Naura'S Mother

Naura'S Mother
Tak sengaja



Desta segera kembali ke rumah, di tengah jalan pria itu mendapat panggilan dari Jimmy yang mengatakan jika saat ini mereka tengah berkumpul di kediaman Vano.


Desta pun segera memutar mobilnya dan berangkat menuju kediaman temannya itu, Vano mengadakan pesta kecil atas keberhasilan nya memenangkan tender besar.


Dua puluh lima menit kemudian, dia sampai di kediaman Vano, bukan pesta besar, hanya party yang dihadiri beberapa teman dekatnya saja, Jimmy dan yang lain sudah ada disana.


"Hai bro, thanks ya dah mau datang," Vano menyambut Desta


"No problem, btw goodluck, good job man." sahut Desta memeluk sahabatnya itu,


"Thanks"


"Your welcome,".


"Oh ya, gimana kabarnya baby lo?" tanya Vano membuat Desta memutar malas bola matanya.


"Apa enggak ada pertanyaan lain?" Desta bicara sambil membalikkan badannya


"Bukan, maksud gue, gimana perkembangan nya? lo nggak bisa gini ja men!" jelas Vano


"Kita bahas yang lain aja, ok!"


"Apa lo yakin tuh bocah baby lo?'


"Ya enggak lah!!"


"Lah kenapa lo mau ngurus tuh bocah? sebaiknya lo tes DNA aja?"


"Bisa bahas yang lain nggak?" kesal Desta


"Gue ngomong gini, karena gue ini sahabat lo." tambah Vano, "Bisa jadi kan tuh anak sengaja di kirim ke rumah lo, buat nama lo jadi buruk, dia mau bikin lo Ancur. Karena punya anak diluar nikah."


"Gue setuju Van, mau sampe kapan kamu nutupin itu dari orang-orang, suatu saat semua orang pasti akan tau."Jimmy menimpali


"Kita kesini mau party, bukan mau bahas soal to bocah." sahut Desta kesal dan mengambil minuman diatas meja lalu meminumnya dengan sekali teguk.


"Loh minum?" tanya Jimmy terkejut


Teman-temanya membiarkan dia mabuk, dan mereka minum sambil ngobrol dan tertawa. sejenak Desta melupakan tentang permasalahan yang sedang menghimpit dirinya saat ini.


Tepat jam 12.00 malam Desta pun pulang ke rumah dengan keadaan setengah mabuk.


Desta mengetuk pintu asal dan keras, terpaksa Ayu yang bergerak keluar untuk membuka pintu karena si mbok dan mang Joko tidak berada di rumah. Mereka kembali ke desa karena anak si mbok sedang sakit.


"Buka!" teriak Desta menggedor pintu,


Mau tak mau Ayu membukanya dengan setengah berlari dari kamar Naura. Gadis itu tidak menyadari jika dia lupa memakai penutup wajahnya,


"Maaf..." ucapnya menunduk setelah membuka pintu rumah


"Lambat sekali bodoh!!! apa kau tuli," maki Desta yang tengah di pengaruhi alkohol.


Dia berjalan masuk sambil sempoyongan, karena hendak jatuh refleks Ayu menangkap tubuhnya dan membopongnya menuju sofa.


Kemudian gadis itu menidurkan Desta, disana.


"Vina.." panggil Desta dalam tidurnya, sejenak ayu terkejut, namun dia segera sadar jika itu bukanlah dirinya.


Baru saja gadis itu berdiri, Desta menahannya dengan mencengkram tangan Ayu, "Vina... aku merindukan mu," ucapnya lagi yang membuat Ayu semakin kaget, Desta menarik tubuh gadis itu hingga dia limbung dan terjatuh ke pelukan Desta,


Lagi Desta memanggil nama, "Vina..." sambil menatap lekat wajahnya, "Kau Vina ku, akhirnya kita bertemu-"


Vina mendorong kuat Desta dan dia melepaskan diri darinya, lalu berlari ketakutan.


"Siapa Vina? apa itu istrinya? tapi mengapa aku tidak pernah melihatnya?" batin Vina


Gadis itu segera masuk ke dalam kamar dan menguncinya, dia takut Desta yang mabuk akan berbuat nekad, apalagi dia menganggap ayu adalah Vina.


Desta akhirnya tertidur di sofa sambil terus meracau memanggil nama Vina.


.