Naura'S Mother

Naura'S Mother
Tes DNA



Dua Minggu sudah berlalu dari saat dia meminta bawahannya mencari keberadaan gadisnya yaitu Vina.


Desta sudah memberikan alamat kos gadis itu, sayangnya dia sudah tidak menyewa disana. Bahkan sudah setahun yang lalu dia memutuskan untuk pindah.


Kampus tempatnya menimba ilmu juga sudah Desta datangi, dan sayangnya mereka tidak tau menahu alasan itu, yang ada hanyalah gadis itu sudah pergi, dan itu artinya Vina tidak melanjutkan kuliahnya.


Desta tidak kehabisan akal dia menghubungi rektor dan meminta data diri Vina, namun lagi-lagi dia di tolak.


Semua usaha sudah dia lakukan dan sayangnya hasilnya buntu, lagi pria itu menghela napasnya.


Desta membanting kertas di tangannya, matanya menerawang. Pria itu mengusap wajahnya,


"Kenapa aku jadi kepikiran dia?


sadar Desta, belum tentu dia juga memikirkan mu, bodoh!!" makinya pada dirinya sendiri.


Desta mengusap wajahnya, dia kembali fokus pada berkas yang ada di hadapannya, sebuah proyek penting dengan perusahaan Adiyaksa, Perusahaan besar dan terkenal. Kontrak kerjasama yang tidak main-main.


Desta coba berkonsentrasi dan meneliti apa yang di tuliskan dalam proposal tersebut, dia harus bisa menguasainya, agar kliennya percaya dan mau bekerja sama dengan perusahaan nya.


Jika dia Berhasil maka Perusahaan nya akan untung besar.


"Sely..."


"Ya Pak" sahut sekretarisnya


"Kapan kita meeting dengan Perusahaan Adiyaksa?"


"Lusa, Pak."


"Lusa.." sahutnya sambil berpikir,


"Ok, kita akan meeting besok pagi, untuk memantapkan proposal ini, oh ya siapa yang mengerjakannya?"


"Dika, Pak!"


"Ok, kamu boleh keluar,"


"Baik, Pak."


Sely keluar dan kembali dengan pekerjaannya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Desta sudah bersiap-siap untuk pulang, baru saja dia bersiap untuk pulang, seseorang masuk dan langsung duduk di sofa.


"Eh lo, main nyelonong aja, tumben?"


"Cih sombong amat, jadi gue nggak boleh nih datang kesini," ucap Jimmy pura-pura marah.


"Bukan enggak boleh, gue cuma mikir, tumben, kan lo enggak pernah kesini kalau enggak penting nah ini ada apa?"


"enggak ada, gue cuma kangen aja sam lo, semenjak jadi Papa muda lo udah enggak pernah kumpul ma kita-kita."


"Bukan begitu, aku lagi sibuk, ada proyek dengan Adiyaksa group dan aku mau yang terbaik." ucapnya penuh semangat.


"Oh ya!!!! kirain lo udah nggak mau datang ke tempat itu, tobat, kayak yang sering lo bilang, maklum punya baby girl," ucap Jimmy sambil tertawa kecil.


"Gimana dengan baby lo, sehat dan cantik pastinya kan? semoga ntar dia enggak nurun sifat lo,"


"Itu bukan baby gue! jadi enggak mungkin mirip gue" bantah Desta kesal


Jimmy terkekeh..."Ok, terserah lo mau bilang apa? btw udah pande apa tuh bocah, jadi pengen liat,"


"Untuk apa?" bentak Desta


"Enggak ada sih, gue cuma suka Aja sama anak-anak. Lagian ,kan biasanya anak perempuan itu dekat dengan Papanya, mirip papanya, gue cuma mau mastiin."


"Dia bukan anak gue, ingat itu,!!


Ketus Desta dengan wajah kesal.


"Udah dapat siapa ibunya?"


Desta tak menjawab hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Itu bukan anak gue! gue Nerima tu anak juga karena nyokap" sahut Desta marah


"Apapun itu, gue cuma mau bilang sebaiknya lo pastiin siapa tuh bocah, sebelum lo mengambil tindakan lebih jauh, tes DNA itu adalah yang pilihan terbaik.


Semua kemungkinan akan terjawab dan jika dia bukan anak lo, Alhamdulillah, tapi jika iya, selamat kamu telah berhasil menjadi Dady baru, Hot Daddy."


"Sialan lo!" Desta melemparkan pena yang ada di depannya. untung saja pria itu segera mengelak jika Tidak, kepalanya pasti sudah terkena benda panjang itu.


"Diantara kita lo yang paling the best lah, hahahhaha."