PHANTOM - The Legendary Guild

PHANTOM - The Legendary Guild
LANGKAH PERTAMA



Satu tahun telah berlalu semenjak Rinsoul dan Blaky menjalankan misi.


“Besok sepertinya kita bisa pulang!!” ujar Rinsoul yang terlihat bahagia itu.


Blaky menata berkas-berkas yang dibutuhkan untuk melaporkannya kepada Raja dan membereskan beberapa hal sebelum pulang besok.


“aku harap tidak terjadi hal yang buruk” ucap Blaky gelisah.


Rinsoul yang merebahkan tubuhnya di kasur itu merasa aneh dengan perkataan Blaky barusan dan menanyakannya. “apa yang kau maksud?”


“3 bulan yang lalu aku memberikan kabar kepada Tiarara dan Raphalia menggunakan gulungan pesan ini tapi tidak ada jawaban sampai sekarang” ujar Blaky sambil menunjukkan gulungan pesan yang dimaksud.


*Gulungan pesan merupakan gulungan kertas yang akan mengirimkan segala pesan yang kau tulis kepada orang yang dituju. Setelah itu gulungan itu akan terbakar.


Mereka berdua menjadi cemas dan memikirkan yang tidak-tidak.


Keesokan harinya sesuai jadwal, mereka berdua sudah bisa kembali dari misinya. Mereka pergi menuju benteng di perbatasan dan menggunakan alat warp portal.


*Semacam alat yang bisa mengirim orang-orang yang berdiri diatasnya dan sampai di tujuan dalam sekejap mata. Bekerja seperti bulu teleportasi.


Seketika Rinsoul dan Blaky sampai di aula kerajaan dan disambut oleh orang-orang penting disana. Blaky kemudian menyerahkan dokumen yang berisi segala informasi di perbatasan timur. Informasi mengenai monster misterius, penyebab hilangnya para penyelidik dan yang lainnya.


“terimakasih atas kerjasamanya. Untuk bayarannya bisa anda ambil di Asosiasi” Guild master sudah menunggu anda disana” ucap orang yang sepertinya penting itu.


“baik, terimakasih” jawab Blaky.


Rinsoul dan Blaky pun berjalan menuju asosiasi untuk menerima bayarannya. Namun saat di perjalanan, orang-orang menatap mereka berdua dengan tatapan yang tidak menentu.


Tentu saja, Blaky dan Rinsoul menyadari hal itu tetapi mereka lebih memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.


“ini bayarannya, 20 juta Coral” ujar sang guild master sambil memberikan sekantung kain yang cukup besar.


Kemudian Rinsoul membuka ruang dimensi untuk menyimpan uang tersebut. “terimakasih”


Saat memberikan bayaran, sang guild master merasa ada yang aneh. Melihat dari tampang Rinsoul dan Blaky yang sama sekali tidak terlihat bersedih, membuatnya menjadi salah paham. Kemudian guild master menepuk pundak Rinsoul dengan tatapan mengasihani. “aku harap kamu baik-baik saja”


Rinsoul heran dengan tindakan sang guild master itu. “ha?” ujarnya bingung dalam hati.


Setelah itu mereka keluar dari gedung asosiasi dan segera berjalan menuju guilnya. Mereka tak tahu apa yang sedang terjadi dengan guildnya, karena perbatasan timur itu sangat jauh jadi sangat susah menerima informasi dari ibukota. Tanpa mengetahui hal itu mereka berdua berlomba berlari dengan suasana hati yang bahagia.


Namun tak lama, suasana hati itu berubah. Ketika melihat bangunan guild mereka yang terlihat akan roboh sewaktu-waktu. Lalu benderanya yang sudah robek dan berlumut sehingga tak layak untuk dikibarkan.


Rinsoul langsung berlutut dan membatu. Blaky juga ikut membatu dan itu membuatnya shock berat.


Seketika itu mereka tersadar akan suasana di Ibukota ini yang terlihat berat. Mereka semua ketakutan dan cemas, karena runtuhnya guild PHANTOM yang berabad-abad telah melindungi kota dari bahaya.


“apa…. Yang terjadi…. ?” ucap Rinsoul yang tak percaya dengan penglihatan matanya.


Blaky lalu berjalan masuk kedalam bangunan, disusul oleh Rinsoul yang masih shock dari belakang.


Mereka berdua tertekan melihat keadaan guild yang sudah tak terawat.. Dan sekali lagi mereka tak percaya hal ini bisa terjadi kepada guildnya. Lalu mereka terus berjalan mengelilingi semua ruangan yang berada di bangunan Guild, sampai mereka berdua melihat satu ruangan yang ada cahaya didalamnya. Mereka langsung berlari menghampiri cahaya itu berharap ada orang yang mereka kenal disana.


*Tiarr


Terdengar suara gelas kaca pecah dari arah ruangan itu. Ternyata ada Raphalia yang sedang membaca buku sihir duduk di sofa dan tak sengaja menyenggol gelas didepannya.


“………” Mereka saling bertatapan berselang beberapa detik.


“eh!!?” ucap Raphalia terkejut menjatuhkan buku sihirnya.


“kalian!!?” lanjutnya.


Blaky dan Rinsoul saling bertatapan dan merasa lega melihat Raphalia ada didepan mereka. Lalu mereka berdua masuk dan bertanya kepada Raphalia apa yang sebenarnya terjadi.


“itu…” ucap Raphalia dengan ekspresi sedih.


Kemudian Raphalia menceritakan semuanya semenjak Blaky dan Rinsoul menjalankan misi yang awalnya keadaan masih normal, hingga 6 bulan yang lalu dimana guild PHANTOM dinyatakan rubuh/hancur. Disitulah Rinsoul seketika murka.


*Bug! “Sialan!!” teriak Rinsoul kesal sambil menggubrak meja.


“Apa-apaan mereka semua ini!!? Apakah ucapan janji yang mereka katakan hanyalah semata ucapan mulut!!? Apa mereka masuk guild ini hanya karena ingin menjadi terkenal!!!? Breng*ek!!” lanjut Rinsoul marah.


“Oit terlalu baik. Menerima mereka hanya karena mereka berjanji, padahal itu hanyalah semata ucapan tanpa ketetapan hati” ucap Blaky agak kesal.


Disaat yang sama Raphalia mengambil buku sihirnya yang terjatuh tadi dan mengatakan sesuatu. “itulah manusia, melakukan hal yang merugikan orang lain hanya demi ketamakan diri sendiri”


Rinsoul masih merasa kesal dan tidak bisa mengendalikan emosinya.


*Prang


Ia melempar vas bunga yang ada diatas lemari dan pecah.


Raphalia yang melihat Rinsoul seenak jidat merusak barang diruangannya membuatnya agak kesal. “woi tenangkan dirimu dulu!!”


Rinsoul tersadar dan meminta maaf kepada Raphalia. “eh? Oh, maaf. Aku lepas kendali”


“Jadi? Apa yang akan kita lakukan?” tanya Blaky kepada Raphalia dan Rinsoul.


“kita sudah tidak punya tempat untuk kembali, kita juga kehilangan rekan, kita juga sudah tidak mempunyai kewajiban untuk terus berada disini” lanjut Blaky.


Lalu Rinsoul menepuk dadanya dan berkata dengan rasa tekad yang kuat. “tentu saja, kita akan membangkitkan kembali guild ini!!”


Blaky dan Raphalia seketika tercerahkan melihat Rinsoul yang penuh percaya diri itu.


“Ini tidak mudah loh” ujar Raphalia tersenyum menatap Rinsoul.


“aku tahu” jawabnya singkat.


Blaky dan Raphalia saling bertatapan dan tertawa tipis.


“Aku setuju denganmu Rin. Meski ini akan menjadi perjalanan yang panjang, kita pasti akan membangkitkan kembali guild PHANTOM, dan menanam bibit baru dalam sejarah” ucap Blaky bersemangat.


“astaga, kurasa tidak ada pilihan lain. Aku juga tidak ingin terus-terusan menyeruput teh sambil membaca buku sihir di ruangan kotor ini” sambung Raphalia yang juga bersemangat.


*tuk tuk tuk


Tak lama, mereka mendengar suara langkah kaki mendekati mereka, dan itu tidak satu orang. Suara langkah kaki itu membuat mereka bertiga menjadi waspada dan bersiap-siap untuk bertarung.


*tuk… tuk… tuk… suara itu semakin mendekat dan ternyata.


“kalian diperintahkan oleh yang mulai Raja Eldian untuk menghadap kepada beliau” ucap orang yang datang itu dengan suara yang lantang.


Ternyata itu hanyalah seorang utusan raja dengan 2 pengawal dibelakangnya, yang menyampaikan pesan bahwa Rinsoul, Blaky dan Raphalia dipanggil oleh raja Eldian dari kerajaan Er-Cano.


Mereka bertiga terkejut dan kebingungan. “ha?”


Diruangan dimana sang raja berada.


Sang raja berterimakasih dan menyuruhnya untuk pergi meninggalkan ruangan.


Kemudian dengan riang Raja Eldian menyapa mereka bertiga. “yow, bagaimana kabar kalian? Apakah masih sibuk menjadi pahlawan?”


Perkataan sang raja membuat Rinsoul tersinggung marah.


*Set


Tiba-tiba Rinsoul berada disamping raja dan memukul kepalanya dengan sangat keras.


*Buk!! “bersikaplah layaknya seorang raja bodoh!!”


Prajurit disekitar terkejut melihat tindakan Rinsoul dan mengacungkan senjata kearahnya.


“yang kau lakukan kepada Raja tidak sopan!! kau harus dihukum mati!” teriak salah satu dari mereka.


Namun raja Eldian menghentikan tindakan para prajurit. “Tenanglah wahai penjagaku turunkan senjata kalian”


Sesuai perintah raja para penjaga menurunkan senjatanya.


“Aduh, seperti biasa kau memukulku tanpa ragu ya Rin” balas Raja kesakitan sambil memegangi kepalanya.


Sedangkan Blaky merasa ini membuang-buang waktu dan langsung bertanya mengenai intinya. “kenapa kau memanggil kami?”


Disaat bersamaan Rinsoul kembali berkumpul bersama Raphalia dan Blaky.


Aura disekitar raja tiba-tiba berubah setelah Blaky bertanya.


“kerajaan ini. . . dalam bahaya” ucap sang Raja dengan tatapan serius.


Raphalia merasa ada sesuatu yang mencurigakan. “apa maksudmu?”


Namun tiba-tiba segerombolan orang masuk paksa kedalam ruangan dan memotong pembicaraan yang serius antara mereka bertiga dengan raja.


“yang muliaku, saya dengar anda mendapatkan masalah serius dengan monster yang berbahaya” sahut orang dengan pedang berwarna emas dipunggungnya itu.


“Kalau benar begitu bolehkah saya membantu yang mulia? Saya akan berjanji untuk menuntaskan misi yang anda berikan dengan sekuat tenaga” lanjutnya dengan nada sombong.


“Oh! Kau Razel ketua dari guild SWORD STAR. Kalau ketuanya inisiatif seperti ini itu sangat membantuku. Kalau begitu bisakah kau dan seluruh anggota guildmu membantu para prajurit untuk mengungsi warga?” ucap Raja merespon permintaan Razel.


Namun Razel mendecih dan melantunkan permintaan lagi karena merasa tidak puas dengan misi yang diberikan raja. “astaga yang mulia, guild legendaris kami mana mungkin menerima permintaan seperti mengungsi warga”


Rinsoul menatap sinis kepada Razel yang sombong itu. “Cih, sombong sekali” gerutunya kesal dalam hati.


Lalu orang itu menyadari tatapan sinis Rinsoul dan ia menoleh kearahnya.


“Oya?? Kalian kan…. Member dari guild cacad PHANTOM itu kan?” Ucapnya sambil menyengir mengejek mereka bertiga.


*BRUAKK!!


Rinsoul langsung memukul orang itu dengan sangat keras hingga membuatnya terpental menabrak dinding.


Kawan-kawannya marah dan mengacungkan senjatanya kepada Rinsoul. “apa yang kau lakukan bajin*an!!!?”


Rinsoul tanpa ragu menarik katananya dan bersiap untuk membunuh mereka semua.


“katakan saja sekali kau menghina guildku dan akan KUPASTIKAN KEPALA KALIAN SEMUA PUTUS” ujarnya murka.


Kemudian Blaky berlari menghampiri Rinsoul dan berusaha menghentikannya. “oi Rin hentikan”


Namun Rinsoul tak terima dan ingin segera membalas ucapan orang-orang dari guild SWORD STAR itu, karena telah menghina guild PHANTOM. Bagi Rinsoul menghina guildnya sama dengan mati.


Lalu dari belakang Raphalia berteriak dengan lantang. “hentikan Rin!! Pedangmu itu tak cocok dilumuri oleh darah mereka yang lemah!!”


Setelah mendengar itu Rinsoul merenung kembali dan memutuskan untuk memasukkan kembali katananya kedalam sarungnya. Lalu Rinsoul berbalik badan kearah raja dan berkata “sepertinya ini hanyalah buang-buang waktu dan terus menerus membuat emosiku hilang kendali. Kita sudahi saja pembicaraan kita yang tak berguna ini!!”


“kurasa ini cukup penting untuk kalian dengar” sahut sang Raja memperingati.


“sudah cukup! Kami tak punya waktu untuk mengurusimu dan kerajaan ini!!” teriak Blaky lantang menolak dengan tegas.


Kemudian tanpa basa-basi lagi mereka bertiga pergi meninggalkan ruangan.


*sigh- sang raja menghela nafas dan mulai pusing karena Rinsoul dan yang lainnya tak mau mendengarkannya.


“baiklah. Karena hamanya sudah pergi mari kita lanjutkan perbincangan kita tadi yang mulia” ucap Razel kembali sombong sehabis menyembuhkan lukanya dengan potion.


Sang raja membisu sejenak. Lalu tiba-tiba ia memukul gagang kursi dengan sangat keras dan itu membuat Razel dan yang lainnya kaget.


“Sudah cukup! kalian baru saja membuat satu-satunya harapan kerajaan ini pergi” ucap sang raja marah.


Razel heran dan kebingungan mengapa raja marah. “apa yang anda maksud barusan?”


“seperti yang kukatakan tadi, kalian kuberi misi untuk mengevakuasi warga. Cepat lakukan dan pergi dari sini!!” ucap sang raja tanpa mempedulikan pertanyaan Razel.


Tetapi Razel masih saja keras kepala. “tapi yang mulia-“


Sang raja kesal karena Razel yang keras kepala sekali dan akhirnya itu membuat raja mengeluarkan aura instimidasinya. “PERGI DARI SINI”


Seketika Razel dan kawan-kawannya merasa tertekan dan ketakutan. Lalu tanpa disuruh, para prajurit penjaga langsung mengacungkan senjatanya dan memaksa mereka pergi. Tak ada pilihan lain akhirnya Razel dengan yang lainnya menerima misi dari raja dan pergi keluar ruangan dengan perasaan kesal.


*Sigh- sekali lagi sang raja menghela nafas dan merasa stress. Ia sedang berpikir keras mencari cara meminta bantuan kepada Rinsoul dan yang lainnya.


Tetapi disisi lain sang raja merasa lega. Karena ia tahu bahwa jika ia bercerita mengenai naga hitam yang membuat guild mereka hancur, adalah yang mengancam kerajaan ini, maka disaat itu juga ia yakin kepalanya akan dipenggal oleh mereka ditempat.


Dengan kata lain sang raja merasa bersyukur bahwa ia masih bisa hidup lebih lama lagi.


“astaga, aku benar-benar terdesak” gerutunya tersenyum gelisah.


Sedangkan Rinsoul, Blaky dan Raphalia saat ini tengah memikirkan siapa dulu yang akan mereka cari.


“kita bertiga ini…. Samurai(Rinsoul), Archmage(Raphalia), dan juga Archer(Blaky). Berarti kita butuh seseorang garis depan” ujar Blaky berasumsi.


“karena kita akan melalui perjalan yang panjang dan berbahaya, pastinya saling melengkapi dengan job masing-masing membuat kita merasa aman. Kalau garis depan aku sarankan Nouranqy” sambung Raphalia.


*Nouranqy, salah satu anggota PHANTOM dengan Job Class Master Bela Diri.



Ia dikenal dengan teknik bela diri buatannya. 'Seventh Dragon Lure' dengan 7 aliran teknik beladirinya, ia salah satu Master Bela Diri yang tak terkalahkan di benua Ralva.


Kemudian Rinsoul menutup buku list anggota dan peta, dan menetapkan keputusan. “Kalau begitu deal Nouranqy langkah pertama kita?”


“ya!” ucap Raphalia dan Blaky serentak.


“kalau begitu berangkat menuju tujuan! Desa Arhakif!!” ucap Rinsoul berseru!