Naura'S Mother

Naura'S Mother
Curiga



Ayu segera berlari dan masuk ke dalam kamar sambil memegangi dadanya,


wanita itu merasa seperti sedang dicurigai oleh majikannya Padahal dia tulus ingin merawat bayi Naura.


"Apa Ibu pikir aku akan mengambil bayi Mereka? tidak, aku tulus menyayangi anak itu, dan aku sudah menganggapnya anakku sendiri." ucapnya pelan


**


Desta sedang duduk dan berpikir di dalam ruang kerjanya. Sudah 6 bulan dia mencari Siapa ibu dari bayinya itu?


Meskipun dia belum mengakui jika Naura itu adalah putrinya namun seperti yang dikatakan ibunya bahwa memang benar wajah itu sangat mirip dengannya,


Desta sudah hampir putus asa, hampir semua mantannya dia selidiki dan cari tahu tentang kehidupannya setelah berpisah dan jadi mantannya.


Tapi kehidupan mereka baik-baik saja bahkan ada yang sudah menikah dan memiliki anak.


Pria itu kembali menghubungi detektif yang dia tugaskan untuk mencari tau siapa ibu dari bayi itu, detektif yang sudah enam bulan bekerja untuknya namun belum juga mendapatkan hasil.


"Apa yang kau temukan?" tanya Desta saat panggilan terhubung.


"Maaf pak seperti yang lainnya, wanita ini menjalani hidup yang biasa saja dan kini dia juga sedang mempersiapkan pernikahan nya." sahut sang detektif yang bernama Jaki


"Maaf, apa tidak ada yang lainnya!" tanya pria itu lagi


"Seingat ku tidak, karena dia lah wanita terakhir yang menjadi mantanku,"


"Jika demikian penyelidikan kita menemukan titik buntu, coba bapak ingat-ingat apakah bapak pernah dekat dengan seseorang sebelumnya, ya meskipun hanya hubungan satu malam, Maaf jika saya sudah lancang."


"Hubungan satu malam?"


"Iya, bisa saja kan?"


"Akan coba ku ingat-ingat, nanti aku kabarin lagi." sahut Desta kemudian mematikan panggilannya.


Pria itu memejamkan mata, dia merasa sedih dan bingung, karena penyelidikan nya menemukan jalan buntu. Lalu bagaimana nasib anak itu?


Lagi dia memejamkan mata, tiba tiba terlintas bayangan seorang gadis, Desta sontak membuka matanya, "Apa mungkin dia?" tanya Desta dalam hati.


"Tapi..." hatinya meragu, dia tidak yakin tapi juga tidak menutup kemungkinan jika dugaannya itu benar.


Desta kembali teringat akan wanita cantik, yang kalem dan juga pendiam.


Dia adalah gadis terpintar di kampusnya dan tanpa sengaja bertemu dengan Desta pada sebuah acara amal yang di lakukan Perusahaan Papanya.


Saat itu Vina adalah ketua panitia amal dan Desta adalah perwakilan dari kantor Papanya.


Mereka sempat dekat, tapi tidak lama kemudian dia tidak lagi mendengar kabar gadis itu,


"Apa mungkin dia? tanya hatinya meragu


"Bukankah..." argh... Desta meremas kepalanya mengingat kejadian itu dan dia juga merasa bego mengapa dia terlupa, pada gadis lugu yang pernah dekat dengannya itu.


"Jika memang benar dia? tapi mengapa dia tidak meminta pertanggungjawaban ku?


Benar... jika iya dia pasti akan datang padaku, tapi....


Tidak, jangan gegabah, bukankah itu hanya dugaan, lagipula dia juga tidak lagi menemui ku setelah itu, dan kami hanya melakukan nya satu kali, itu tidak mungkin terjadi." bisik hatinya yang lain


Desta kembali teringat wajah sendu dan tangis gadis itu. Wajahnya yang polos dan ..." lagi Desta merasakan sesuatu yang berbeda, entah rasa apa dia juga tidak tau, yang pasti dia merasa gelisah.


"Aku akan mencari tua siapa dia dan dimana dia sekarang?" tekad Desta