One Night Stand With Mafia

One Night Stand With Mafia
Malam Tragedi



Malam harinya Louisa, Jessie dan juga Arumi membuat pesta melepas masa lajang Louisa. Mereka saat ini sedang bersenang-senang di sebuah club terkenal di kota tersebut.


Suara dentuman musik menggema ke seluruh penjuru ruangan. Para muda-mudi meliuk-liukkan tubuh mereka mengikuti irama. Tiga wanita yang saat ini sedang merayakan pesta pelepasan masa lajang untuk Louisa. Jessie menyodorkan gelas wine yang entah ke berapa mengajak mereka kembali bersulang.


"Cheersss!!" pekik mereka bersamaan.


Ini sudah botol kedua yang mereka habiskan, mereka benar-benar mabuk malam ini. Morgan sudah melarang Louisa agar mereka tidak melakukan hal yang tidak-tidak. Namun mereka tetap saja bersikeras untuk pergi.


Mereka bahkan mengelabui anak buah Andrew agar terbebas dari pengawasan mereka. Mereka benar-benar bersenang-senang tanpa para pria.


Beberapa jam kemudian Arumi dan Jessie pamit undur diri, mereka menyewa sopir bayaran untuk mengantarkan mereka menuju rumah masing-masing.


Louisa pun ikut keluar dari bar tersebut, ia berjalan sempoyongan mencari hotel terdekat. Ia merasa kepalanya sangat berat, ia harus merebahkan tubuhnya sekejap sebelum kembali ke apartemen.


Louisa memesan kamar di hotel tersebut, setelah itu ia berjalan menuju kamar yang ia pesan. Setelah sampai di dalam kamar, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Louisa tidak mengunci pintunya, kepalanya terlalu berat membuatnya melupakan hal itu.


Di sisi lain, saat ini Roy sedang berjalan sempoyongan. Ia tidak mengerti ada apa dengan dirinya, saat ia sedang melakukan jamuan dengan rekan bisnisnya tiba-tiba saja kepalanya pusing dan kini seluruh tubuhnya merasa terbakar. Seorang pelayan mengantarkan Roy ke depan sebuah kamar, Roy merasa ia sedang di jebak oleh orang yang berniat jahat kepadanya.


"Silahkan anda beristirahat di sini tuan," ucap pelayan tersebut lalu pergi meninggalkan Roy di depan pintu kamar.


Roy merasa kesulitan membuka pintu kamar tersebut, ia yang sudah tidak tahan menahan hawa panas dalam tubuhnya mencari kamar lain.


Roy mencoba membuka pintu kamar yang tidak jauh dari kamar yang di tunjukkan pelayan tadi. Ia berhasil membuka pintu kamar tersebut, Roy bergegas masuk ke dalam kamar.


Roy mencari kamar mandi, ia harus dapat menghilangkan pengaruh obat yang ia rasakan saat ini. Namun, Roy terkejut ketika ia melihat seorang wanita tertidur di atas tempat tidur dengan gaun yang sangat menggoda.


Ia mencoba untuk dapat menahan hasrat yang semakin meningkat karena melihat wanita itu. Namun ketika Roy hendak melangkah menuju kamar mandi, tiba-tiba saja wanita itu terbangun.


Wanita itu adalah Louisa, Louisa mabuk berat sehingga ia melakukan hal tanpa ia sadari.


Ia menarik lengan Roy sehingga tubuhnya menimpa dirinya. Louisa tersenyum menatap wajah tampan Roy, dengan berani ia mencium bibir Roy. Roy membelalakkan kedua matanya ketika merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya.


"Nona, jangan salahkan aku apabila aku tidak dapat berhenti! Kau yang memulainya bukan aku," ancam Roy yang saat ini merasa semakin panas.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Louisa berbisik dengan nada sensual membuat Roy semakin bergairah.


Roy pun membalas ciuman Louisa dengan sangat liar, ciuman Roy turun ke leher dan dada Louisa. Tubuh Louisa bergelinjang ketika pertama kali merasakan sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Roy pada tubuhnya.


"Aaahhhhhh...!!!" racau Louisa ketika mulut Roy bermain di dua benda sensitif miliknya.


Roy merasa terkejut ketika ia memasukkan miliknya kedalam milik Louisa yang ternyata masih tersegel.


"Kau masih virgin?" tanya Roy. Louisa yang sudah terbakar oleh gairah malah mencium bibir Roy membuat Roy seolah mendapatkan persetujuan dari Louisa untuk membobol benteng pertahanan yang selama ini ia jaga.


Roy tidak dapat mundur, ia sudah berjalan setengah tidak dapat berhenti. Karena mendapatkan persetujuan dari Louisa ia pun melanjutkan percintaan panas mereka.


Kedua insan yang saling tidak mengenal itu malam ini saling berbagi kehangatan menuju puncak nirwana. Louisa yang awalnya menjerit kesakitan kini ia menjerit karena nikmat. Dalam bayangannya saat ini ia melakukannya dengan Morgan pria yang ia cintai.


Louisa merasa mimpinya kali ini terasa nyata, keduanya melakukan kegiatan panas mereka hingga dini hari dengan berbagai gaya yang mereka coba. Karena pengaruh obat perangsang dan alkohol membuat mereka masih terus bergairah seolah mereka memiliki banyak tenaga.


Bahkan Roy pun tidak sadar apabila bibit premium miliknya sudah banyak tertanam dalam ladang subur milik Louisa. Keduanya terkulai lemas setelah permainan panas malam ini. Entah apa yang akan terjadi esok hari apabila mereka terbangun dari tidur.


💕💕💕💕


Keesokan paginya cahaya matahari membangunkan Louisa dari tidur nyenyaknya. Manik matanya menerjap, kepalanya masih terasa pusing. Ia melihat ke sekeliling, ini bukan apartemennya. Louisa merasa terkejut ketika ia merasakan tangan kekar memeluk tubuh polos nya.


What??? Louisa baru tersadar apabila ia saat ini tidak memakai apapun, ia semakin terkejut ketika ia melihat seorang pria tertidur sambil tengkurap dengan tenang. Oh astaga apa yang ia lakukan semalam, Louisa kembali mengingat apa saja yang ia lakukan semalam.


Ia mengingat ketika ia dan sahabatnya merayakan pesta di sebuah club, lalu ia pergi memasuki sebuah kamar di hotel. Namun mengapa pria ini berada di kamar bersamanya? Dan apa yang ia lakukan dengannya?


Louisa menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal, namun ketika ia mencoba untuk berdiri tubuhnya terkulai lemas. Bagian intinya terasa sangat sakit, Louisa kembali mengingat apa yang ia lakukan bersama pria itu semalam.


"Bodoh kau Louisa!" gumam Louisa sambil memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai.


Ia berjalan menuju kamar mandi dengan langkah terseok-seok, ia harus bergegas pergi meninggalkan kamar ini sebelum pria yang baru saja menghabiskan malam dengannya terbangun. Ia masih ingat semalam ialah yang menggoda pria itu, Louisa tidak mau pria itu tiba-tiba meminta pertanggungjawaban kepadanya.


Setelah selesai berpakaian, Louisa mengambil tas yang berada di atas nakas. Ia bergegas pergi meninggalkan hotel, Louisa tidak menemukan mobilnya di club. Ia yakin Morgan semalaman mencarinya, Louisa memberhentikan taksi.


Di dalam taksi Louisa menangis, apalagi ketika ia melihat begitu banyak panggilan dari Morgan. Ia semakin merasa bersalah kepada Morgan pria yang ia cintai. Ia kini bukan gadis suci lagi, kehormatannya semalam telah ia berikan kepada pria yang tidak ia kenal.


"Maafkan aku sayang," ucap Louisa di sela tangisannya.


Louisa mengacak rambutnya frustasi, mereka begitu menjaga hubungan mereka agar tidak ternodai. Namun Louisa malah menghancurkan kisah cinta mereka.


........


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗