Mystical World

Mystical World
Chap - 3. Terkejut aku terheran heran.



???,??? - ???


"Eghh??" Setelah dua hari berlalu sejak fenomena aneh terjadi, Mo Fan akhirnya tersadar dari pingsannya.


Mo Fan berusaha mendudukan dirinya, melihat sekeliling tempat dimana dia berada.


"Aku dimana?" Mo Fan berusaha mengingat apa yang terjadi terakhir kali, setelah beberapa saat dia ingat bahwa dia terakhir berada di rumah kayu milik Pak Tua Wei.


"Ah?! K-kenapa jadi begini?!" Mo Fan langsung berdiri dengan panik, melihat sekelilingnya dengan tatapan mata tak biasa. Kamar mewah abad pertengah, dengan banyak benda benda antik disekelilingnya. Kasur empuk yang hanya terbuat dari kapuk. Dimana dia sekarang?


"Kau sudah bangun?" Ketika Mo Fan sedang bingung dengan apa yang terjadi saat dia tak sadar, tiba tiba terdengar suara yang dia kenal didalam fikirannya.


"P-Pak Tua?!" Teriak kaget Mo Fan. Yang benar saja, orang mati masih bisa bicara? Sungguh konyol! Mungkin itu hanya imajinasinya saja.


"Hei, sifatmu masih tetap sama ya?" Suara itu kembali terdengar, suara yang bagi Mo Fan sangat familiar. Itu suara Wei Tua!


"K-kau.. kau dimana?!" Bulu kuduk Mo Fan mulai berdiri, dilihatnya sekeliling ruangan memastikan apakah ada orang lain selain dia disana? Namun nihil, matanya tak menemukan siapa siapa disana.


"Aku disini!" Suara Pak Tua Wei kembali menyahut didalam fikirannya.


"D-dimana?!"


"Didalam cincinmu bodoh!"


"Ha?" Mo Fan bingung, bagaimana orang mati bisa bicara melalui cincin?! Pikir Mo Fan.


"Kau b4jingan kecil bodoh! Aku belum mati, hanya jiwa ku saja yang kupindahkan disini!" Suara didalam kepala Mo Fan memakinya, seakan benar benar marah dengan Mo Fan.


"Brengs*ek kau, Pak Tua! Bila kau memang ada dicincin itu, lalu bagaimana caramu berbicara denganku?! Telepati, ha?!"


"Ya, anggap saja begitu."


Hening beberapa saat.


Mo Fan benar benar terkejut dengan kenyataan ini, bahkan tatapannya sekarang hanya tertuju kearah cincin perak dengan pandangan kosong. Sungguh sulit dipercaya, orang memasukan jiwanya kedalam benda mati?!


"Hei, nak. Aku tahu apa yang kau pikirkan dan aku juga paham kenapa kau susah menerima ini semua. Jadi, aku akan jelaskan kenapa kejadian tak masuk akal ini terjadi." Suara Wei Tua kembali terdengar di fikirannya, Mo Fan hanya diam membisu tak menjawab.


"Yah, ku anggap kau mau mendengar penjelasanku tapi sebelum itu, coba kau arahkan konsentrasimu ke cincin perak dahulu." Perintah suara Wei Tua.


Lambat laun, pandangan disekeliling Mo Fan mulai memudar. Digantikan dengan pemandangan kastil tua yang didepannya terdapat seorang sesepuh.


"Ah, pak tua?!" Rasa keterkejutan Mo Fan menjadi lebih banyak lagi, tak pernah dia sangka. Orang yang beberapa hari lalu dia kuburkan sekarang ada didepannya.


"Hahahaha, kenapa kau terkejut seperti itu?" Kakek renta yang dipanggil 'Pak Tua' oleh Mo Fan itu tertawa dengan keras. Seakan akan benar benar terhibur dengan hanya membuat Mo Fan terkejut.


Dia adalah Lu Wei, orang yang sudah dianggap sebagai kakek sendiri oleh Mo Fan. Meski sikap Mo Fan selama ini kepadanya tak menunjukan bahwa dia menghormati pak tua itu.


"K-kau?! Kenapa kau bisa disini?!" Mo Fan menunjuk Wei tua dengan bergetar. Rasa takut benar benar menyelimutinya. Meski dia senang bisa melihat Wei tua lagi namun dia tak akan senang bila hantu Wei tua menghantuinya.


"Tenanglah, bodoh! Kan sudah kubilang tadi, jiwa ku masih ada disini hanya ragaku saja yang telah mati."


"T-tapi.."


"Cukup!" Sebelum Mo Fan bisa menyelesaikan apa yang ingin dia ucapkan, Wei tua memotongnya.


"Aku akan menjelaskannya sekarang, jadi jangan kau takut atau terkejut setelah ini. Siapkan mentalmu!" Lanjut Wei tua dengan tegas.


Mo Fan hanya diam, mencoba untuk menenangkan hatinya. Berusaha menyiapkan mental untuk hal diluar nalar yang akan dia dengar.


"Kau tau, cincin perak ini bukan cincin biasa. Cincin ini adalah cincin yang ditinggalkan guruku dulu sebelum kematiannya. Dia berpesan kepadaku untuk menyelesaikan apa yang dia mau namun bila aku tak bisa mencapai itu, aku diberi amanat untuk mewariskannya kepada orang yang menurutku layak." Wei tua mulai menjelaskan.


"Dan selama beberapa puluh tahun terakhir ini, aku sudah mencari kandidat untuk meneruskan sumpahku. Dan akhirnya aku menemukannya." Ditatapnya Mo Fan dengan senyum hangat untuk beberapa saat.


"Dan itu kau, nak." Mo Fan terkejut bukan main, sejak kapan dia cocok menjadi pewaris?


Sebelum Mo Fan bisa bertanya, Wei tua dengan cepat melanjutkan penjelasannya.


"Sifat rendah hati, pantang semangat, baik hati dan keteguhan yang kau miliki itulah yang membuatmu cocok menjadi ahli warisku dan..."


Hening beberapa saat, Wei tua menjeda penjelasannya. Hanya menatap Mo Fan dengan penuh keseriusan. Sedangkan Mo Fan hanya mengkerutkan dahinya, bingung dengan apa yang akan disampaikan oleh Wei tua.


"Sekarang kita tidak ada didunia yang kau kenali dulu." Ucapan Wei tua ini langsung disambut dengan kepanikan oleh Mo Fan. Ucapannya kali ini benar benar mengejutkan. Memang semua yang diucapkan Wei tua tadi mengejutkan namun yang terakhir ini benar benar membuat hati Mo Fan mencelos.


"A-apa?!" Teriak Mo Fan dengan mata melotot seakan hendak keluar.


"Kita sekarang di Mystical World."