Nerd The Mafia

Nerd The Mafia
Bab 17



"kepala pelayan, to long panggilkan nona alana"ucap pengawal 1 kepada kepala pelayan.


"tapi tuan, nona sedangkan tidur"jawab kepala pelayang.


"bagaimana ini? kita mana berani mengganggu nona Yang sedangkan tidur. apalagi pasti nyawa kita Yang jadi taruhannya"kata pengawal 1.


"yaudah kamu tolong telpon tuan vano atau tuan Denis saja"lanjut pengawal1.


"baik tuan".


*


*


*


"sudah tuan. tuan vano sedangkan berjalan kesini"kata kepala pelayan.


"baiklah, kamu siapkan makanan untuk mereka"ucap pengawal 1.


"baik tuan".


kepala pelayan itupun bergegas pergi kedapur diikuti para pelayan lainnya untuk membuat makanan untuk mereka.


"maaf nyonya, nona, tuan tetapi nona alana sedangkan tidur dan kami tidak berani mengganggunya. jadi nanti tuan vano akan kemari. kalau begitu saya permisi untuk berjaga kembali kedepan"ucap pengawal 1.sembari berjalan menjauhi ruang tamu.


tidak Lama dari pengawal itu pergi vano dkk datang menghampiri mereka di ruang tamu, mereka pun menatap mereka bertiga heran karna mereka bertiga bisa tinggal di mansion bersama dengan Queen.


"kenapa kalian ada disini?"Tanya alvin. Yang masih terheran meliat mereka bertiga. sebab mereka bertigapun Yang bersama Queen saat mau pergi ke LA.


tapi sebelum vano menjawab para pelayan datang, untuk menghidangkan minuman dan makanan ringan.


setelah para pelayan pergi mereka pun kembali menatap vano dkk. sedangkan vano dkk Yang merasa di datatp hany memandang acuh tak acuh kepada mereka.


"biarkan Miss alana Yang menjelaskan"jawab vano singkat dan jelas.


"silahkan nikmati hidangannya, dan saya beserta rekan saya izin undur diri dingin pergi ke kamar Alanan dan membangunkannya"lanjut vano.


"aku ikut"ucap devan dan gio berbarengan. dengan tagapan Yang sangat datar mereka mengucapkan itu.


"maaf tapi orang luar tidak boleh masuk ke kamar miss alana tanpa seizinnya"kata vano dingin.


"kalian juga orang luar kenapa kalian bisa masuk kekamar Queen"kata alvin tak terima dengan jawaban vano, Yang menyebutnya orang luar.


"memang kalian siapa berani mengusir kita? kalian juga cuman baru kenal dengan alana tapi sudah sangat sok seperti sangat kenal dengan Queen"kata alvin lagi.


"heum baru kenal?? in get yah sebelum Queen kenal dengan kalian Queen lebih dulu hidup bersama kami jadi kalian diam turuti kami atau jangan pernah berharap bisa bertemu Queen lagi"ucap Denis dengan tegas sambil berlalu pergi diikuti oleh vano dan batian di belakangnya.


sedangkan mereka Yang sedang berada di ruang tamu menjadi sangat tidak percaya dengan ucapan ketiga pria tersebut bahwa mereka lebih mengenal Queen daripada mereka.


jadi sekarang mereka paham mengapa saat di sekolah waktu itu Queen sangatlah akrab dengan mereka dibanding dengan gio dan alvin.


sedangkan disisi lain, vano dkk sedangkan berjalan menyusuri tangga untuk pergi kekamar Queen.


*


*


*


setibanya di kamar Queen mereka menggedor gedor kamar Queen. tapi tidak di buka buka oleh si punya kamar. jadi mereka berinisiatif untuk mengerjai Queen.


"Dasar keboo, gamau bangun bangun. kita kerjain yu"kata vano dengan senyum smiknya.


"skuyy lah, udah Lama kaga ngerjain si Queen hahahaaa"kata Bastian sambil tertawa.


"ada Yang bawa korek api?"Tanya vano.


"Nih ada"kata Denis sambil menyerahkan koreknya kepada vano.


"jadi rencana nya gimana nih?"Tanya Bastian.


"yaudah sini mendekat gue bisikin".


mereka pun mendekat dan vano pun menjelaskan rencananya. setelah mendengar rencana vano mereka pun bersiap siap dengan tugasnya.


*


*


*


*


Jangan lupa vote and komen slalu yah raider🙏♡ツ