
Satu tahun kemudian
Setahun setelah kepergian ayah nya kini nampak seorang gadis muda berambut campuran cokelat tua dengan gold dengan sepasang earphone peach bertengger di kedua daun telinganya wajah cantik bak mahakarya terindah Tuhan yg tak lain adalah Aiyla baru saja keluar dari pesawat yg membawanya kembali ke London setelah setaun berada di Singapur tempat lahir mamanya.
Kini matanya sibuk mencari sosok yg ia rindukan selama setahun ini.
"Bi!! bi Mae!!!" teriaknya berusaha memanggil sosok yg ia rindukan selama setahun ini sambil melambai lambaikan tangan nya.
"Oh non Aiyla!!!" kini keduanya saling berpelukan.Aiyla memang menganggap bi Mae sebagai pengganti ibunya saat mamanya tak bisa menemani nya.
"Ohhh bi!!! Aiyla kangen banget sama bibi, bibi sama pak R sehat2 aja kan?!"ia sudah tak dapat membendung lagi rasa bahagianya.
"Iya non kami baik baik saja, bagaimana dengan nyonya dan non?" tanyanya berharap bahwa majikannya bisa seperti dulu semenjak meninggalnya ayah Aiyla mereka memutuskan untuk kembali ke rumah mama nya di Singapur.
"Iya kami baik kok bi mama belom bisa balik sama Aiyla jadi mama ntar nyusul" jelasnya.
Selama di perjalanan Aiyla bercerita pengalamannya di Singapur kepada bi Mae dan pak R baginya mereka adalah orang tuanya juga karna mereka selama menikah belum dikaruniai anak membuat mereka juga menganggap putri majikannya sebagai anak mereka dan Aiyla tidak keberatan dengan itu.
"Bi, Aiyla ke kamar dulu ya" pamitnya.
"iya non"
Tak terasa air mata pun jatuh ke pipi mulus bi Mae yg memikirkan putri majikannya itu."Saya tau pasti sangat berat untuk nona"gumamnya sambil menghapus air mata yang berhasil lolos.
"Hai kamar lama, berapa lama kita tak berjumpa kau masih sama saja seperti terakhir kali aku melihatmu"gumamnya sambil memandangi kamar lamanya yg bernuansa pink.
Aiyla pun membuka pintu yg langsung mengarah ke balkon kamarnya ia pun memejamkan mata nya sambil menikmati hempasan angin yg menerbangkan rambut coklatnya.
"Hei ayah Aiyla sudah pulang, bagaimana kabar mu disana?! Aiyla punya banyak sekali hal yg ingin Aiyla ceritakan" gumamnya sambil menatap sebuah medali yg ada di lemari tropi khususnya yg menyimpan semua penghargaan yg didapat Aiyla.
Kling
Aiyla pun meraih ponselnya setelah mendengar bunyi pesan masuk.
08**********(nomor tidak dikenal)
Hei kudengar kau sudah kembali bagaimana liburanmu hah?! jangan pernah berpikir bahwa semuanya telah berakhir,aku akan membuatmu menderita dan berakhir seperti ayah mu
Dengan sulit menelan salivanya Aiyla pun melempar ponselnya kesembarang tempat setelah membaca pesan tersebut. Wajahnya langsung memucat keringat dingin membasahi wajah gadis itu kini ia hanya terduduk lemas sambil menatap ponsel yg ia lempar dengan tatap tidak percaya.
Aiyla pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri mencoba menenangkan pikirannya yg sudah tak tau kemana arahnya.