Mystical World

Mystical World
Prolog



Xuankong, China - Sains World.


Kota Xuankong, kota besar kedua setelah ibukota negara China. Kota indah yang dibanggakan negaranya.


"Ah sial! Kenapa jadi begini!?" Di bawah teriknya sinar mentari, terlihat sesosok pemuda yang tengah mengacak acak rambutnya. Dia memiliki tubuh yang bisa dibilang biasa saja, tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu besar. Sama seperti orang pada umumnya.


Dia adalah Mo Fan, siswa SMP Kiryuu yang sedang kebingungan dengan nilai yang dia dapat. Mo Fan hanya siswa biasa saja, siswa yang tidak termasuk berbakat bahkan mungkin dianggap produk gagal bagi para pengajar SMP Kiryuu. Bukan karna apa, namun sekeras apapun dia belajar nilai yang dia dapat paling banyak hanya 10 poin dari 100 poin.


"Arghh!! Kalau begini terus bagaimana caranya aku bisa meneruskan pendidikanku?!" Mo Fan tidak bisa berhenti memikirkan masa depan suram miliknya, dia tidak bisa berhenti membayangkan akan jadi apa dia nanti di masa depan? Apa akan menjadi sopir truk pengirim barang seperti ayahnya?


"Ah tidak! Kalau pekerjaan ku sama seperti ayah, bagaimana cara ku membanggakannya nanti?!" Mo Fan mengacak kembali rambutnya karna kesal memikirkan nasib apa yang akan dia terima.


"Ah! Lihat siapa ini?!" Tiba tiba, saat Mo Fan sedang bingung akan bagaimana masa depannya nanti, terdengar suara seseorang dibelakangnya.


"Ah, kau?!" Saat Mo Fan membalikan badan, dia melihat dua remaja yang memiliki usia sama dengannya namun dengan nasib berbeda.


"Hahahaha, ada apa Mo Fan? Apa kau terkejut dengan kehadiran kami? Atau kau iri dengan kami?" Salah satu dari mereka, Ziao Ja bertanya dengan tampang mengejek kepada Mo Fan.


"Hah, Ziao Ja. Kau jangan terlalu keras padanya." Pemuda di samping Ziao Ja, menghela nafas panjang dengan ekspresi yang dibuat seakan prihatin dengan Mo Fan. Dia adalah Ju Zilu, anak pemimpin keluarga cabang Ju.


Ju Zilu memiliki postur tubuh yang ideal. Tinggi badannya sekitar 186 cm dengan tubuh tegap yang ototnya samar samar terlihat. Bukan hanya itu, Ju Zilu juga termasuk siswa pintar di SMP Kiryuu, siswa yang memiliki banyak bakat dan dikatakan hanya sedikit orang yang menyamai kepintarannya.


"Cih, kalian lagi. Apa kalian tidak bosan mengganggu ku? Dan kau Ju Zilu! Jangan tampilkan ekspresi menjijikanmu itu didepanku, sialan!"


"Hahahaha, Mo Fan. Apa salah Kakak Ju? Dia hanya kasian dengan produk gagal sepertimu, kau seharusnya bersyukur dia masih memperhatikanmu."


"Cih." Ju Zilu dan Ziao Ja, mereka adalah orang orang yang menurut Mo Fan menyebalkan. Hanya dengan memanfaatkan nama juga latar belakang keluarga masing mereka bisa berbuat semena mena diseluruh kota. Keluarga Ju adalah Keluarga nomor satu di kota Xuankong ini, sedangkan keluarga Ziao adalah bawahan dari Keluarga Ju, bisa dibilang kedua keluarga ini adalah pemilik kota dibalik bayang.


- - - - -


"Ayah, aku pulang." Mo Fan memasuki rumahnya, setelah perjalanan panjang dari sekolah hingga rumahnya (yang hanya menghabiskan waktu sekitar 1 jam perjalanan) dia akhirnya bisa duduk santai di ruang tamu keluarganya. Yang pasti perjalanan pulangnya dilakukan dengan alat transportasi paling canggih yaitu, kaki.


"Ah, Nak. Kau sudah pulang? Bagaimana sekolahmu hari ini?" Terdengar sahutan dari ruangan berbeda dengan yang Mo Fan tempati, tak lama kemudian terlihat seorang pria paruh baya yang berjalan mendekati Mo Fan. Dia adalah Mo Changzi, Ayah Mo Fan.


"Ya, seperti biasa Ayah. Aku mendapat nilai buruk untuk ujian tadi." Balas Mo Fan dengan suara lemah.


"Hahahaha, tak masalah Nak. Kau memang pandai membawa angka sepuluh di setiap ujianmu, tapi masa depan seseorang tak hanya di tentukan dengan nilai ujian bukan?" Mo Changzi tertawa, memaklumi hasil ujian anaknya itu.


"Hahaha, kau benar Ayah. Aku hanya harus lebih semangat lagi mencari jati diriku agar aku sukses!"


"Ya! Itu baru anakku, terus berjuanglah Fan'er agar kau bisa menjadi orang nomor satu dikota ini."


"Ya! Aku akan terus berjuang." Mo Fan mengangguk mantap, mata nya memancarkan semangat tinggi dan keteguhan yang mendominasi.


"Hahaha, itu baru anakku!" Mo Changzi menepuk nepuk pundak Mo Fan sembari tertawa bebas dengan kencang, dia memuji rasa semangat anaknya. "Ah ya, Fan'er. Tadi, Ma Gong mencarimu. Mungkin dia ingin mengajak mu kesuatu tempat."


"Oh? Biarlah, ayah. Aku juga sedang tidak ingin kemana mana dan hanya ingin pergi ke tempat Pak Tua Wei."


"Kalau begitu, terserahmu. Aku akan kembali memasak didapur." Mo Changzi beranjak pergi menjauhi Mo Fan, kembali ke dapur dan melanjutkan aktfitasnya.


"Ya.. dan aku akan pergi ke tempat Pak Tua Wei." Mo Fan bergumam dan setelahnya ikut berdiri pergi meninggalkan ruang tamu hanya dengan semilir angin sepi.