Nerd The Mafia

Nerd The Mafia
Bab 18



Bastian pun mengubungi kepala pelayan dengan telpon gengamnya. setelah tersambung bastian menyuruh kepala pelayang untuk memberi tahu seluruh orang rumah apabila ada alarm kebakaran berbunyi mereka jangan panik.


"hallo tuan"kata kepala pelayan di sebrang sana.


"tolong kamu kasih tau seluruh orang rumah apabila alarm kebakaran berbunyi kalian jangan panik okeh dan .


santai aja"ucap bastian.


"tapi tuan"kata kepala pelayan ragu.


"sudah ikuti ucapan saya atau kamu dapat hukuman"ancam bastian.


"baik tuan akan saya laksanakan".


"kalo sudah hubungi saya"kata bastian sambil mematikan sambungan telepon dengan kepala pelayan teraebut.


*


*


*


handpone bastian bergetar ternyata itu adalah panggilan dari kepala pelayan.


"iyah, apakah sudah?"Tanya bastian to the poin.


"sudah tuan"jawab kepala pelayan di sebrang telepon.


"baiklah terimakasih"ucap bastian sambil mematikan sambungannya.


"Gimana udah?"Tanya vano sambil tersenyum.


"baik lah sipp, let's go game"ucap vano dengan senyum Yang mengembang.


"let's go"sahut bastian dan Denis bersamaan.


mereka pun mendekati tempat diletakannya alarm pertanda kebakaran. merekapun mendekati alat tersebut dengan hati Yang riang gembira.


vano pun membakar kertas dan asapnya di dekatkan kepada alat tersebut dan setelah itu timbulah bunyi.


TRENGGGGG..... TRENGGGGGG...... TRENGGGG.....


sedangkan Queen Yang mendengar suara itu langsung terkaget dan bangun dari tidurnya dan keluarga dari kamar. sambil berteriak kebakaran.


"KEBAKARAN... KEBAKARAN... TOLONG QUEEN BELUM NIKAH TOLONG.. PENGAWAL TOLONG QUEEN... MAMAH PAPAH ABANGG TOLONG.... "teriak Queen seperti orang gila. sedangkan vano dkk sudah tertawa terbahak bahak endengar teriakan Queen Yang minta tolong.


HAHAHAHAAAAAAAA......


Queen pun merasa heran mengapa ketiga abangnya malah tertawa tebahak bahak. dan setelah Queen melihat sekelilingnya Queen jadi pahan bahwa ini kerjaan mereka bertiga. Queen pun menatap mereka dingin.


sedangkan para pelayan, para penjaga, para mafioso, dan para tamu Yang mendengar teriakan Queen Yang sangat keras pun berbondong bondong melihat Queen dengan rasa khawatir.


"Miss apakah anda tidak apa apa?"Tanya lidya panik. lidya adalah Salah satu mafioso. sedangkan Queen hanya melihat mereka sekilas dan kembali melirik vano dkk Yang sedangkan tertawa terbahak bahak sampai mengiraukan orang orang Yang menatapnya.


"BANG VANO, BANG TIAN, BANG DENIS INI PASTI KERJAAN KALIAN YAH"teriak Queen kepada ketiga abangnya ituh.


"heheheee, maaf Queen abang cuman bercanda soalnya kamu abang ketok ketok pintunya ngga keluar keluar. jadideh otak jail vano muncul ide. dan ini semua Salah vano dia Yang merencanakan ini semua abang cuman jadi pionnya aja, bener ga tian?"kata Denis sambil melirik bastian.


sedangkan vano Yang di salahkan jadi gugup merasa takut kalo Queen marah.


"iya Queen bener kata Denis ini semua salah vano kita berdua cuman jadi pion nya aja"kata bastian membenarkan ucapan Denis.


Queen pun langsung menatap tajam vano dan kembali menatap mereka bertiga. Queen pun menatap para pelayan, penjaga, mafioso, mamah dan papahnya, abangnya, dan para sahabatnya.


"kalian semua tunggu di bawah dan Yang lainnya kembali ketugas masing masing. dan untuk kamu lidya dimana hewan kesayanganku?"ucap Queen kepada mereka semua.


"Beti dan Beta sedangkan ada di kandangnya miss"jawab lidya.


"apakah sudah diberi makan?"Tanya Queen.


"belum miss".


"yaudah keluarkan mereka saya sendiri Yang akan memberi makan mereka".


"baik miss".kata lidya sambil berlalu pergi. dan diikuti oleh Yang lainnya.


*


*


*


*


Jangal lupa Vote and komen yang banyak yah rider🙏♡ツ