
Sudah satu bulan lebih Roy masih belum menemukan Louisa, tidak biasanya anak buahnya sangat lama mencari orang. Hingga kini mereka masih belum menemukan keberadaan Louisa.
Pagi ini Roy merasa tidak enak badan, ia merasa pusing dan mual. Sejak tadi ia terus memuntahkan seluruh makanan yang ia makan. Entah apa yang terjadi pada dirinya. Padahal pagi ini ia harus bergegas pergi ke Indonesia untuk bertemu dengan Erick dan Galaxy.
Mereka berencana akan membuat proyek besar bersama, semua barang bawaannya sudah dipersiapkan. Kini Roy sedang dalam perjalanan menuju bandara, ia tidak berpamitan dengan Ibunya karena Nyonya Walker masih bersikeras menginginkan Roy menikah.
Roy juga tidak sabar ingin bertemu adiknya yang paling cerewet berbeda dengannya. Wilona Walker putri bungsu Nyonya dan Tuan Walker yang tidak suka hidup dengan aturan keluarganya, ia lebih suka hidup bebas.
Beberapa jam Roy dalam perjalanan menuju Indonesia, kini ia baru saja sampai di Bandara. Ia berjalan sambil membawa barang bawaannya, ia melambaikan tangannya ketika melihat seseorang yang ia rindukan.
Adik kecilnya Wilona kini telah tumbuh menjadi wanita yang cantik. Wilona berlari lalu memeluk sang kakak yang kaku dan dingin. Buktinya ketika bertemu dengannya ia sama sekali tidak antusias atau tersenyum kepadanya. Entah wanita seperti apa yang akan menjadi istrinya kelak.
"Welcome to Indonesia!" sambut Wilona sangat antusias dengan kedatangan sang kakak.
"Terima kasih gadis nakal," jawab Roy sambil mengacak rambut Wilona.
Wilona membantu mendorong troli yang membawa barang-barang bawaan sang kakak. Ia melihat begitu banyak barang yang dibawa oleh kakaknya.
"Apa kakak akan tinggal lama di sini?" tanya Wilona penasaran.
"Iya, Kakak memiliki proyek besar bersama Galaxy dan juga Erick," jawab Roy sambil berjalan menuju tempat parkir.
"Kakak tinggal di apartemenku saja, jadi saat aku sedang bekerja atau keluar Kakak tidak akan merasa bosan. Di sana aku memiliki tetangga yang sangat baik kepadaku," seru Wilona.
Wilona adalah seorang fotografer yang selalu berpergian kemanapun yang ia mau. Ia selalu berpindah tempat tinggal membuat Roy merasa pusing dengan adiknya ini.
"Tumben kau bertahan lama di satu kota? Biasanya baru seminggu kau sudah merasa bosan," timpal Roy ketika mereka masuk ke dalam mobil.
"Setelah aku kehilangan kekasihku aku tidak lagi memiliki semangat hidup, hanya dengan berkeliling dunia membuat hidupku yang hampa menjadi berwarna. Namun, sekarang aku menemukan teman yang satu aliran denganku, aku merasa nyaman bersamanya," cerocos Wilona antusias.
"Ia memiliki kisah cinta yang hampir sama denganku, ia memiliki banyak kesamaan denganku mungkin itu yang membuat kami cocok," lanjutnya lagi.
"Jangan terlalu banyak menaruh harapan kepada laki-laki Wilona, saat ini kamu merasa nyaman. Nanti kalau pria itu tiba-tiba meninggalkan mu bagaimana" ucap Roy menasehati.
"Tetanggaku ini seorang wanita Kakak, dia mengatakan pernah bertemu pria menyebalkan dengan manik mata yang sama denganku," tandas Wilona terkekeh.
Tiba-tiba saja Roy merasa mual dan semakin pusing ketika mencium parfum Wilona. Wilona terkejut melihat tingkah aneh kakaknya, apa kakaknya mabuk udara? Tapi ia kan sudah sering berpergian menggunakan pesawat.
Wilona memberikan minyak angin kepada Roy, ia lalu memijat tengkuk kakaknya agar merasa lebih baik. Ponsel Wilona berdering, ia tersenyum ketika melihat nama yang tertera pada layar ponsel.
"Ya, hallo! Aku baru saja menjemput Kakakku. Ia sepertinya tidak enak badan, bagaimana apabila kita batalkan acara kita malam ini," ucap Wilona.
"Mau kubuatkan soup tidak?" tanya seseorang dari sebrang sana.
"Boleh saja, kau memang sahabat yang baik. Semoga kau dan kakakku berjodoh," celetuk Wilona membuat Roy membelalakkan kedua matanya.
Tidak Ibunya tidak adiknya sangat suka sekali menjodohkan ia dengan wanita yang mereka kenal. Roy meminta Wilona agar duduk berjauhan dengannya, karena semakin dekat dengannya ia merasa semakin pusing.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di apartemen Wilona, Roy langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tengah. Wilona berjalan membawa koper kakaknya ke dalam kamar kosong.
"Kakak! Aku mandi dulu, kalau temanku datang tolong suruh dia masuk," teriak Wilona dari dalam kamarnya.
"Gadis itu masih saja selalu berisik," gumam Roy menggerutu.
Roy merasa aneh dengan tubuhnya akhir-akhir ini, ia kini terlihat begitu lemah. Apabila musuhnya mengetahui keadaannya saat ini, mereka pasti akan menyerang dirinya. Mereka pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk mengalahkan seorang Roy Walker.
Ting Tong!
Terdengar suara bel berbunyi, dengan langkah berat Roy bangkit dari duduknya. Ia lalu membukakan pintu apartemen, ia begitu terkejut ketika melihat siapa yang berada di depannya saat ini.
Wanita yang selama ini ia cari, wanita yang selama ini selalu menghantuinya dengan suara deesaah manja nya ketika malam itu. Entah mengapa ketika melihat wanita itu rasa pusing dan mual mendadak menghilang.
Benar kata orang kalau jodoh enggak akan kemana, buktinya Louisa sendiri yang datang menghampirinya. Sama halnya dengan Roy, Louisa begitu terkejut ketika melihat pria yang berada di depannya kini.
Pria dengan warna manik mata yang sama dengan Wilona sahabat nya ternyata adalah kakak Wilona. Oh astaga mengapa Louisa tidak menanyakan nama belakang Wilona. Ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan pria menyebalkan itu di sini.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗