
Kejuaran Eropa adalah perlombaan olahraga Eropa yg disenggelarakan setiap empat tahun sekali dan tuan rumah yg berbeda setiap seasonnya.Tahun ini adalah Kejuaran Eropa season 12 yg disenggelarakan di kota New York,London.
Tampak semua orang tengah fokus dan antusias menyaksikan babak terakhir dari lomba kejuaraan menembak wanita yg sedang berada di babak final.
"Wah! ini adalah babak terakhir perlombaan menembak kategori wanita di Kejuaraan Eropa tahun ini"ujar salah satu pembawa acara dalam lomba menembak.
"Benar sekali! saya sudah benar benar tidak sabar melihat hasil akhir dari perlombaan ini"timpal rekan pembawa acara.
Kini seluruh mata menuju pada pintu masuk stadion yg menampakan para penembak dari berbagai negara di Eropa.
Kini stadion dipenuhi sorak sorai para penonton yg menyemangati para atlet yg mulai memasuki stadion.
Tampak disela rombongan terlihat seorang remaja yg terlihat lebih muda dibanding dengan lawan yg akan gadis itu hadapi.
Gadis itu memasang wajah datar tanpa menanggapi para atlet yg menganggap remeh gadis itu.Ia hanya berjalan dengan acuh menuju tempat dimana ia akan menembak nantinya.
Sorak sorai para penonton kian menjadi saat gadis itu berjalan dengan tenangnya memasuki stadion.Banyak yg menyemangati gadis itu yg tak lain adalah perwakilan dari tuan rumah untuk lomba menembak Kejuaraan Eropa tahun ini.Seluruh penonton menatap gadis itu dengan tatapan tak percaya bagaimana mungkin gadis kecil itu mewakili negara mereka sebagai atlet menembak apalagi negara merekalah tuan rumah dalam kejuaran ini. Mau dipasang dimana muka negara mereka jika nantinya gadis ini hanyalah pembawa kekalahan bagi negara mereka. Itulah yg ada dibenak semua orang mengenai gadis itu.Namun mereka hanya mengharapkan yg terbaik karna tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang pikiran mereka dengan keadaan bertolak belakang.
Gadis yg mereka kira payah ini malah membawa negara mereka ke peringkat nomor 2 setelah Brazil yg hanya berselisih sangat tipis lalu disusul Italia yg juga tidak beda jauh dari mereka.Akhirnya para penonton dapat bernapas lega karna gadis yg mereka remehkan jauh diatas perkiraan mereka.
Aiyla
gadis dengan rambut terikat berwarna coklat dan earphone kecil yg bertengger di kedua telinganya itu mulai mengambil posisi di tempatnya untuk babak terakhir perlombaan ini.
Terdengar helaan napas dari mulut kecil gadis itu yg sedari tadi berusaha menenangkan diri dan melawan semua kegugupannya.
Seketika suasana stadion yg awalnya penuh sorak sorai para penonton kini hanya ada keheningan yg dibalut ketegangan saat melihat para atlet mulai memasukkan peluru terakhir mereka ke dalam pistol khusus yg sudah disediakan.
"Nampaknya para peserta sudah mulai bersiap untuk hasil akhir dari perlombaan ini"
"Iya,benar sekali bisa kita lihat disini perlombaan semakin memanas dengan poin sementara dipimpin oleh Brazil dengan poin 127 lalu disusul oleh tuan rumah dengan skor 125 perbedaan yg sangat tipis sekali benar bukan?"
"Iya tepat sekali sepertinya akan ada perebutan poin antara Brazil,London,juga Italia yg mana mereka menempati peringkat 3 teratas untuk lomba ini"
"Hmmm aku semakin tidak sabar menanti hasil akhir dari lomba menembak ini"
"Kau benar aku berharap London kali ini tidak salah pilih dengan memasukkan gadis itu untuk kejuaraan bergengsi seperti ini"
"Ya kau benar sekali aku juga mengkhawatirkannya
Itulah perbincangan antar kedua pembawa acara yg membuat semua orang semakin berharap kemenangan atas negara mereka yg kini diwakilkan oleh seorang gadis kecil yg baru menginjak usia 15 tahun.
"Baiklah kepada seluruh pemain untuk mengambil posisi kalian masing2"ujar seorang lelaki yg diyakini sebagai juri untuk lomba ini."Ini adalah babak terakhir perlombaan menembak kategori wanita di Kejuaraan Eropa yg mana tembakan terakhir kalian adalah penentu poin akhir kalian masing masing MENGERTI?!"sambungnya yg disusul jawaban mengerti oleh para pemain.
"Seluruhnya!! waktu kalian 10 detik dari sekarang!!!"
Setelah mendengar instruksi dari wasit seluruh pemain langsung membidik target mereka dan melepaskan peluru terakhir mereka.
Dor Dor Dor
Suara tembakan dari para pemain mendominasi stadion.
Aiyla ,gadis itu masih dalam posisi yg sama disaat para pemain sudah meluncurkan peluru terakhir mereka, gadis itu nampak masih sangat tenang sambil mengambil lalu membuang napas untuk menenangkan dirinya.
"Wah nampaknya para pemain telah meluncurkan peluru terakhir mereka pada detik ke 8 tadi"
Ketegangan menyelimuti stadion sambil berharap agar gadis kecil itu mampu menembakkan peluru terakhirnya tepat waktu.
"Hei apa yg dia lakukan?!"
"Ya Tuhan apa gadis itu bodoh?!"
"Cepat tembakkan dasar!!!"
Huh Hahh
Huh Haaah
6
5
4
Detik terus berjalan tapi gadis tak menghiraukan apapun selain mengulang menarik dan membuang napasnya walau kini waktu yg tersisa hanya tinggal 3 detik lagi.
"Wah apa yg ia lakukan?!"
"Benar benar sulit dipercaya!!!"
Akhirnya sang pembawa acara pun mulai menghitung mundur waktu yg tersisa.
"3 "
"2 "
Dannn.....
Didetik terakhir ia meluncurkan tembakannya tepat didetik terakhir yg membuat para penonton menahan napas mereka takut bahwa gadis itu gagal dalam perlombaan yg menyangkut negara mereka sebagai tuan rumah.
Seketika seluruh stadion menatap papan nila yg berada diatas stadion dengan wajah penuh harap.Begitu pula para pemain yg sedari tadi gelisah akan hasil akhir perlombaan mereka.
Napas Aiyla bahkan masih memburu membayangkan yg baru saja terjadi.Mungkin jika ia telat sedetik lagi ia sudah kehilangan semuanya.
"Wahhh!!! sungguh sulit dipercaya!! inilah hasil akhir dari perlombaan menembak kategori wanita Kejuaraan Eropa!!!"
Layar poin pun menyala menampakkan hasil akhir dari perlombaan tersebut.
Aaaaaaaaaa
Seketika seluruh stadion menjerit tak percaya akan hasil akhir tersebut.
"Wahhh pemirsa ini benar benar sulit dipercaya!!! perlombaan menembak dimenangi oleh seorang gadis kecil berkebangsaan London dengan skor tertinggi 210 yg disusul oleh Italia dengan skor 198 dan Brazil dengan skor 196 wahh ini sungguh sulit dipercaya!!!"ujar pembawa acara dengan hebohnya sehingga memancing sorakan dari para penonton akan pencapaian gadis itu.
Dengan perasaan sulit dipercaya gadis itu langsung berlari memeluk sosok wanita yg sudah berkepala tiga dengan eratnya.Tak terasa air mata kebahagiaan pun mengalir begitu saja dari keduanya.
"Mama! Aiyla sungguh tidak percaya akan hal ini!!"ujarnya disela-sela pelukan mereka.
"Kau berhasil Aiyla mama tau kau pasti berhasil"wanita itu menangis atas apa yg dilakukan putri semata wayangnya itu sambil terus membelai lembut rambut putrinya.