Naura'S Mother

Naura'S Mother
Oke



"Yu..." panggil bu Eva pelan sambil bermain dengan cucunya.


"Kamu kan masih muda, apa kamu tidak berpikir untuk menikah lagi?"


"Hah," Ayu terdiam, kemudian dia menggeleng pelan. "Saya masih trauma Bu," sahutnya


"Seandainya ada yang tiba-tiba melamar mu,gimana? ini misal loh, wong kamu juga masih muda, cantik, kan tidak mungkin selamanya kamu jadi pembantu?"


"Untuk saat ini saya rasa ini yang terbaik nyonya." sahutnya


" Mungkin kamu memang masih belum memikirkannya, tapi kamu juga harus memikirkan kebahagiaanmu, Yu.


kan nggak selamanya,.Kamu akan bekerja sebagai pembantu seperti ini, kamu juga mau butuh sebuah keluarga utuh, butuh hidup bahagia bersama dengan pasangan dan juga anak kamu nanti nya."


“Ibu benar, tapi saya masih ingin merawat Naura bu, saya mohon jangan usir saya." ucap Ayu dengan mata berkaca-kaca.


"Loh, Siapa yang mau mencet kamu?" seru bu Eva dengan ekspresi terkejut mendengar penuturan ayu.


" Saya justru merasa sangat beruntung, bisa menemukan wanita sebaik kamu.


Kamu tulus menyayangi Naura seperti anakmu sendiri, Kamu tahu sendiri kan Gimana dengan ayahnya!" ucap bu Eva dengan suara lirih.


Wanita itu juga menghela napas "Apalagi ibunya, entahlah seperti apa wanita yang menjadi ibunya itu! kenapa dia tega membuang anaknya sendiri seperti ini?" ucap bu Eva miris


Ayu sempat terkejut mendengarnya, dia tidak pernah berpikir tentang ibu Naura, baginya dia bersama dengan bocah lucu itu sudah cukup.


"Loh kok kita jadi ngelantur ngomongnya, " ucap Bu Eva mengembalikan kesadarannya Ayu.


"Saya mau ajak kamu dan Naura ke mall, saya mau beli baju dan mainan untuk nya, tolong kamu dandani dia dan kamu juga bersiap ya!"


"Saya juga ikut, Bu?"


"Iya,"


Ayu mengambil Naura, lalu dia mendandaninya. Bocah kecil itu kini berubah menjadi imut dan cantik, membuat siapa pun yang melihatnya akan gemes dan ingin menciumnya.


Sesampainya di mall, Bu Eva membawa mereka ke sebuah toko baby yang sangat besar dan lengkap tentunya. Dia membeli begitu banyak baju yang unik dan lucu untuk cucu perempuannya. Wanita itu kalap melihat semuanya.


Sampai dia sendiri bingung memilih karena semua nya begitu menggemaskan dan lucu, hingga dia memutuskan memborong semuanya termasuk aksesoris dan juga mainan untuk Naura. Ayu hanya bisa menatapnya sambil geleng kepala.


Setelah itu Bu Eva mengajak Ayu berbelok ke sebuah toko yang khusus menyediakan pakaian muslim.


Ayu sempat bingung dan aneh, karena nyonya nya berbelok kesini,


"Yu, kamu boleh pilih gamis yang kamu suka," tawarnya sambil melihat-lihat beberapa gamis yang terpajang.


"Eh, tidak usah nyonya, pakaian saya masih ada, lain kali saja,"


"Jangan sungkan,"


Karena Ayu tak mau memilih Bu Eva memilih beberapa model gamis untuk Ayu tanpa memikirkan harga. Dia memilih beberapa macam gamis, kaftan dan juga jilbab yang cocok dengan Ayu.


Dan setelah semuanya selesai dia mengajak Ayu makan siang.


"Bu, maaf saya sepertinya tidak bisa menerimanya, apa tidak sebaiknya-"


"Sudah Yu, jangan di bahas. Itu sudah menjadi keputusan saya, tugasmu hanya merawat Naura, anggap saja ini bonus karena Naura tumbuh sehat dan pintar, lucu lagi," ucapnya gemes mencubit pipi gembul bocah itu.


Saat itulah Ayu baru membuka cadarnya, itu pun sedikit hanya saat dia makan.


"Yu,..."


"Eva .." tegur seseorang membuat Eva dan ayu refleks menoleh.


"Jeng Amel.." sambut bu Eva sedikit kaget, lalu kedua nya cipika cipiki.


"Ini siapa bu?"


"Wah kebetulan sekali,"