NIGHTMARE

NIGHTMARE
Dalton School



Ini adalah hari pertama Aiyla berada di sekolah barunya Dalton School yg merupakan sekolah terkenal di New York.


Aiyla berjalan menyusuri koridor yg disambut dengan tatapan seluruh murid yg ia lewati.


"Apakah dia anak baru?"


"Wah cantik sekali dia"


"Siapa dia? cantik sekali!"


Itulah kata kata yg dilemparkan para siswa.


Tok tok tok


Kini ia tiba di ruang kepala sekolah untuk menanyakan kelas barunya.


"Masuklah" setelah mendapat izin Aiyla pun melangkahkan kakinya. Disebuah kursi terlihat seorang lelaki paruh baya dan lelaki yg mungkin menginjak usia 40an menatap Aiyla yg memasuki kantor.


"Kau Aiyla Axel Phettinson?" tanya lelaki yg diyakini sebagai kepala sekolah Dalton.


"Iya benar"jawab Aiyla singkat.


"Ini adalah pak Mac wali kelas kamu"ujarnya sambil menunjuk lelaki yg duduk di sofa yg tak jauh dari meja kepala sekolah.


"Hallo pak saya Aiyla murid baru kelas anda" sapa Aiyla sambil mengulas senyum yg mungkin tidak terlihat sama sekali.


"Saya pak Mac wali kelas kamu, ayo bapak antar ke kelas" ajaknya sambil berjalan keluar kantor yg diikuti oleh Aiyla.


Koridor sekolah nampak sudah sepi karna bel sudah berbunyi beberapa saat lalu.


Dan disinilah Aiyla sekarang didepan kelas barunya kelas XI A


Seketika suasana kelas yg tadinya ramai langsung hening saat mendapati pak Mac yg berjalan dengan seorang siswi dibelakangnya.


"Aiyla saat bapak panggil kamu masuk dan perkenalkan dirimu sendiri mengerti?" tanyanya yg disusul anggukan tanda mengerti oleh Aiyla.


"Ssstt ssttt pak Mac datang!!"


"Anak anak dengarkan!! hari ini kalian kedatangan teman baru baapk harap kalian bisa menerima dan memperlakukannya dengan baik mengerti?!!"


"MENGERTI PAK!!!"


"Masuklah!!"


Aiyla yg merasa terpanggil pun mulai memasuki kelas.Seorang gadis dengan surai yg terikat dan sepasang earphone ditelinganya ,wajahnya bak hasil pahatan sempurna Tuhan yg membuat siapapun akan langsung tertarik padanya.


"Wuaahhh"teriak para murid serentak saat melihat teman baru mereka yg cantiknya berlebih yg tak lain adalah Aiyla.


Berbeda dengan Aiyla yg hanya memasang wajah datar dan dingin bak es balok saat teman2nya sibuk mengagumi dirinya.


"Perkenalkan dirimu"


"Aiyla" ujarnya singkat yg disusul dengan wajah melongo para murid mendengar apa yg gadis itu ucapakan. Bagaimana mungkin perkenalan sesingkat itu.


"Yang benar Aiyla, agar teman-teman mu tau"


"Pak boleh saya duduk?" tanyanya yg mulai jengah dengan tatapan teman temannya yg memandanginya dengan tatapan kagum terhadap dirinya.


"Ya silahkan"ujar pak Mac mempersilahkan


Mata Aiyla mengendari kelas mencari bangku yg sekiranya kosong.


Aiyla berjalan menuju meja kosong didekat jendela agak belakang.


"Wahhh hey Enver !!! akhirnya setelah berabad abad ada juga temen duduk lo!!"


"Hah bener!! Enver nggak jomblo lagi nehh!!"


"2 kutub dalam satu kelas bisa bisa kita beku nih dalam kelas!!"


Sorak Sorai memenuhi kelas yg dituju pada seorang lelaki yg akan menjadi teman duduknya.Dengan tatapan malas ia pun mendudukkan dirinya disebelah lelaki yg sedari tadi hanya menatap keluar jendela seakan sorak seluruh temannya hanya lah angin lewat.


"Ngapain lo disini hah?!"tanya lelaki yg sudah diketahui namanya sebagai Enver. Lelaki yg memang dingin tak berekspresi bagaikan patung hidup.Tapi perlu diakui bahwa wajahnya yg dibilang kelewat tampan itu telah menjadikannya sebagai most wanted disekolah barunya.


"Lo buta atau apa seh?! nggak liat?! disini meja satu satunya yg kosong" baru saja beberapa menit duduk tapi lelaki disampingnya ini sudah membuat moodnya hancur." Pantas saja tidak ada yg mau duduk sama lo" sambungnya sambil mengambil mapel yg akan segera dimulai.


Sedangkan Enver hanya memutar bola matanya malas menghadapi teman sebangkunya.


"Denger ya, nggak usah berisik klo lo duduk sama gue apalagi sampe ngerepotin gue" ujarnya penuh penekanan.


"Huh lagipula perlu berpikir seribu kali buat ngomong sama lo jadi gue juga nggak bakal berisik apalagi ngerepotin elo"jawabnya malas dengan emosi yg sudah meluap luap.


Pelajaran pertama pun dimulai,seluruh murid mengarahkan pandangan mereka pada satu titik papan tulis yg sudah penuh dengan angka angka yg membuat kepala pecah.


Para murid mulai jenuh dengan para angka yg tak mau berhenti bermunculan di papan tulis.Pandangan mereka memang ke arah papan tulis namun pikiran mereka tidaklah sejalan.


"Huhh membosankan" guman Aiyla.


Tanpa disadari seseorang yg memperhatikannya sedari tadi tersenyum geli melihat tingkah Aiyla yg hanya mencoret coret buku sambil memompang kepala diatas tangan sambil terus menghela napas bosan.Senyum yg bahkan tidak terlihat jika tidak diperhatikan dengan benar yg tak lain adalah Enver teman sebangkunya.


Sudah kubilang kita akan bertemu lagi dasar gadis aneh gumamnya sambil memperhatikan Aiyla lewat ekor matanya.


Pyungg


Sebuah remasan kertas mendarat mulus didepan Aiyla. Aiyla mengernyitkan dahinya menatap heran kertas itu sambil mengedarkan pandangannya keseluruh kelas mencari pemilik kertas itu.


***Hey!!! kenalin gue Aiden temen Enver yg duduk tepat dibelakang lo selama ini Enver nggak pernah mau nerima temen duduk jadi emang sikap dia kyk gitu dingin tapi lo tenang aja dia baik kok klo lo dah kenal sama dia


dari: temen duduk belakang lo Aiden🤪***


Aiyla pun mengedarkan pandangannya pada sosok yg duduk tepat dibelakangnya seorang lelaki dan juga seorang gadis yg duduk disampinya. Aiyla pun mengerutkan dahi yg di balas dengan kedipan sebelah mata oleh Aiden.


Aiyla hanya memutar matanya malas sambil kembali meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah disamping mejanya.


Mereka yg berada tepat dibelakang Aiyla hanya menahan tawa melihat Aiyla yg memang dingin seperti Enver.


(Dalton school).