya di guild dan menguburkan jasad-jasad itu di dataran Ritom.


Beberapa dari mereka ada yang bersedih, ada yang menangis tersedu-sedu dan juga ada yang menangis menjerit-jerit tidak terima dengan kenyataannya.


Tak lama dari itu, tiba-tiba Oit datang dari arah ibukota dan menyampaikan sesuatu.


“aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian. Barusan saja Raja memberikan sebuah misi untuk guild kita, misinya adalah pergi ke perbatasan timur dan mencari para penyelidik yang dinyatakan hilang. Aku butuh sukarelawan untuk misi ini” ujar Oit sambil menunjukkan gulungan Quest nya.


*Quest bisa diartikan misi


Salah satu dari mereka yang tengah bersedih berjalan menghadap Oit dan kemudian marah. “yang bener aja lead!? Kau tidak lihat sedang apa kita!!? Lagian bisa-bisanya kau yang merupakan ketua tidak hadir di pemakaman rekan-rekan kita dan sekarang beraninya kau memberikan kita misi”


"Aku ikut" sahut Rin menyela.


"Aku ingin menjalankan misi ini, dan menjadi lebih kuat" lanjut Rin dengan tatapan serius dan tekad yang sudah bulat.


Anggota yang marah terhadap Oit itu terkejut dan langsung menoleh kearah Rinsoul. “kau serius Rin!?”


Rinsoul tak mempedulikannya dan menatap Oit dengan tatapan yang menunjukkan bahwa dirinya sudah siap menerima misi itu.


"Maaf ya, aku sangat terbantu” ujar Oit sambil menundukkan kepalanya meminta maaf.


“Blaky, mau kah kau menemani Rin untuk menerima misi ini? Aku ada urusan lain" lanjut Oit memohon kepada Blaky.


Blaky tersenyum tipis kepada oit. “tak masalah”


Kemudian Rinsoul dan Blaky meninggalkan kerumunan dan pergi ke guild untuk melakukan persiapan. Oit juga ikut bersama mereka berdua untuk memberikan petunjuk dan arahan. Sedangkan Raphalia dan Tiarara terpilih menggantikan posisi Oit untuk memimpin guild sementara.


Setelah keberangkatan Blaky dan Rinsoul dan juga Oit, semuanya kembali beraktifitas seperti biasanya. Menerima misi dari asosiasi guild, dan semacamnya. Keadaan guild sejauh ini masih terasa normal. Sampai suatu ketika, salah satu member guild datang dengan keadaan mabuk, ia langsung menghantam salah satu anggota yang sedang duduk bersantai di kedai milik guild PHANTOM hingga pingsan.


Teman dari anggota yang jatuh pingsan setelah dipukul itu terkejut lalu beranjak dari tempat duduknya dan memukul anggota yang sedang mabuk itu. “apa yang kau lakukan brengsek!!!?”


Seketika keadaan pun menjadi kacau. Mereka berdua akhirnya bertengkar dan tak lama seseorang berhasil melerai mereka. Saat diinterogasi, alasannya memulai pertengkaran karena kekesalannya dan kesedihannya terhadap insiden naga itu. Namun kejadian pertengkaran ini tidak terjadi sekali. Semakin lama waktu berlalu semakin banyak yang melakukan pertengkaran. Saat diinterogasi beberapa dari mereka beralasan yang tidak jelas.


Setelah 6 bulan berlalu. Kondisi guild semakin kritis. Dan juga kabar Oit yang menghilang entah kemana, semakin membuat parah kondisi guild.


Raphalia dan Tiarara semakin terdesak dan pada akhirnya menyerah. Tiarara kesal dengan tindakan para membernya yang urakan dan tidak bermoral membuatnya pergi meninggalkan guild.


Tak lama secara perlahan anggota guild menyusut hingga habis. Tersisa Raphalia disana seorang dengan ruangan guild yang berantakan.


*Sigh


Raphalia menghela napas dan pasrah dengan keadaan.


“tamat sudah” ujarnya menatap langit-langit dengan tatapan kosong.


Dan keesokan harinya, asosiasi guild telah menetapkan kehancuran guild teratas PHANTOM. Seantero kerajaan terkejut mendengar kabar dari asosiasi guild itu. Sedangkan bagi guild-guild besar dibawah PHANTOM, kehancurannya merupakan kesempatan emas untuk naik pamor. Dan untuk saat ini guild SWORD STAR lah yang terpilih menjadi guild teratas, dan masuk dalam sejarah era kejayaan baru.


Sedangkan era kejayaan PHANTOM…. Telah berakhir.