
???,??? -Mystical World
"Ha?!" Pandangan mata Mo Fan kosong menatap kedepan, bingung dengan informasi yang baru dia dapatkan.
"Ya, sekarang kita ada di Mystical World." Tegas Wei tua.
"J-jadi aku tidak berada di bumi?"
"Benar, kau saat ini tidak berada di bumi. Kau telah menteleportasikan dirimu sendiri dengan melafalkan sumpah abdi jiwa itu."
"T-teleportasi?!"
"Lebih tepatnya sama sepertiku, kau memindahkan jiwamu namun kedalam wadah yang baru."
"..." Mo Fan diam. Lidahnya mati rasa, tak bisa dia gerakan. Bahkan pandangan matanya hanya seperti pegawai kena phk tiba tiba.
"Karena kau membaca sumpah abdi jiwa, kau diteleportasikan ke dunia ini. Namun, memindahkan tubuh ke dunia yang berbeda apa lagi tubuhmu hanya sebatas tubuh biasa itu termasuk hal yang mustahil. Jadi kau hanya menteleportasikan jiwamu kedunia ini." Jelas Wei Tua.
"Tunggu... biarkan aku mencerna semua ini." Mo Fan masih tidak percaya, kata kata yang dia anggap tak jelas di kertas lusuh itu adalah sebuah sumpah? Bahkan bukan sumpah biasa. Itu sumpah yang membuat pembacanya berpindah dunia!
Beberapa menit kemudian, Mo Fan sudah mulai bisa mengendalikan dirinya. Berusaha menerima fakta yang ada.
"Baik, lanjutkan penjelasannya." Pinta Mo Fan.
"Tak usah terlalu terburu buru, Nak. Aku tahu ini adalah hal yang berat bagimu, jadi cobalah ber istirahat dulu."
"Hm? Aku baik baik saja, Pak tua. Jangan terlalu mengkhawatirkan ku, aku sudah siap sekarang."
"Bukannya begitu, sekarang ini kau telah memiliki tubuh baru. Coba kau baca ingatan dari pemilik tubuh yang sebelumnya karena saat ini aku malas menjelaskan hal hal rumit pada orang bodoh sepertimu." Wei tua mengaku.
"D-dasar kau b*ajingan tua si*alan!" Tak habis pikir dengan pria tua bau tanah didepannya, Mo Fan pun berteriak dengan lantang. Sungguh, mengesalkan, batin Mo Fan.
"Hei, apakah seperti itu tata kramamu pada yang tua? Sungguh zaman sudah berubah." Wei tua menunjukan ekspresi sedih, seakan benar benar terluka dengan prilaku Mo Fan.
"Brengs*ek kau, Tua! Jangan berlagak seolah kau baru pertama kali melihatku seperti ini, si*alan. Lebih baik kau jelaskan padaku bagaimana cara keluar dari tempat ghaib ini."
"Hahahaha, sungguh jiwa muda yang menggebu. Untuk bisa keluar dari sini, kau hanya perlu berkonsentrasi dan berpikir untuk keluar dari sini."
"Hanya seperti itu? Sungguh mudah. Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dulu." Mo Fan mulai memejamkan matanya, berusaha berkonsentrasi sembari berfikir untuk keluar dari tempat yang dianggapnya ghaib ini.
Beberapa saat kemudian, bayangan ruangan tempat Mo Fan terbangun terakhir kali mulai samar terlihat, semakin lama semakin jelas. Hingga kemudian Mo Fan sudah berada diruangan itu.
Mo Fan membuka matanya, menengok kekanan dan kekiri seperti orang kehilangan sandal sehabis solat jumat.
"Ruangan yang tadi..." Gumam Mo Fan pelan sembari menundukan kepalanya, berfikir.
"Jadi.. sekarang ini aku tidak dibumi? Planet apa ini? Dan bagaimana dengan ayah nanti?" Mo Fan berbicara sendiri, memikirkan banyak hal yang tidak terlalu penting untuk sekarang.
"Ah, sudahlah. Untuk sekarang, mari kita mempelajari tentang dunia baru ini." Mo Fan mulai fokus, mencoba untuk memindai ingatan dari pemilik tubuh sebelum dirinya.
Namun...
"Bagaimana caranya?" Ya, Mo Fan tak mengetahui itu.
"Fokuskan konsentrasimu dan berusaha mengingat sesuatu atau lakukan hal semacam itu." Tiba tiba terdengar suara yang membalasnya, itu Wei tua.
"Jadi begitu!" Mo Fan mulai bersemangat kembali dan mencoba melakukan apa yang diperintahkan oleh Wei tua.
Setelah beberapa saat, banyak pengetahuan dan informasi baru memasuki fikirannya. Kepalanya terasa nyeri, sedikit pusing karena semua itu namun hal tersebut tidak berlangsung terlalu lama. Beberapa saat kemudian proses pembacaan ingatanpun selesai.
"Baiklah, sekarang aku mengerti." Mo Fan sudah memahami semuanya, semua tentang hal hal dasar dari dunia ini dan juga tentangnya.
Pemilik tubuh sebelum dia, anggap saja Mo Fan 2 (karena nama juga marga milik mereka sama) adalah seorang tuan muda dari keluarga kelas menengah. Memiliki tubuh yang proposional, tinggi badan yang sekisar 176 cm dengan otot yang terlihat jelas namun tak terlalu berlebihan dan wajah yang rupawan menjadikan dia sedikit terkenal, apalagi dia juga memiliki kulit putih yang sangat mulus.
Namun karena dia yang saat ini masih berusia sekitar 14 tahunan belum dapat membangkitkan semangat sihir sama sekali, kerupawanan yang dia milikipun tidak berarti. Bahkan banyak dari anggota keluarga miliknya menganggap dia hanya sebagai aib, bukan tuan muda. Sungguh ironi, dia yang dulu sudah ditetapkan sebagai kepala keluarga generasi berikutnya diturunkan sebagai tuan muda biasa (bahkan anggota keluarganya tidak menghormati dia sama sekali.)
Dan soal dunia ini, bagi Mo Fan sangat membingungkan. Dunia ini disebut Dunia Mistik (Mystical World) dunia yang dipenuhi dengan hal hal yang dianggap tak nyata dibumi.
Dunia ini memiliki beberapa ras utama Manusia, Elf, Dwarf, Duyung dan Naga.
Manusia adalah ras seperti yang kita tahu, ras yang lemah juga bodoh namun memiliki semangat juang yang tinggi.
Elf, ras telinga panjang yang memiliki akal superior juga umur panjang. Ras yang diberkati dengan kapasitas mana berjumblah besar sejak kecil.
Ras dwarf, ras orang kerdil. Meski kerdil namun mereka memiliki tubuh serta tulang yang kuat dan keahlian menempa yang hebat. Ras ini adalah pemasok senjata ketika perang, termasuk ras yang lebih suka memilih netral.
Duyung, penguasa lautan. Ras ini tinggal dikedalaman laut, sangat terisolasi dari dunia luar juga ras ras yang lain.
Dan yang terakhir, Ras Naga. Ras yang tinggal di satu gunung besar ini adalah satu ras yang kuat, memiliki ketahanan tubuh yang melebihi rata rata, umur panjang, mana yang berlebih juga kepintaran yang menyamai para elf. Ras Naga sama seperti ras Duyung, mengisolasi diri dan jarang ikut campur urusan dunia.
Dan didunia ini terdapat hal yang disebut "sihir". Sihir dibedakan menjadi dua macam, sihir hitam dan putih. Sihir dapat dipelajari ketika seseorang sudah membangkitakan semangat sihir dan semangat sihir dibangkitkan ketika seseorang masih berusia sekisar 8-10 tahun untuk normalnya namun bila memiliki bakat tinggi usia 7 tahun kebawahpun sudah bisa.
Setelah orang membangkitkan semangat sihir dan mempelajari sihir, mereka akan disebut penyihir (penyebutan bagi ras manusia saja, setiap ras memiliki penyebutan yang berbeda) dan para penyihir dibedakan dengan beberapa periode.
Periode tersebut antara lain :
Penyihir periode dasar, penyihir yang baru membangkitkan sihirnya dan memiliki 1-99 kekuatan jiwa. Biasanya hanya memiliki 1 jenis sihir.
Penyihir periode pembukaan, memiliki 100-999 kekuatan jiwa. Biasanya hanya memiliki 2 jenis sihir.
Penyihir periode fusi, memiliki 1.000-9.999 kekuatan jiwa. Biasanya memiliki 3 jenis sihir.
Penyihir periode jantung, memiliki 10.000-99.999 kekuatan jiwa. Memiliki 4 jenis sihir.
Dan yang terakhir Penyihir periode golden core yang saat ini hanya pemimpin keluarga penguasa yang mencapainya, memiliki 100.000 - ??? kekuatan jiwa. Memiliki 5 jenis sihir.
Setiap periode sihir dibedakan lagi menjadi 4 tingkatan.
Jadi mungkin cukup sekian penjelasannya.
Mo Fan termenung, menurut ingatannya dia adalah orang yang dicap sebagai sampah tak berguna, aib keluarga juga produk gagal. Hampir sama seperti aku waktu dibumi, pikirnya.
"Hei, Nak. Jangan putus asa begitu, meski pemilik tubuh yang sebelumnya tidak mengalami kebangkitan sihir namun itu tidak bepengaruh denganmu, tubuh boleh sama tapi jiwa kalian berbeda." Dalam pikirannya Wei tua mencoba menyemangati.
"Besok coba kau ikuti ujian kebangkitan sihir, siapa tahu mungkin kau bisa mengalami kebangkitan."
"Kau benar juga!" Mo Fan bersemangat kembali, rasa gembira memenuhi dadanya.
-----
Keesokan harinya.
Disalah satu tempat keluarga menengah Mo (Keluarga atau Klan Mo Fan saat ini) terlihat banyak sekali orang yang berlalu lalang. Itu adalah tempat dimana para generasi muda membangunkan semangat sihir mereka. Balai Kebangkitan!
Disana terdapat banyak generesi muda yang ingin mencoba membangkitkan semangat sihir mereka, ada juga para orangtua yang senantiasa menunggu hasil apa yang akan dibawa anaknya, para senior yang dengan santai mengusli junior dan bahkan ada yang hanya iseng ingin melihat lihat saja.
"Inikah tempatnya?" Terlihat dipintu masuk balai kebangkitan seorang pemuda yang sangat rupawan. Kulit halus nan mulusnya bahkan bisa membuat iri para wanita, lengan kokoh kuat dan wajah tampan bak dipahat langsung oleh dewa. Dia memakai baju china kuno berwana ungu dikombinasikan dengan hitam.
(Note : Baju yang dipakai Mo Fan, jangan dihiraukan wajahnya ini bukan Mo Fan.)
Setelah kedatangan pemuda tersebut yang tidak lain adalah Mo Fan, balai kebangkitanpun menjadi sepi untuk sementara.
Mo Fan berjalan dengan pelan, mendekati salah satu seniornya yang bertugas untuk melakukan tes kebangkitan disitu. Dia menangkupkan tangannya memberi hormat dan berkata.
"Senior, junior ini ingin mencoba membangkitkan semangat sihir, bolehkah junior melakukannya?" Tanya Mo Fan dengan sopan sembari memberikan senyum menawan.
Suasana tiba tiba berubah riuh, terdengar banyak orang yang berdiskusi sendiri atau hanya sekedar tertawa terbahak bahak setelah mendengar permintaan Mo Fan. Sang senior, petugas yang melakukan tes kebangkitanpun tak lebih baik. Terlihat dia saat ini tengah menahan tawa dengan susah payah.
Mo Fan memiringkan kepalanya, bingung.
"Pfft... Lihatlah, si sampah ingin mempermalukan dirinya lagi!"
"Benar, benar! Kalau aku jadi dia, aku pasti akan sangat malu untuk menampakan muka!"
"Sudah berapa kali dia mencoba? Bukannya ini yang ke-5?"
"Benar benar sampah!"
Kurang lebih seperti utalah diskusi dari orang orang yang ada di balai kebangkitan. Bukannya tersinggung Mo Fan malah seakan tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh mereka, mungkin karena dia merasa dia tidak pernah melakukan tes, padahal pemilik tubuh sebelumnya sudah beberapa kali melakukan tes ini.
"Junior, apakah kau serius?" Senior didepannya bertanya dengan nada yang menurut Mo Fan sedikit menjengkelkan.
"Ya, senior. Aku sangat ingin melakukan tes ini."
"Tapi junior, bukankah itu hanya akan mempermalukanmu?"
"Apa maks-" Mo Fan baru sadar kalau tubuh ini sebelumnya pernah melakukan tes dengan pemilik sebelumnya. Ah, dia sekarang menjadi sedikit malu.
"Y-ya, senior. Meski aku sudah gagal beberapa kali, namun sekarang aku benar benar ingin mencoba peruntunganku."
"Ta-" Sebelum senior itu menyelesaikan ucapannya, ada seseorang yang memotongnya.
"Biarkan saja!"