One Night Stand With Mafia

One Night Stand With Mafia
Seharian Bersama



Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, hari ini Roy di perbolehkan untuk kembali ke mansion dengan catatan ia tidak boleh kelelahan. Dokter Kean merasa pusing karena Roy setiap hari merengek ingin pulang. Ia tidak menyukai rumah sakit, ia bosan tidak ada yang dapat ia lakukan di sana.


Akhirnya Dokter mengalah dan mengizinkannya kembali ke Mansion, akan tetapi ia tidak diperbolehkan untuk bekerja. Dan di sinilah Roy berada, di dalam kamar bersama sang istri yang sangat over protective melebihi para suster di rumah sakit.


"Kau itu pembangkang sekali, biarkan urusan pekerjaan dilakukan oleh Ley, Erick dan sekertaris centilmu itu. Kau harus beristirahat Tuan Walker," protes Louisa ketika melihat Roy hendak pergi bekerja.


Ia melepaskan jas yang dikenakan Roy, Roy terkekeh mendengar ocehan Louisa yang terdengar cemburu setiap menyebut sekertarisnya.


"Nada bicaramu sepertinya kau tidak menyukai Theana?" tanya Roy menggoda sang istri.


Louisa mendelik, lalu memberikan obat yang harus di minum suaminya setelah sarapan pagi tadi. Roy dengan cepat meminum obat tersebut, ia lalu memeluk istrinya.


"Maafkan aku membuatmu terluka," ucap Louisa ketika membantu Roy melepaskan kemejanya.


Ia selalu mengingat kejadian itu setiap kali melihat luka tembak pada tubuh suaminya. Roy menangkup wajah Louisa mencoba menenangkan sang istri.


"Aku sudah terbiasa terluka, kau jangan khawatir," jawab Roy lalu mengecup bibir Louisa.


"Oke, sekarang nikmatilah liburanmu tanpa memikirkan pekerjaan," ucap Louisa menasehati.


"Bagaimana agar aku dapat menikmati hari liburku yang panjang seharian di rumah?" tanya Roy selidik.


"Kau dapat menonton atau melakukan hal yang membuatmu menyenangkan agar tidak bosan," jawab Louisa.


"Hal yang membuatku menyenangkan hanya bercinta," bisik Roy sambil meremas dua bongkahan kenyal milik Louisa.


"Kau masih sakit Roy, kau tidak boleh kelelahan," tolak Louisa menepis tangan suaminya yang sudah bergerilya di seluruh tubuhnya.


"Sepertinya sakitku akan sembuh dengan ini," ucap Roy yang langsung melahap dua bongkahan tersebut bergantian.


Tubuh Louisa memanas ketika merasakan permainan lidah Roy di dadanya. Ia membenamkan wajahnya Roy seolah memintanya lebih lama di sana. Roy lalu mencium bibir Louisa dengan sangat bergairah, membuat Louisa sedikit kesulitan mengimbanginya.


Keduanya kini sudah tidak memakai apapun, ciuman Roy kini sudah turun pada inti tubuh Louisa. Louisa menjerit ketika Roy mengobrak-abrik di bawah sana. Mood kehamilannya membuatnya sangat bersemangat untuk bercinta.


Kini Louisa mengambil alih memuaskan Roy, ia terlihat sangat nakal tidak seperti saat pertama bertemu dengan suaminya. Wanita itu menari indah di atas tubuh suaminya membuat Roy semakin bersemangat melakukan olahraga pagi bersamanya.


"Panggil namaku sayang," bisik Roy ketika melihat Louisa menahan desahaannya.


"Aahhh Roy," racau Louisa ketika kini Roy memompanya dari atas.


Keduanya terus melakukan kegiatan itu hingga jam makan siang. Seolah mereka sudah menginginkannya selama ini, untungnya Roy melakukan dengan perlahan mengingat ada janin dalam perut sang istri.


Roy mencium perut istrinya yang sedikit membuncit, Louisa tersenyum ketika merasakannya. Keduanya merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur sambil menutupi tubuh polos mereka dengan selimut.


"Kau tidak akan mandi Nyonya Walker?" tanya Roy.


Suaminya saat ini sedang memeluknya dari belakang sambil memainkan dua bongkahan kenyal milik istrinya.


"Aku sangat lelah, aku tidak sanggup untuk berjalan menuju kamar mandi," jawab Louisa dengan mata terpejam.


"Apa perlu aku bantu menggendongmu ke dalam kamar mandi? Mandi bersama sepertinya ide bagus," Roy tersenyum menyeringai membuat Louisa memicingkan kedua matanya.


"Tidak! Aku yakin kau akan melakukannya lagi dan lagi. Aku salah meremehkan seorang pasien yang sedang sakit, ternyata tenaganya kembali normal setelah bercinta," cerocos Louisa kesal.


Louisa terkejut, ia langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya. Roy membawa tubuh polos istrinya ke dalam kamar mandi. Saat ini keduanya masih sama-sama tidak mengenakan apapun.


Roy mengisi bathub dengan air hangat dan ia menaruh sabun aromaterapi ke dalamnya. Louisa hanya duduk di atas kloset sambil menikmati pemandangan indah didepannya.


Oh astaga mengapa ia kini menjadi semesum ini, sejak tadi ia terus menatap pisang tanduk yang membuatnya merem melek. Keduanya kini masuk ke dalam bathtub, Roy memijat Louisa dengan penuh kelembutan.


Tubuh Louisa yang tadi hampir remuk, kini mulai merasa membaik karena pijatan sang suami. Ia pikir Roy akan kembali menyerangnya setelah beberapa kali mereka bercinta.


"Terima kasih, ini sangat enak!" ucap Louisa sambil mencoba memejamkan matanya.


Tiba-tiba pijatan itu kini beralih pada titik-titik sensitifnya, membuat tubuh Louisa dengan cepat merespon setiap sentuhan Roy.


Terdengar suara erangan dan lenguhan keduanya di dalam kamar mandi. Mereka benar-benar menghabiskan seharian ini dengan bercinta. Membuat seseorang yang berada di samping kamar mereka merasa panas dingin dibuatnya.


"Dari pagi sampai sore seperti ini, mereka benar-benar keterlaluan tidak tahu ada jones di sini," gumam Wilona menggerutu.


Ia keluar dari kamarnya sambil menghentakkan kakinya, tanpa sengaja Wilona bertemu dengan pelayang yang baru saja mengantarkan banyak makanan ke dalam kamar Roy dan Louisa.


"Mengapa kau mengantarkan begitu banyak makanan ke dalam?" tanya Wilona penasaran.


"Tuan dan Nyonya seharian ini tidak ingin di ganggu, mereka hanya meminta membawa banyak makanan ke kamar," jawab pelayan itu lalu membungkukkan badannya.


Ia berjalan meninggalkan Wilona untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Tentu saja mereka membutuhkan banyak makanan untuk mengisi energi mereka yang terkuras habis," sewot Wilona lalu berjalan menuruni anak tangga.


"Kau kenapa seperti sedang kesal Nak?" tanya sang ibu kepada putrinya.


"Mom tahu, kedua pasangan itu seharian ini membuatku panas dingin karena suara laknat mereka. Aku tidak menyangka Kakakku langsung kembali sehat setelah bercinta," cerocos Wilona mendengus.


Nyonya Walker dan suaminya tergelak mendengar ocehan Wilona. Mereka lalu kembali menikmati teh yang baru saja di sajikan oleh pelayan.


"Pantas saja, mereka tidak keluar kamar sejak pagi," timpal Nyonya Walker.


"Aku pikir Roy hanya jago bekerja dan berkelahi saja," tutur Tuan Walker.


"Dia sama sepertimu, yang tidak pernah puas" ucap Nyonya Walker.


Sementara itu di dalam kamar kedua insan yang baru saja menyelesaikan sesi percintaan mereka kini sedang mengisi energi mereka.


"Aku sudah sangat lemas Roy," rengek Louisa sambil menerima suapan yang diberikan oleh suaminya.


Saking lemasnya ia tidak dapat makan sendiri, oleh karena itu Roy menyuapinya. Roy tidak mengizinkan Louisa untuk berpakaian, keduanya saat ini masih sama-sama dalam keadaan polos.


"Baiklah, aku sudah cukup menjenguk Anakku," ucap Roy lalu mencium perut Louisa.


...


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗 gomawo